
Hari demi hari kian berganti, kiti tiba hari pelelangan proyek itu di laksanakan.
Sementara itu di kediaman Aldo. Pria itu sedang menunggui istrinya yang sedang melakukan ritual mandinya sambil memainkankan handponenya diatas pembaringan.
Tidak lama kemudian dari bilik kamar mandi nampak Gisel keluar dengan berbalut handuk kecil menutupi bagian dada sampai sebatas lututnya.
Mata Aldo terbelak melihat penampilan Gisel yang tak biasa menurutnya.
Segera Aldo mematikan handpone miliknya dan berdiri mendekati kearah Gisel.
Aldo memeluk tubuh Gisel dan mencium pundaknya berkali kali.
"Geli sayang" ucap Gisel mencoba menghidari Aldo.
"Kanda kangen! ubur uburnya sudah lama tidak menyelam kedasar laut" balas Aldo terus mengerayangi tubuh istrinya itu.
"Tapi hari ini ada rapat kanda! jadi tahan ya?" ucap Gisel sedikit menghindar.
Aldo tak peduli lagi Nafsunya sudah mengalahkan segalanya. sedikit demi sedikit Ia membuka handuk Gisel dan melemparkanya entah kemana.
"Al......." ucap Gisel yang mulai terbuai oleh cumbuan dari suaminya itu.
"Heem..." Balas Aldo yang terus saja memainkan tanganya di daerah sensitif milik Gisel.
Tak lama kemudian Aldo mengangkat tubuh mungil istrinya naik diatas pembaringa dan meletakkanya dengan sangar pelan.
Gisel hanya pasrah, hanya gumaman nikmat yang sesekali terdengar dari bibir mungilnya itu.
Melihat mangsanya sudah tidak berkutip lagi, Aldo melepaskan kolor hijaunya dan melemparkan entah kemana.
Ubur uburnya mulai memperlihatkan sengatan listriknya, keras bagai kayu yang sudah bertahun tahun tenggelam di dasar laut, Kokoh bak tuguh monas berkepala emas.
"Boleh ya sayang" ucap Aldo penuh dengan nafsu.
Gisel hanya mengangguk karna dirinya juga sudah dikuasai oleh nafsu.
Aldo mengarahkan pentung satpamnya kearah benda sensitif Gisel dengan sangat pelan. Hingga membuat Gisel terbelalak menahan nikmat.
"Oh...." hanya itu yang keluar dari bibir mungil gadis cantik itu setelah ubur ubur milik Aldo mentok semuanya.
Pelan pelan sekali Aldo mengayun tubuhnya hingga Gisel ikut bergoyang untuk mengimbanginya.
Permainan di pagi ini membuat keduanya lupa akan segalanya.
"Al......" seruh Gisel yang sudah di atas puncak.
"Tahan sayang ...Kanda juga sudah ingin meledak" ucap Aldo sambil mencium daun telinga milik Gisel.
Tidak lama kemudian tubuh Aldo ambruk dengan keringat membasahi tubuhnya.
"Trimah kasih sayang....semoga benih ubur uburnya segera tumbuh di dalam sini" ucap Aldo memegangi perut rata milik Gisel.
Gisel hanya tersenyum sambil mengAamiinkan ucapan suaminya di dalam hati.
Kembali keduanya melakukan ritual mandi untuk menghilangkan bau keringat di tubuh mereka.
"Apa kalian tidak makan dulu" ucap Elin yang sudah sedari tadi menunggui mereka di meja makan.
"Maaf Bu, hari ini Gisel tidak bisa menemani Ibu sarapan pagi soalnya, Gisel ada rapat penting pagi ini" ucap Gisel menyalami tangan Elin.
"Kau Aldo! apa kamu juga sama sibuknya dengan Istrimu itu, sehingga kamu juga tidak bisa menemani Ibu untuk sarapan" ucap Elin dengan wajah cemberut.
Gisel memplototkan matanya kepada Aldo.
"Aldo tidak sibuk Bu! kebetulan jadwal Aldo hari ini kosong jadi Aldo bisa menemani Ibu untuk sarapan" ucap Aldo berbohong hanya untuk menyenangkan Ibunya.
Setelah mencium tangan suaminya dan mendapat ciuman di jidatnya. Gisel segerah melangkah keluar sambil menjinjing tas kantor di tanganya.
Di luar mension nampak Joni sudah menungguinya sejak tadi.
"Ayo sekretaris jo! kita sudah terlambat" ucap Gisel sambil memasuki mobil setelah sebelumnya Joni membukakan pintu untuknya.
"Baik ..Nyonya " ucap Joni menutup kembali pintu mobil setelah Gisel sudah duduk di dalam sana.
Tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi sudah melaju dengan kecepatan sedang menuju kantor pelelangan proyek.
Gisel sibuk membaka map yang sedari tadi ada di tanganya. Bibirnya tersenyum setelah melihat siap saja yang ikut dalam pelelangan proyek tersebut.
"Saatnya sudah tiba......." ucapnya dengan pelan tanpa terdengar oleh Joni.
Hampir 10 menit mereka mengendarai mobil tiba tiba mobil tersebut oleng. Joni segera menepikan mobilnya di pinggir trotoar.
"Ada apa ini secretaris Jo" ucap Gisel dengan wajah panik.
"Mungkin ban mobilnya pecah Nyonya" ucap Joni sambil membuka pintu mobil dan keluar dari dalam sana.
"Sial....." ucap Joni menendangi ban mobilnya.
Gisel ikut keluar dari dalam mobil dan melihat ban mobil mereka kurang angin alias kempes.
"Maaf Nyonya" ucap Joni sambil menundukkan kepala.
"Tidak apa apa Jo ! Ini musibah" ucap Gisel menepuk lengan Joni.
"Terus pelelangan proyek itu Nyonya?" ucap Joni lagi.
"Tenanglah Aku akan menghubungi tukan ojek pribadiKu" ucap Gisel sambil membuka tasnya dan mengambil handponen miliknya dari dalam sana.
Tidak lama kemudian sebuah motor singgah di depan mereka.
"Jo kau urus mobilnya! Kalau sudah selesai kau nyusul kesana ya! ucap Gisel memasang helmnya dan duduk gaya cowok Diatas motor.
"Baik Nyonya! maaf untuk kejadian yang tidak terduga ini" ucap Joni dengan raut wajah penuh penyesalan.
Gisel hanya tersenyum menanggapi ucapan Joni.
Tidak lama kemudian motor yang di tumpangi Gisel menjauh meninggalkan Joni dengan ban mobil yang lagi kempes.
👉jangan pelit dong......bagi like,coment dan votenya.