
Yohan sudah mempelajari tentang keluarga Irene. Baik ibu maupun ayahnya. Ibunya sekarang adalah ibu rumah tangga biasa. Sedang ayahnya punya usaha bengkel motor didepan rumahnya.
Saat ini Irene dan Yohan berdiri didepan bengkel ayah Yanto dengan saling bergandengan tangan dan membawa beberapa kantong oleh-oleh.
Treeng.. Teng.. Teng.. Teng... Treng.. Teng....
Bunyi suara motor jenis rx king berderu kencang dan asap knalpot mengepul pekat di udara.
"Uhuukk.. Uhuukk.. Uhuukk.." Yohan terbatuk-batuk karena kepulan asap menyebar didepan bengkel.
"Hei.. Kamu gak apa-apa?" tanya Irene sedikit cemas.
Yohan melambaikan tangannya. Mengisyaratkan dia baik-baik saja.
Ayah Yanto muncul dibalik kepulan asap yang menyebar.
"Siapa ini? Ada anak ayah datang rupanya.." ucap ayah Yanto dengan senyum sejuta wattnya pada Irene.
"Ayaaaah.. Tadaima...!!" Irene memeluk ayahnya.
"Okaeri..!!" ayah Yanto mengelus rambut Irene penuh kasih sayang.
Mata ayah Yanto seketika fokus membidik kearah Yohan. Ekspresi wajahnya yang semula lembut berubah drastis menjadi mode sangar saat menatap Yohan.
"Apa kabar om?" Yohan menyapa dengan ramah.
"Ternyata kamu anak presdir Yonas ya?" ucap ayah Yanto yang masih dalam mode sangar.
"Iya om.. Ternyata anda sudah mengenal papa saya," jawab Yohan dengan senyumannya.
"Ayah kenal papa Yonas?" tanya Irene polos.
"Papa?" ayah Yanto menatap Irene tak percaya, "Ehemm.. Ya ayah sudah kenal".
Yohan memutar otaknya untuk mencari cara meluluhkan hati ayah Yanto.
Kata Farhan aku juga harus meluluhkan hati orangtua Irene.. Hati anaknya aja belum dapet masa' trik ini bakal berhasil sih.. Batin Yohan.
"Sayang.. Kamu masuk aja dulu kedalam. Aku masih mau mengobrol dengan ayahmu," kata Yohan lembut.
"Oke.. Aku masuk dulu ya ketemu mamaku dulu.. Sayang.." Irene masuk duluan kedalam rumah.
Tersisa Yohan dan ayah Yanto dibengkel. Ayah Yanto melanjutkan memperbaiki motornya dan bersikap dingin pada Yohan.
"Saya baru tau kalo om ternyata pernah jadi bodyguard papa," ucap Yohan memecah kecanggungannya.
"Hem.." jawab ayah Yanto singkat dan cuek.
"Saat itu saya sudah ada di Amerika jadi saya tidak mengenal om saat pertemuan pertama kita kemaren," lanjut Yohan.
"Hem.." ayah Yanto masih bersikap cuek.
Yohan sudah mempelajari trik dari Farhan. Kalau ingin mendapatkan hati calon mertua harus tahu tentang hobi atau kesukaannya. Dan Yohan mengetahui kalau ayah Yanto hobi dan suka motor.
"Ah.. Om suka jenis motor ini? Saya punya moge dirumah om.. Kalo boleh kapan-kapan kita bisa rolling bareng om..hehe.."
Yohan sudah mulai berkeringat dingin dan harap-harap cemas.
Ayah Yanto menatap Yohan tajam setajam silet.
"Kamu.." ayah Yanto mulai berbicara.
Yohan menelan ludahnya sedikit gugup.
"Jenis moge apa punyamu?" lanjut ayah Yanto.
Yohan menghela nafas lega dan menjawab,
"Harley Davidson jenis softail rocker C om.. Saya cukup suka motor om.. Hehe.."
"Oh.. Kamu punya jenis itu.. Mau lihat punyaku? Ayo..!!" ayah Yanto antusias mengajak Yohan masuk ke garasi rumahnya yang tak begitu besar. Dia menunjukkan motor moge miliknya.
"Lihat.. Ini Harley Davidson Sportster 1200 Nightster tahun 2008.. Keren kan??!! Haha.." ayah Yanto mengelus-elus motor kesayangannya itu.
"Kalo yang dibengkel tadi rx king 83 kamu tau kan?"
"Tau om tau.." Yohan tersenyum senang dan menjawabnya penuh yakin meskipun dia sebenarnya tidak terlalu mengerti soal motor.
"Jangan kasih tau mamamu soal harganya.. Nanti ayah bisa dimarahin.." bisik ayah Yanto.
Yohan menahan tawanya. Wajahnya memerah karena sepertinya usahanya membuahkan hasil.
"Mau coba ngeride bareng.." ajak ayah Yanto.
"Sekarang om?" Yohan sedikit gugup.
"Sebentar aja.. Kita keliling komplek.. Ayo!!" ayah Yanto memberikan kunci motor mogenya pada Yohan.
Yohan sedikit gugup. Tapi dia sudah cukup belajar mengendarai motor moge selama beberapa hari ini.
Yohan mengeluarkan motornya dari garasi. Ayah Yanto sudah siap dengan motor rx kingnya didepan bengkel.
Kedua laki-laki itu bermotor mengelilingi komplek. Setelah mengendarai motornya Yohan sudah tidak gugup lagi. Melihat ayah Yanto yang tampak sangat menikmati jalanan membuat Yohan merasa kagum.
"Gimana asik kan?" ucap ayah Yanto sesampainya dirumah.
"Iya om.. Setelah kena angin jalanan rasanya segar kembali," jawab Yohan senang.
"Kamu ikut kopdar juga gak? Orang sibuk kayak kamu masih sempet ikut emangnya?" tanya ayah Yanto penasaran.
"Enggak punya om.. Saya cuma suka motor aja gak punya club motor," jawab Yohan sedikit panik.
Mana mungkin Yohan sampai membuat club segala. Dia melakukan itu semua hanya untuk bisa lebih dekat dengan ayah Irene. Dan sepertinya jurusnya ampuh.
"Gabung club motor om aja.. Nanti om bilang ke captain club gimana? Kita bisa rolling bareng nanti.." ayah Yanto menepuk pundak Yohan.
"Ehem.. Ehem.. Bukannya disuruh masuk kerumah malah mantunya diajak motoran ayah ini.." ucap mama Ayu yang sudah ada disebelah mereka sambil berkacak pinggang. Disamping mama Ayu ada Irene.