Contract Dating (Pacaran Kontrak)

Contract Dating (Pacaran Kontrak)
46. KIDNAPPING


Irene keluar dari ruang praktek dokter psikiater dirumah sakit tempat dokter Radit praktek. Ia baru saja selesai konsultasi mingguannya.


Ponsel Irene berdering.


"Halo sayang.." Irene menjawab panggilan telepon dari Yohan.


"Sayang.. Udah selesai konsulnya?" suara Yohan dibalik telepon.


"Udah.. Baru aja keluar dari ruang dokter,"


"Mau aku jemput?" Yohan menawarkan.


"Gak usah.. Kamu kan lagi sibuk di kantor.. Aku pesen ojol aja.." tolak Irene.


"Ya udah hati-hati ya sayang.. I miss you.."


"I miss you too.. Semangat kerjanya.. Jangan lupa makan siang ya... Bye.." Irene mengakhiri teleponnya.


"Duh.. Kebelet pipis.. Ke toilet dulu.. Hissh.." gumam Irene dan bergegas mencari toilet.


Irene merasa lega selepas keluar dari wc dan segera mencuci tangannya di wastafel.


Toilet tampak sepi dan hanya ada satu petugas kebersihan yang sedang mengepel lantai.


Petugas kebersihan perlahan-lahan mendekati Irene. Belum sempat Irene menoleh, mulutnya dibekap dengan kain yang sudah bercampur dengan obat bius.


Mata Irene perlahan terpejam dan pingsan.


"Hello sweety.. Susah sekali bertemu denganmu akhir-akhir ini ya.. banyak sekali serangga disekitarmu.. Hah.. Kita akan pergi ke istana kita," Jerry yang menyamar menjadi petugas kebersihan bergegas berganti pakaian menjadi perawat sekarang.


Jerry mengganti pakaian Irene dengan pakaian pasien dan memposisikannya dikursi roda yang sudah disiapkannya digudang sebelah toilet.


Perlahan-lahan Jerry mendorong kursi roda dengan Irene yang wajahnya tertutup perban. Ia membawa Irene menuju tempat parkir di basement rumah sakit.


Jerry begitu ahli dalam penyamaran dan mengetahui titik buta dirumah sakit itu.


Setelah sampai dimobilnya ia membawa Irene yang keadaannya pingsan pergi meninggalkan area rumah sakit.


***


Dikantor Yohan senyum-senyum sendiri membayangkan rencana kencan hari ini.


Lamunannya terbuyarkan dengan kehadiran Farhan diruangannya.


"Bagaimana laporannya?" tanya Yohan.


"Saya sudah menyerahkan bukti-bukti pada tim penyidik dan meminta detektif kenalan saya untuk segera menangani kasusnya segera mungkin," Farhan menjawab dengan lugas.


"Kita tinggal menunggu langkah selanjutnya kan," Yohan tersenyum smirk.


"Iya benar pak direktur," Farhan membenarkan.


Bunyi ponsel Yohan berdering kencang.


"Ada apa?" ucap Yohan setelah menerima panggilan telepon dari anak buahnya.


"Direktur.. Kami sudah menunggu hampir satu jam diluar rumah sakit seperti perintah direktur.. Tapi nona Irene tak kunjung keluar.. Setelah saya telusuri setiap sudut rumah sakit.. Nona Irene tidak ada direktur," bodyguard yang bertugas mengawasi dan menjaga Irene melaporkan dari balik telepon.


"APAAA?? Irene hilang? Haiish.. Cepat telusuri lagi dan minta rekaman cctv ke keamanan rumah sakit itu!!" perintah Yohan dengan wajah panik.


"Baik direktur.. Laksanakan!" bodyguard mematikan teleponnya.


"Ada apa pak direktur?" Farhan penasaran.


"Irene hilang.." Yohan mencoba menelepon nomer Irene berkali-kali tapi tak satupun tersambung.


"Aku akan memanggil Koji untuk meretas cctv rumah itu," Farhan bergegas pergi meninggalkan ruangan untuk memanggil Koji sang hacker.


"Irene.. Kamu dimana sih.." gumam Yohan yang panik bukan main.


Yohan mencoba menghubungi Shasha dan Kevin. Tapi hasilnya nihil. Irene menghilang.


Bergegas Yohan pergi meninggalkan ruangannya disusul Farhan menuju ke cafe Kevin.


Di cafe Kevin juga cemas mendengar Irene yang menghilang entah kemana.


Tak berselang lama Yohan dan Farhan datang.


"Gimana bro? Apa benar Irene diculik? Dirumah sakit?" Kevin memberondong pertanyaan begitu Yohan datang.


"Dari rekaman cctv sepertinya begitu.. Kamu lihat ini.." Yohan memberikan ipad yang menayangkan rekaman video cctv yang diduga Irene yang diculik.


"BR*NGS*K!! Ini pasti Jerry.." Emosi Kevin tersulut setelah menduga siapa yang menculik Irene.


"Si B*ngs*t itu pasti akan ku bunuh kalo sampai Irene kenapa-napa," Yohan mengepalkan tangannya geram.


"Aku sudah menyuruh hacker terbaik untuk mencari jejak dan posisi Irene jadi kita tunggu hasilnya sebentar lagi," ucap Farhan mencoba menenangkan emosi Kevin dan Yohan.


"Apa maksudnya mencari posisi Irene? Dimana Irene sekarang?" sontak Kevin, Yohan, dan juga Farhan menoleh kearah ayah Yanto yang sudah berdiri disamping mereka.


Ketiganya bingung dan menutup mulut rapat-rapat. Bisa-bisanya mereka tak sadar dengan kehadiran ayah Yanto yang masuk ke cafe.


"Aku tanya sekali lagi.. DIMANA IRENE YOHAN??" ayah Yanto mencengkram kerah baju Yohan.