Contract Dating (Pacaran Kontrak)

Contract Dating (Pacaran Kontrak)
34. PAST TRAUMAS (3)


Shasha berlari sekuat tenaga mencari lokasi yang disebutkan Irene. Dia terkejut dan menambah kecepatan larinya saat melihat Irene duduk meringkuk dari kejauhan.


"Irene.. Loe gak apa-apa? Apa yang terjadi?" Shasha kebingungan dan panik melihat Irene.


Shasha tambah terkejut melihat pipi Irene merah dan memar. Sudut bibirnya berdarah. Rambutnya berantakan dan bajunya kusut. Shasha fokus dengan beberapa kancing baju Irene yang hilang.


"Raped???" Batin Shasha menduga-duga.


Shasha memeluk Irene erat. Air matanya tumpah tak kuasa menahan derita yang dialami sahabatnya.


"Siapa yang nglakuin ini ke loe Ren? Baj*ng*n orang itu!!" Shasha menangis dan mengumpat tak bisa menahan emosinya.


Irene menangis sejadi-jadinya dipelukan Shasha.


"Ayo kita kerumah sakit Ren.. Kita obati lukamu ya.." ajak Shasha.


"Gak.. Gak mau Sha.. Gue gak mau kembali kesana.. Gue.. Gue gak mau kerumah sakit.. Gue takut Sha.. Gue takut.." Irene bicara terpatah-patah dan tubuhnya kembali gemetar ketakutan.


Shasha memeluk Irene kembali untuk menenangkannya.


"Kita lapor polisi ya Ren.. Masalah ini gak main-main.. Orangtua loe juga harus tau.."


Irene menggenggam erat tangan Shasha.


"Ja.. Jangan Sha.. Kalau ayahku tau pasti dia bakal bertindak impulsif.. Sha.. Ka.. Kamu tau kan ayahku sedang masa percobaan pengajuan naturalisasi.. A.. Aku gak mau mempersulit proses ayahku Sha," Irene menangis deras menjelaskan alasannya tak mau melapor polisi.


Ayah Yanto memang saat ini sedang masa percobaan pengajuan naturalisasinya. Karena asal usulnya yang masih ada kaitannya dengan organisasi yakuza. Dan karena masa lalunya yang pernah menjadi anggota intel dari Jepang membuatnya kesusahan saat melalui proses naturalisasi. Berkat bantuan teman, akhirnya ayah Yanto mendapat masa percobaan berkelakuan baik.


Shasha kebingungan harus bagaimana. Dia melihat jam tangannya. Pukul 01.35 dini hari. Dia berpikir mana mungkin ada taksi online. Tanpa kurang akal Shasha menghubungi Kevin.


Berkali-kali teleponnya tak diangkat karena memang sudah lewat tengah malam. Dan Kevin pasti sudah tidur.


Setelah 11 kali panggilan akhirnya Kevin mengangkat telvonnya.


"Loe gila ya Sha.. Udah malem ini.. Jangan ngerjain gue lagi tidur!! Gue tau loe gabut tapi gak gini juga," Kevin mengomel dan kesal karena tidurnya terganggu.


"Anying.. Bangun woy bangun.. Cepetan tolongin gue!!" Shasha setengah berteriak.


"Cepetan kesini g*bl*k!! Ini penting dan situasinya gawat.. Gue gak lagi bercanda sekarang.. Irene tolongin Irene cepetan!!" nada Shasha sudah panik dan emosi.


Kevin seketika melek dan segera bangun setelah Shasha menjelaskan singkat apa yang terjadi. Dia bergegas mengambil hoodie dan kunci mobilnya setelah Shasha memberi tahu lokasi keberadaannya.


Jalanan yang sepi memudahkan Kevin untuk cepat sampai tujuan.


Alangkah terkejutnya Kevin melihat kedua sahabat ceweknya duduk bersimpuh dan saling berpelukan.


"Hei.. Ada apa?" ucap Kevin panik.


Kevin dibuat tambah terkejut dengan kondisi wajah dan pakaian Irene.


"Irene.. Kamu baik-baik aja??" Kevin mencoba menyentuh temannya itu.


Irene yang melihat Kevin berteriak dan tubuhnya gemetar. Dalam pandangan Irene, wajah Kevin berubah menjadi Jerry.


Shasha menggelengkan kepalanya melarang Kevin mendekat lagi. Tapi mereka harus cepat pergi dari sana. Tak kurang akal, Kevin melepas hoodienya dan menutup wajah Irene.


"Tenang Ren.. Ini gue Kevin.. Kita pergi dulu dari sini ya.." Kevin menenangkan Irene dan menggendongnya sampai kedalam mobil.


Kevin membawa kedua sahabatnya menuju cafenya yang baru selesai dibangun. Dilantai 2 cafenya didesain seperti rumah mini baginya. Kevin membaringkan Irene diranjang tempat tidurnya. Kevin memberikan obat tidurnya untuk Irene. Dia gak menyangka obat tidur yang dikonsumsinya saat insomnia bisa berguna untuk Irene saat ini.


Shasha menjelaskan keinginan Irene yang tak mau melapor ke polisi karena khawatir tentang orangtuanya. Dan mereka menduga-duga apa yang terjadi dengan Irene.


"Jadi pelakunya Jerry???" Kevin mengepalkan tinjunya dengan geram.


"Kita harus gimana Vin.. Irene syok berat sekarang.. Dia sepertinya takut dengan laki-laki. Aku gak mau biarin Irene sendirian.. Aku harus temani dia," ucap Shasha khawatir.


Kevin mencoba menenangkan Shasha.


"Loe sebaiknya juga istirahat Sha.. Gue akan jagain kalian.. Gak usah khawatir.. Oke,"


~Note:


Ditimeline ini Shasha dan Kevin belum jadian ya.. Mereka masih terjebak friendzone..^^