Contract Dating (Pacaran Kontrak)

Contract Dating (Pacaran Kontrak)
41. SEFREKUENSI


Yohan dan Irene mengikuti Yonna ke perkumpulannya.


Perkumpulan sekelompok remaja street dance dan juga club sepeda jalanan.


"Wih.. Adikmu keren juga ikut club kayak gini," bisik Irene menarik lengan Yohan. Sorot matanya begitu antusias dengan club adik Yohan.


Irene merasa tidak enak karena tidak jadi datang saat kompetisi dance yang diikuti Yonna minggu lalu.


"Kenapa bisa kebetulan banget ketemu nih bocah sih," gumam Yohan.


Yohan menatap Irene yang begitu antusias menggerak-gerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik.


"Keliatannya kamu bisa dance juga," Yohan mendekatkan bibirnya ditelinga Irene.


"Hah? Gak kok.. Cuma suka asal-asalan aja.. Kalah sama Yonna mah.." Irene sedikit menghindar karena merasa geli.


Yonna dan teman-temannya mulai menari lagi dengan lagu kpop. Sontak Irene mengenal musik itu dan ikut bergabung menari bersama mereka.


Meski tak selincah dancer yang lain tapi Irene cukup hafal tiap gerakan dan ritme lagunya.



*Modeun ge gunggeumhae*


*How's your day*


*Oh tell me*


*mwoga neol haengbokhage haneunji*


*Oh text me*



*Your every picture*


*nae meorimate dugo sipeo*


*oh bae*


*Come be my teacher*


*ne modeun geol da gareuchyeojwo*


*Your 1 your 2*



*Listen my my baby naneun*


*jeo haneureul nopi nalgo isseo*


*geuttae niga naege jwossdeon du nalgaero*


*ije yeogin neomu nopa*


*nan nae nune neol majchugo sipeo*


*Yeah you makin' me a boy with luv*



*Oh my my my oh my my my*


*I've waited all my life*


*ne jeonbureul hamkkehago sipeo*


Oh my my my oh my my my


*Looking for something right*


*ije jogeumeun na algesseo*



*I want something stronger*


*Than a moment*


*than a moment love*


*I have waited longer*


*For a boy with*


*For a boy with luv*


...



~BTS-Boy with luv



Yohan diam-diam merekam aksi Irene yang menari bersama Yonna dan anak-anak lainnya.



"Kak Irene ARMY juga?" Yonna tak percaya Irene bisa mengikuti tariannya. Begitu juga teman-teman Yonna yang lain.



"Hehehehe.. Iya.. Yonna dan yang lain juga ARMY?" Irene mulai canggung karena rasa malunya mulai merambati dirinya usai menari.



"He'emm.." Yonna dan yang lain mengangguk penuh haru menemukan teman sefrekuensi mereka.



"Kim Nam-joon, Kim Seok-jin, Min Yoon-gi, Jung Ho-seok, Park Ji-min, Kim Taehyung, Jeon Jung-kook, BTS! KYAAAAAAAAAA...." Yonna, Irene dan yang lain kompak menyerukan yel-yel khas mereka.



Yohan semakin bete melihat Irene dan adiknya ternyata memiliki hobi yang sama menyukai BTS. Dia merasa menjadi manusia transparan sekarang.



"Yonna udah beli tiket konser oppa Suga?" Irene begitu antusias saat ini.



"Udah dong kak.. Liat kita dapet semua loh," Yonna menunjukan ponselnya.



Irene sudah tidak heran lagi karena pasti Yonna punya koneksi sampai mendapat tiket vip untuknya dan semua teman-temannya.



Para gadis itu berteriak kegirangan.



"Kita nanti nonton bareng ya kak.." Yonna memegang kedua tangan Irene. Irene mengangguk setuju.




Yohan didampingi 2 bodyguard Yonna menenteng beberapa box pizza dan cola.



"Pizza.. Pizza udah dateng guys.. Sini buruan!!!" teriak Yonna memanggil teman-temannya.



Semuanya berkumpul dan mengantri untuk mendapatkan bagiannya.



