
Yohan menarik nafas panjang dan menghembuskannya.
"Ehm.. Sebenarnya aku udah tau soal masalah kamu dengan Jerry," ucap Yohan.
Irene membelalakan matanya. Matanya sedikit bergetar. Suaranya seperti tertahan ditenggorokan.
Yohan memegang tangan Irene lembut dan mencoba menenangkannya dan membuatnya mengerti.
Irene merasa dirinya tak pantas untuk Yohan. Irene melepas tangan Yohan perlahan.
"A..aku kotor Yohan.." suara Irene bergetar.
Yohan meraih tangan Irene lagi dan mengenggamnya erat.
"Kamu gak salah sayang.. Aku udah menginvestigasi semuanya.. Soal kejadian 6 tahun lalu dirumah sakit dan soal bobroknya Jerry," Yohan menjelaskan, "Aku sayang sama kamu Irene.. Apapun masalalu kamu.. Aku tetap cinta sama kamu sayang.."
Irene masih menunduk dan air matanya menetes perlahan.
"Aku gak pantas menerima cinta darimu Yohan.. Aku kotor dan hina.. Hiks.. Hiks.." Irene tak kuasa menahan tangisnya.
Yohan menarik wajah Irene yang tertunduk sampai keduanya saling bertatapan.
"Look at me.. Aku gak peduli sekotor apapun kamu.. Bahkan kalau itu lumpur.. Aku akan terjun demi meyakinkan kamu kalau bahkan lumpur bisa menumbuhkan teratai yang cantik," Yohan mengecup kening Irene.
Irene tersentuh dengan ucapan Yohan. Ia mencoba menguatkan hatinya. Dia yakin maksud Yohan baik dan ucapannya juga tulus.
"Rencana apa itu?" Irene mulai penasaran setelah perasaannya sedikit tenang.
"Balas dendam," jawab Yohan tanpa ragu sedikit pun.
"Maksudnya kamu mau balas dendam ke Jerry? Because of me??" tanya Irene membenarkan.
Yohan mengangguk.
"Kenapa? Itu udah berlalu dan.. Dan aku sekarang udah baik.. Baik aja.." Irene berdiri dan perasaannya sedikit kacau.
Yohan menarik tangan Irene pelan. Dan sekarang Irene berdiri didepan Yohan. Yohan memeluk Irene.
"Kamu belum baik-baik saja kan sayang.. Huh? Kalo b*jing*n itu belum ku hukum aku gak akan bisa tenang.. Begitu juga kamu sayang.. Aku pengen kamu merasa lega setelah dia dihukum," Yohan mencoba meyakinkan Irene.
Irene tak tau apa benar ia harus balas dendam. Pada kenyataannya memang benar yang dikatakan Yohan kalau dia belum baik-baik saja.
"Lalu.. Dengan cara apa kamu akan balas dendam?" tanya Irene ingin tahu rencana Yohan.
"Sayang.. Kamu masih belum mengenal pacarmu ini ya," Yohan tersenyum smirk, "Aku punya duit dan aku punya kuasa.. Aku bisa melakukan apa aja demi tujuanku.."
Irene tersenyum mendengar ucapan Yohan yang sepenuhnya memang benar.
"Jadi sekarang ini kamu minta restu ku kah?" Irene mengelus pipi Yohan.
Yohan menikmati tangan halus Irene dan mengangguk. Seakan es yang memadamkan api amarah Yohan.
"Iya.. Restui aku untuk membalas perbuatan si br*ngs*k Jerry itu!"
Irene mengecup kening Yohan dan berkata, "Aku gak berharap balas dendam selama ini.. Tapi kalau itu demi aku dan juga korban yang lain.. Egois kalo aku menolak kan".
"Masa cuma dikening sih.." Yohan memanyunkan bibirnya.
Irene tertawa cekikikan melihat ekspresi manja Yohan yang gak cocok dengan wibawanya selama ini.
"Cukup aku yang tau wajah manja direktur Yohan ini ya.." Irene mencium bibir Yohan yang segera dibalas Yohan lebih panas lagi.
Irene mencoba menghentikan Yohan yang tak mau melepaskan bibirnya.
"Pwaahh.. Sayang.. Ayo kita pergi.. Kita masih di tempat umum ini.." Irene panik karena mereka berciuman dengan panas ditempat umum.
Yohan tersenyum smirk dan memeluk erat Irene sebelum mereka beranjak pergi meninggalkan Dufan.
***
Irene meneliti berkas-berkas dan file yang ada dilaptop Yohan. Dia tak mau melewatkan bukti-bukti yang didapat Yohan. Matanya fokus tanpa sadar Yohan sudah duduk disampingnya.
Yohan bergelayut manja dan tak hentinya menciumi leher Irene.
Irene kehilangan fokusnya karena tingkah manja Yohan.
"Stop sayang.. Aku pulang nih.." ancam Irene.
"Nginep aja ya sayang.." Yohan masih mengencangkan pelukannya.
"No.. No.. Kalo ayahku tau bisa-bisa habis ditebas lehermu pake katana-nya.." Irene menakut-nakuti.
"Kalo begitu sebentar lagi aja seperti ini.. Nanti aku anter.." Yohan masih mendusel dipunggung Irene.
Sebenarnya Irene masih sedikit risih dan geli dengan tingkah manja Yohan. Tapi baginya itu gak buruk juga.
"Setelah kejadian dicafe waktu itu.. Aku menempatkan beberapa bodyguard buat jaga-jaga.. Jadi maklumi kekhawatiran pacarmu ini ya.." Yohan mengecup leher Irene.
"Iya kah? Kayaknya mereka jago kamuflase ya sampek aku gak sadar kalo lagi dijaga.. Hehe.." ucap Irene merasa aman, "Makasih ya sayang.."
"Aku akan lakuin apa aja buat melindungi kamu sayang.. Kamu percaya aku kan?"
Irene mengangguk dan mencium Yohan.