Contract Dating (Pacaran Kontrak)

Contract Dating (Pacaran Kontrak)
40. KETEMU IPAR


"Itadakimasu.." ucap Irene setelah pesanan mereka disajikan.


Yohan tersenyum melihat Irene yang ceria mengingat kejadian menyakitkan hati yang dilihatnya waktu itu.


"Apa liat-liat? Mau lele juga ya.." Irene menyodorkan lele gorengnya kearah Yohan.


Sontak Yohan berdiri dari duduknya untuk menghindar. Irene tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Yohan yang ketakutan.


"Sorry.. Sorry.. Ayo cepet duduk.. Cepet makan keburu dingin.." Irene membujuk Yohan yang ekspresinya masih bete.


Yohan menghela nafas dan segera duduk kembali.


Mereka menyantap makanan mereka masing-masing. Sampai saat membayar Yohan keheranan dengan harga makanan yang murah meriah. Irene hanya tersenyum memakluminya.


"Kamu pengen kemana sekarang?" tanya Yohan setelah keluar dari warung.


"Hemm.. Perutku kenyang banget.. Ayo kita jalan-jalan bentar ditaman kota seberang jalan itu.." ajak Irene.


Tanpa babibu Yohan menggandeng tangan Irene untuk menyeberangi jalan. Irene sedikit terkejut dengan sikap gentle Yohan.


"Kenapa dia selalu bersikap sweet gini sih.. Bikin salah paham aja" batin Irene. Pipinya sedikit merona.


Taman malam hari ini tak begitu ramai karena bukan weekend. Suasananya sedikit tenang. Dikejauhan di area skateboard tampak ramai dengan sekumpulan remaja.


"Yohan.. Apa proyekmu berjalan lancar?" tanya Irene sambil mereka berjalan pelan dijalanan taman.


"Lancar.. Sekarang sudah hampir ditahap pengajuan.. Tapi kenapa kamu tiba-tiba tanya soal pekerjaan proyekku?" Yohan penasaran dan menatap Irene.


"Ah.. Cuma penasaran aja.. Kan kalo proyeknya selesai kontrak kita juga selesai kan?" ucap Irene mencoba beralasan.


Yohan mengernyitkan dahinya.


"Siapa bilang kontraknya akan selesai," Yohan menghentikan langkahnya.


Irene kaget dan menatap Yohan.


"Apa maksudmu? Sesuai kontrak kan begitu.. 2 setengah bulan lagi kontrak kita selesai sesuai isi perjanjian kontrak," Irene menegaskan kata-katanya.


Yohan mendekatkan wajahnya tepat diwajah Irene. Mata mereka saling menatap.


"Aku bisa saja memperpanjang kontraknya," ucap Yohan tersenyum.


Wajah Irene memerah dan mendorong pelan Yohan.


"Ka.. Kamu melanggar kontrak itu namanya," Irene memalingkan wajahnya karena gugup.


"Gak masalah.. Aku hanya perlu membayar uang kompensasinya saja kan beres.." dengan santainya Yohan membalas ucapan Irene.


Irene tak bisa berkata-kata. Karena wajar saja konglomerat generasi ketiga seperti Yohan banyak uang dan terkesan menggampangkan segalanya dengan uang.


Tapi Irene harus memperjelas supaya hubungan mereka tak lebih dari kontrak saja. Mereka harus profesional dan tidak terbawa perasaan. Karena perasaan Irene sudah mulai goyah sekarang.


"Kamu yakin? Emang kamu mau blind date lagi kayak dulu.. Bukankah begini lebih baik? Atau aku kurang menarik buat kamu?" Yohan tersenyum smirk.


Irene kehabisan kata-kata. Faktanya memang benar yang dikatakan Yohan.


"Selama sebulan lebih ini memang hidupku berubah. Yohan juga bukan orang jahat. Kelewat baik malah. Royal dan tam..pan,"


Batin Irene mengingat semua yang sudah dilaluinya dengan Yohan.


"Kamu suka aku?" tanya Irene penasaran dan ingin memastikan.


"Iya," jawab Yohan spontan.


Irene menganga tak percaya dengan yang didengarnya. Irene menutup mulutnya.


"Kakak ngapain disini?"


Irene dan Yohan kompak menoleh kebelakang.


Gadis remaja cantik menatap mereka sambil berkacang pinggang.


"Yonna.. Sedang apa disini?" Yohan mengenal gadis itu yang ternyata adalah adiknya Yonna.


"Aku lagi kumpul sama temen-temenku disana tuh," Yonna menunjuk sekumpulan remaja di area skateboard.


"Kamu sendirian?" Yohan menengok kanan kiri memastikan bodyguard yang menjaga Yonna.


"Mana mungkin.. Tuh disana.." Yonna menunjuk dua pria berpakaian jas hitam rapi dikejauhan, "Aku melarang mereka mendekat kalo aku lagi kumpul sama temen-temenku.. Takutnya mereka gak nyaman".


Yohan mengangguk mengerti.


Yonna menatap Irene dari kaki sampai kepala. Irene yang sadar tengah diperhatikan mencoba tersenyum meski sedikit canggung.


"Kakak.. Kak Irene kan?" ucap Yonna selesai menyoroti Irene.


"Hai.. Yonna.. Kita baru ketemu sekarang ya.. Aku Irene," Irene mengulurkan tangannya.


"Yonna," Yonna menjabat tangan Irene secepat kilat.


"Kak.. Traktir temen-temenku cepat!!" Yonna kembali mengalihkan perhatiannya ke Yohan.


"Hah.. Kamu ingin kakak pesankan apa?" Yohan tanpa penolakan langsung memegang ponselnya untuk melakukan pesanan online.


"Pizza.. Pizza.. !!" Yonna bersemangat.


Irene menatap mereka terharu dan tersenyum melihat hubungan kakak beradik itu yang akur.


~my imagine cast of Yonna