
Mereka berempat melangkah menuju toko yang menjual perlengkapan bayi dan susu untuk Ibu hamil.
"Nak kau mau susu yang rasa apa?" ucap Elin yang lagi sibuk memilih beberapa jenis susu buat Gisel.
"Terserah Ibu yang penting rasanya enak" balas Gisel.
"Masa terserah Ibu si! Kau yang hamil masa Ibu yang nentuin rasanya" balas Elin menatap kearah Gisel.
Sontak mata Melly terbelalak, mulutnya mengaga. Tas yang tadinya Ia tenteng terjatuh begitu saja dari genggaman tanganya.
"Ah apa hamil" ucap Melly sambil menutup mulutnya dengan kedua tanganya.
"Santai aja kali Meong! tidak usah sekaget itu. Nyonya tu ada suami jadi wajar kalau beliau hamil. kalau Kau yang hamil baru tu reaksi Kami bertiga seperti Kamu ini" ucap Jony yang masih saja senang mengerjai Melly.
"Dasar Secretasis Aneh!" Sel ...bisa Kamu jelasin bukan!" ucap Melly menatap kearah Gisel.
"Iya bawel nanti Gisel jelasin tapi, pungut dulu tas mu itu takut keduluan sama Jony" ucap Gisel tersenyum sambil menjulingkan matanya kearah Jony.
"Iiii... jijik Nyonya! tas rombengan kayak gitu. Merknya si oke tapi pasti imitasi" ucap Jony sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
Elin cuman menggeleng geleng kepalanya melihat ulah ke tiganya.
Melly memungut kembali tasnya dan melangkah mendekat kearah Jony.
Pluk......
" Awooo....." ringis Jony kesakitan sambil memegangi celananya menggunakan kedua tanganya.
Melly memukul selengkan Jony menggunakan tas miliknya.
"Rasain ha ha ha ...makanya jangan mengusikku terus" ucap Melly lalu berbalik ke posisinya semul.
"Kau........." Geram Jony yang masih terus memegangi pusaka kebesaranya.
Setelah puas memilih susu, mereka menuju toko pakaian khusus bayi, yang masih satu kawasan dengan toko susu yang tadi. Ketiganya sangat antusias melihat beberapa jenis pakaian yang menurut mereka imut dan lucu lucu.
Sementara Jony yang berada di belakang mereka hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat ke tiga perempuan itu sambil mendorong trolli belanjaan mereka.
"Sel......bagaimana dengan ini! cantik bukan?" ucap Melly sambil mengangkat baju berwarna biru muda dengan hiasan rendah di setiap ujungnya.
Gusel dan Elin yang sibuk memilih baju terpaksa memalingkan wajahnya kearah Melly.
"Iya cantik Mell....Aku suka! Bagaimana Bu apa Ibu juga suka dengan pilihan Melly" ucap Gisel berpaling kearah Elin .
"Siapa dulu dong! tante Melly" ucap Melly begitu bangga sambil tertawa kegirangan.
"Tapi tunggu dulu....! bayinya nanti cewek apa cowok si Bu" ucap Gisel menghentikan pencarianya.
"Cowok atau cewek terserah pokoknya ambil semua yang kalian sukai, sekalian sama penjualnya kalau perlu ha ha ha.." ucap Elin tertawa terbahak bahak diikuti oleh Gisel dan Melly.
"Dasar perempuan" ucap Jony yang sedari tadi membuntuti mereka dari arah belakang.
Setelah merasa cukup kini ketiganya keluar dari toko perlengkapan bayi itu.
"Bu Gisel cape kita Istirahat dulu de disana "ucap Gisel menunjuk kearah kursi panjang yang terbuat dari besi berlapis aluminium.
"Ayo ..." ucap Elin singkat dan berjalan menuju kursi yang di tunjuk Gisel tadi dan diikuti oleh ketiganya.
"Ah.... lega" ucap Gisel dan Melly bersamaan setelah mendudukkan bokongnya diatas kursi.
"Kalian ini masih mudah cepat sekali cape! Lihat dong ibu masih segar bugar seperti belum melakukan apa apa sama sekali.Kalau begitu kalian berdua tunggu disini saja dulu, dan jangan kemana mana. Ibu mau belanja keperluan Ibu sebentar. Apa kalian mau menitip sesuatu" ucap Elin menatap kearah Gisel dan Melly.
Gisel dan Melly saling menatap kemudian keduanya menggeleng tanda tidak ada yang mereka butuhkan.
"Baiklah kalau begitu, Ibu kesana dulu. Ayo Joni ikut denganKu, kita belanja sepuasnya hari ini mumpung Ibu lagi mood untuk menghabisi uang Aldo Ha ha ha" ucap Elin meninggalkan mereka sambil tertawa.
"Ini nitip meong jangan sampai ada yang hilang" ucap Jony meletakkan barang belanjaan mereka di atas kursi pas di samping Melly dan berlari kecil menger Elin.
"Dasar cowok aneh" ucap Melly.
Sepeninggalan Elin dan Jony Melly kemudian menghadap kearah Gisel.
"Apa benar Kau hamil dan Apa kau yakin mau mengandung dan lahirin anak Es balok itu, mengingat kelakuanya dulu begitu kasar padaMu" ucap Melly memegangi kedua tangan Gisel.
"Ya Aku benar benar hamil Melly. Kalau tidak, mana mungkin Aku dan Ibu mertuaKu mau repot repon belanja sebanyak ini. Dan Aku yakin pula akan mengandung dan lahirin buah hati Kami" Balas Gisel sambil tersenyum kepada Melly.
"Apa Kau mencintainya dan Dia mencintaiMu" ucap Melly lagi.
Gisel mengangguk sembari tersenyum.
"Syukurlah Sel ..akhirnya Kau bisa menaklukan gunung Es itu. Aku ikut gembira mendengarnya" ucap Melly sambil memeluk tubuh Gisel.
👉beri like , coment , Vote serta rate bintang limanya ya....trimah kasih.