Contract Dating (Pacaran Kontrak)

Contract Dating (Pacaran Kontrak)
47. RESCUE MISSION


"Sa.. Saya akan menjelaskannya yah.. e.. Om.." jawab Yohan terbata-bata.


"Om.. Tenang dulu om.. Kita akan menjelaskan situasinya.. Tenang ya om plis.." Kevin mencoba menenangkan ayah Yanto yang sudah berada dipuncak emosi.


Ayah Yanto melepaskan cengkramannya dan melempar tubuh Yohan. Yohan masih bisa berdiri meski sedikit terhuyung.


"CEPAT JELASKAN!" teriak ayah Yanto.


Kevin dan Yohan menjelaskan tentang penculikan Irene dan juga tentang Jerry. Bahkan sampai menceritakan masalah Irene 6 tahun silam.


Seketika badan ayah Yanto lemas tak berdaya.


"Irene.. Irene putriku.." seluruh tubuh ayah Yanto bergetar dan tak kuasa menahan air matanya mendengar derita putri semata wayangnya.


"Bagaimana bisa kamu menyembunyikan penderitaanmu selama 6 tahun ini nak.. Gara-gara ayahmu yang tak berguna ini.. Gara-gara ayah.. Oh Irene putriku.." tangis ayah Yanto pecah.


Ayah Yanto berusaha menekan perasaannya sekarang dan mementingkan untuk mencari putrinya daripada terhanyut dengan emosi dan perasaan bersalahnya.


Setelah perasaannya sedikit tenang, ayah Yanto menghampiri Yohan dan yang lain. Mereka tengah membahas rencana penyelamatan Irene.


"Bagaimana Koji? Sudah ketemu lokasinya?" tanya Farhan melihat laptop yang dikerjakan oleh Koji.


"Terakhir mobilnya terekam dikawasan cikini raya lalu menghilang," Koji tengah fokus menatap layar laptopnya.


"Kita bergegas kesana kalo begitu, aku akan melapor ke polisi juga untuk menginformasikan perkiraan lokasinya," ucap Farhan bergegas menelepon polisi.


"Om.. Sudah lebih baik sekarang?" Yohan menatap ayah Yanto yang matanya masih sayu.


"Tenang aja.. Aku baik-baik aja.. Maaf soal tadi karena aku sedikit terbawa emosi," ucap ayah Yanto yang sudah kembali tenang.


"Gak masalah om.. Ini memang keteledoran saya," ucap Yohan menyesal.


"Kita hanya bisa berharap Irene baik-baik saja, ayah gak akan memberitahu mama dulu, takutnya dia bertindak impulsif," ayah Yanto membayangkan mama Ayu saat masih muda dulu.


"Mama pasti akan syok ya yah.. Jadi benar tidak usah diberitahu dulu," sambung Yohan membayangkan kekhawatiran calon mama mertuanya.


"Bukan itu.. Mamanya Irene pasti memanggil genk nya dan juga genk yakuza ku yang tersembunyi disini.. Pasti nanti malah tambah kacau.." ayah Yanto memejamkan matanya sambil memijat alisnya membayangkan bagaimana mama Ayu dulu.


Ayu Astuti sudah seperti pahlawan dalam hidup Yamato alias ayah Yanto. Sifatnya yang tanpa ragu kalau urusan menolong orang adalah salah satu alasan yang membuatnya jatuh cinta. Apalagi kalau sampai tahu Irene diculik. Dia pasti akan akan mengobrak ngabrik seluruh Jakarta demi menemukan anaknya.


"Wow.. Impressive.." Yohan dan yang lain hampir menjawab bersamaan mendengar cerita ayah Yanto.


***


Dilain tempat disebuah gedung terbelangkai Irene membuka matanya. Samar-samar ia melihat sosok laki-laki yang sedang memainkan mess (pisau bedah) ditangannya.


"Sudah siuman Irene sayang.." ucap Jerry yang mendekat dan berjongkok agar sejajar dengan posisi Irene.


"Aku dimana? Apa yang kamu lakukan senior??" Irene mencoba bergerak melepaskan ikatannya tapi percuma.


"Ck.. Tenang sayang.. Ini gak seberapa dengan apa yang sudah pacarmu itu perbuat denganku," Jerry menekan kedua pipi Irene dengan satu tangannya dan menampiknya.


"Dia melaporkanku ke penyidik dan reputasiku sekarang hancur.. Kamu sudah tau itu?" Jerry memandang Irene lekat-lekat, "Aah.. Ternyata kamu sudah tau ya.. Hahahaha..."


Irene terdiam dan mencoba tak melawan atau memprovokasinya. Pikirannya kacau saat ini.


"Apa yang terjadi selanjutnya denganku?" batin Irene ketakutan.


"Kamu pengen tau kenapa aku membawamu kesini bukan? Hhmm.. Coba tebak sayang" Jerry tersenyum smirk didepan wajah Irene.


"A.. Apa yang akan kamu lakukan padaku?" Irene memberanikan diri bertanya.


"Hemmm.. Kasih tau gak ya??" Jerry berkata penuh ejek, "Hahahahaha.. Wajahmu lucu sekali sayang.. Dan masih sama seperti dulu.. Wajah yang kusuka.. Cantik, imut dan polos.."


Irene mencoba menahan emosinya. Kalau teringat dulu ia menyukai Jerry dan mengaguminya. Sekarang dia menyesal karena pernah memiliki perasaan itu.


***


Saat ini Farhan tengah menyetir mobil membawa Yohan, Kevin dan juga ayah Yanto. Dimobil yang lain ada beberapa bodyguard Yohan. Dan juga beberapa mobil penyamaran polisi.


"Terakhir mobilnya menghilang didaerah cikini.. Kira-kira kemana lagi Jerry membawa Irene?" ucap Kevin sambil memperhatikan jalanan.


"Dugaan Koji sepertinya dia bertransaksi dengan seseorang dan mengganti kendaraannya," Farhan menjawab sambil tetap fokus menyetir.


"Apa itu bandar narkoba kenalannya? Atau penyalur organ tempatnya biasa bertransaksi?" Yohan menebak-nebak.


"Sepertinya bukan.. Karena dia tak mau mengotori tangannya sendiri soal urusan itu.. Sepertinya ini perihal lain.. Ini hanya asumsiku saja," jawab Farhan.


"Bukankah statusnya sudah jadi buron polisi?" tanya ayah Yohan memastikan.


"Seharusnya iya.. Tapi dia pintar bersembunyi dan ada yang membantunya.. Dia licin kayak belut," jawab Farhan.


"Shiitt.. B*jing*n itu kali ini pasti akan kuhajar," Kevin mengepalkan tangannya penuh emosi.


"Haaiisshh.. Ngapain calon manten kayak kamu juga ikutan.. Bukannya kamu lagi dipingit," ucap ayah Yanto menepuk pundak Kevin menenangkannya.


"Saya.. Masih merasa bersalah dengan Irene om tiap mengingat kejadian 6 tahun lalu," Kevin menghela nafas panjang.


"Kita pasti menemukan Irene," ucap Yohan yakin.