
Aldo terus tersenyum memandang poto Gisel yang sedang tertidur pulas di atas pembaringan.
"Sayang..! Sekarang Hambali tidak akan berani macam macam denganMu lagi dan, mulai sekarang Aku akan menjaga diriMu seperti Aku menjaga Ibu" ucap Aldo menciumi layar handponenya beberapa kali hingga air liurnya ikut menempel disana.
Setelah benar benar puas menatap wajah Gisel dalam layar handponenya, Aldo berdiri dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari ruangan Itu.
Kaki jenjangnya di ayunkan silih berganti hingga ia tiba di depan pintu life.
Tapi belum juga Ia menginjakkan kakinya dalam lift seorang wanita cantik tiba tiba keluar dari dalam sana.
"Sayang .......! ucap Gina menghamburkan pelukanya dan tanpa Aldo sadari Gina mengambil gambar mereka saat Ia memeluknya.
"Lepaskan...." bentak Aldo sambil mendorong tubuh Gina hingga hambir terjungkal ke belakang.
"Sayang, kenapa kau sekarang kasar sekali! Apa karna Babu itu yang membuatMu seperti ini padaKu" ucap Gina sambil melangkah maju mendekat kearah Aldo.
"Hay! kuingatkan kebadaMu, sekali lagi Kau menyebut Gisel Babu akan ku robek robek mulutMu seperti kain lapuk yang sudah tidak ada Gunanya lagi!" ucap Aldo sambil mendorong tubuh Gina dan segera melangkah masuk kedalam Lift.
Tidak lama kemudian lift membawahnya ke lantai bawah.
Pintu Lift terbuka Aldo segera keluar dari sana.
Aldo melangkah kearah Aula dan berdiri pas di tengah tengah ruang Itu.
"Perhatian semua....."ucap Aldo sambil bertepuka tangan.
Semua karyawan saat itu sedang sibuk dengan aktifitasnya segera berdiri dan bergegas membentuk sebuah barisan di depan Aldo.
"Kalian lihat Lift itu" ucap Aldo sambil menunjuk kearah Lift.
Para karyawan secara bersamaan menoleh kearah Lift.
"Nah ! Itu Khusus CEO kalau ada orang yang menaikinya selain Aku maka, orang yang bertugas hari itu juga siap siap hengkang kaki dari perusahaan ini! Kalian mengerti?" Bentak Aldo meluangkan emosinya yang tadi Ia pendam terhadap Gina.
Tiba tiba pintu life terbuka . Nampak dari dalam sana Gina keluar dan mendekat kearah Aldo.
"Sayang Kau mengumpulkan mereka semua untuk memperkenalkan Aku bukan?" ucap Gina sembari megayut manja di lengan Aldo.
"Dan satu lagi, bila kalian melihat wanita hina ini segera usir Dia dari perusahaan ini, Karna Aku tidak mau melihat Ada pelakor yang bergentayangan di perusahaanKu ini! Kalian paham" ucap Aldo yang berusaha melepas tangan Gina dari lengannya.
Riuh suara karyawan setelah mendengar Aldo menyebut kata pelakor .
Semua mata karyawan memandang kearah Gina dengan tatapan sinis sehingga, Gina merasa sangat malu dibuatnya.
"Huu ..ternyata Dia pelakor! Sayang cantik cantik pelakor" ucap seorang wanita parubaya yang bertubuh gembul.
Aldo menyungginkan bibirnya memandang Gina yang hanya tertunduk malu.
"Ini baru permulaan! Sekali lagi Kau menggangguKu atau mengganggu GiselKu maka hal lebih buruk akan terjadi padaMu" ucap Aldo sedikit berbisik ke telinga Gina.
"Kalian boleh melanjutkan kerjaan kalian lagi! Jangan malas malasan karna Aku menggaji kalian untuk bekerja bukan untuk berleha leham! Paham" ucap Aldo.
"Paham.." ucap mereka serempak lalu meninggalkan Aldo dan Gina dan kembali ke tempat mereka semula untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
"Mulai sekarang Kau jangan lagi menampakkan wajahMu di hadapanKu, karena Aku jijik melihatnya. Pergi dari sini karna semua pria disini sudah punya istri" ucap Aldo sembali meninggalkan Gisel yang masih tertunduk karena malu.
"Aldo...! Kau akan merasakan pembalasaKu melalui Gisel" ucap Gina dengan wajah memerah sembari meyunggingkan bibirnya.
Aldo menjalankan mobilnya menuju kearah Mension. Ia benar benar puas membalas Gina yang dulu seenak hatinya meninggalkan dirinya saat keadaanya terpuruk.
"Kini kita berbalik! Kau dulu yang mencampakkanKu dan sekarang giliranKu yang membuangMu" ucap Aldo begitu puas sudah membalas sakit hatinya kepada Gina.
Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi Aldo sudah memasuki halaman Mensionnya.
Tapi Alangkah terkejutnya Aldo, setelah melihat mobil mewah yang sudah tak asing baginya parkir di depan garasi.
Aldo segera keluar dari dalam mobil dan berlari menuju kearah pintu masuk.
"Lepaskan Dia Surya.........." ucap Elin memegangi tangan seorang laki laki parubaya yang sedang mencekik leher Gisel.
👉beri like, vote, coment dan rate bintang lima gratis kok....trimah kasih.