"Makasih kakaknya Yonna!!" semuanya kompak berteriak.



Yohan mengangguk dan membagikan cola untuk mereka.



"Gak mau makan pizza juga?" Yohan menyodorkan cola untuk Irene. Sebelumnya ia sudah membuka segel penutupnya.



Irene menerimannya dan menggelengkan kepalanya, "Aku masih kenyang.. Kita kan tadi baru makan.."



"Syukur deh anak itu udah ceria lagi.. Kompetisi kemarin Yonna gagal pada babak semifinal," Yohan bercerita kemudian meminum colanya.



"Yah.. Namanya juga kompetisi.. Pasti ada kalah dan menang kan.. Itu kan bisa buat pengalaman untuk Yonna," komentar Irene.



"Indonesia kan masih kurang baik untuk hal seperti itu.. Mungkin nanti Yonna akan pergi ke Korea untuk seleksi ke agensi langsung.." ucap Yohan.



Irene tak percaya yang didengarnya, "Daebak!! Beneran? Wah... Semoga lolos ya.."



"Mama menyarankan untuk langsung pergi ke Korea saja.. Ya meskipun aku kurang paham untuk urusan seperti itu.. Tapi aku rasa Yonna cukup berbakat.. Dan dia juga gak mau pakai koneksi keluarganya," Yohan memandang kearah Yonna yang tampak ceria bersama teman-temannya.



"Usia Yonna kan masih remaja.. Dia dalam tahap puber dan butuh pengakuan.. So.. Maklumi aja," ucap Irene.



Yohan mengangguk setuju.



Malam semakin larut, Yohan mengantar Irene serta Yonna pulang dengan mobilnya.



"Kak Irene tinggal sendirian?" tanya Yonna sesampainya didepan kontrakan Irene.



"Iya.. Kakak ngontrak sendiri.. Lainkali Yonna bisa main kesini.. Sekarang udah larut malam, sebaiknya Yonna segera pulang kerumah," Irene mengelus rambut Yonna lembut.



"Kak Yohan nginep di manshion kan?" tanya Yonna pada Yohan yang bersiap turun.



"Iya.. Daripada bolak-balik ke apartemen kakak lebih baik nginep.. Kamu tunggu dimobil bentar," Yohan pun turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Irene.



"Cepat masuk kerumah.. Jangan lupa cuci kaki dan gosok gigi.." ucap Yohan sambil mengacak-acak rambut Irene.



"Hiish.. Emang aku anak kecil pake diingetin segala.. Udah sana pulang!" ucap Irene kesal.



"Kamu naik duluan.. Sebelum aku memastikan kamu masuk rumah aku gak akan pergi," Yohan serius mengatakannya.



Irene tak mau berdebat panjang karena memikirkan Yonna didalam mobil dan malam juga semakin larut.



Mereka pun berpamitan. Irene naik ke kontrakannya dan masuk kerumah.



Setelah memastikan Irene masuk kerumahnya, Yohan pergi menuju manshion.



"Kakakku si gunung es ternyata bisa bersikap hangat dan romantis juga sama kak Irene.. Kakak beneran suka sama kak Irene?" Yonna mulai menggoda Yohan yang sedang menyetir.



"Iya.. Kakak beneran suka.. Bagaimana menurutmu soal kak Irene?" Yohan meminta pendapat adiknya itu.



"Sepertinya kak Irene orang yang baik, asik, lumayan cantik.. Dan.. Yang paling penting dia juga suka BTS!" jawab Yonna dengan polosnya.



Yohan tersenyum dan mengangguk setuju mendengar pendapat adiknya. Kecuali kesukaan mereka yang satu itu.



Dilain tempat, dikontrakan Irene selesai mandi kemudian merebahkan diri dikasurnya.



"Kok kayak ada yang ngeganjal ya.. Apa ya???" gumam Irene sambil mengingat-ingat apa yang kelupaan.



Irene memutar memori otaknya. Dan akhirnya ketemu dan tak percaya yang diingatnya.



"Yohan suka gue???!" Irene bangkit dari tidurnya.