
Pagi pun tiba matahari mulai tersenyum
memandangi maya pada. Bunga bunga bermekaran menyambut ke hadiranya.
Embun pagi mulai menyingkir dari hijauhnya daun akibat sinarnya yang mulai memanas.
Di Mension, Aldo masih tertidur pulas. Sementara Gisel mulai terjaga, kepalanya pusing dan rasa mual mulai menyerang dirinya.
"Oewek....owek....
Gisel berlari kebilik kecil sambil menutup mulutnya dengan telapak tanganya..
Aldo segera terjaga dari tidur pulasnya seketika, setelah mendengan Gisel mual sembari muntah muntah. Aldo kelonjakan dari atas tempat tidur dan ikut berlari mengikuti Isrinya masuk kedalam bilik kecil.
"Sayang! Kau kenapa? ucap Aldo sambil memijit punggung Gisel yang sedang mengeluarkan seluruh isi perutnya.
"Aku mual dan kepalaKu terasa pusing Al!" ucap Gisel yang terus saja muntah sembari memegangi lehernya.
"Sayang! mungkin ini pengaruh dede didalam kandunganMu!" ucap Aldo yang masih terus memijiti pundak Giser bergantian.
"Ah ...Dede! ucap Gisel sembari melototkan matanya kearah Aldo.
Gisel memang belum tau kalau dirinya sedang mengandung. Karna pada saat pemeriksaan, Ia pingsang dan tertidur sampai pagi. Makanya Ia begitu kaget saat Aldo memberitau kalau ada Dede di dalam rahimnya.
Aldo mengangguk pelan! Tapi merasa takut dengan pandagan Gisel yang seolah olah ingin memangasanya.
"BetulKah Itu Al?" ucap Gisel mempertegas ucapanya.
"Betul Sayang! Maafkan Aku" ucap Aldo sembari menundukkan kepalanya.
Gisel segera melompat ke tubuh Aldo dan mengaitkan kedua tangannya pada leher pria tinggi besar itu sembari tersenyum bahagia mendengar kalau dirinya sedang hamil.
Aldo yang belum siap dengan reaksi Gisel itu kaget dan segera memeluk tubuh mini Gisel agar tidak terjatuh.
"Hati hati Sayang! nanti Kau terjatuh" ucap Aldo sembari memeluk erat Tubuh Istrinya.
Gisel tidak menjawab sama sekali Ia malah makin mempererat pelukanya terhadap Suaminya itu.
"Kau ini...! Ayo kembali ke pembaringan Kau harus banyak istirahat mengingat kandunganMu masih lemah" ucap Aldo sambil mengendong tubuh Gisel keluar dari bilik kecil itu.
Aldo meletakkan tubuh Gisel diatas pembaringan dengan sangat hati hati.
"Aldo ......" teriak Gisel sambil menutup kedua matanya dengan telapak tanganya.
Aldo mengeryitkan dahinya seketika mendengar teriakan Gisel.
"Kau kenapa Sayang ucap"Aldo heran
"Kenapa Kau tidak pake baju dan celanaMu! ubur uburMu bergantungan seperti terong habis di bakar" ucap Gisel menunjuk kearah selengkang Aldo.
Aldo memandang kearah bawah dan melihat ubur uburnya yang sedang layu dan tertidur pulas. Bukanyanya menutup Aldo malah mendekat sembari tersenyum memandang kearah Gisel.
"Bukalah mataMu sayang! Semua juga perna Kau lihat dan Kau sarakan jadi untuk apa Kau malu lagi dengan suamiMu ini"ucap Aldo dengan wajah mesumnya.
Gisel begitu malu bisa bisanya Aldo berkata fulgar di depanya. Tiba tiba Ia membuka mata dan tersenyum kearah Aldo.
"Apa kau bernafsu melihatnya! Atau Kau ingin menambah satu benih lagi di dalam sana" ucap Aldo dengan tersenyum mesum.
Gisel mengangguk sembari mendekat kearah Aldo dan.....
"Awoo.....! Apa yang Kau lakukan pada ubur ubur uburKu sayang. Kenapa Kau tegah sekali menyentilnya"ucap Aldo meringis kesakitan.
"Rasain..! Makanya jangan terlalu mesum! Aku tidak mau bayiKu luka gara gara ulah mesumMu dan keganasan ubur uburMu itu" balas Gisel sembari meninggalkan Aldo dan mengambil handponenya diatas nakas.
Gisel membuka kunci layar handponenya dan tiba tiba mendapat satu pesan dalam bentuk poto melalui aplikasi whatshap.
"Kok ada nomor baru mengirim poto" ucap Gisel mengerutkan dahinya.
Gisel membuka aplikasi whatshapnya dan seketika matanya melotot melihat beberapa poto Aldo sedang berpelukan dengan Gina.
"Astaga! pelakor ini rupanya yang mengirim poto yang tak senonoh ini padaKu! Apa Ia masih belum puas dengan pelajaran yang selama ini Ku berikan padanya" ucap Gisel sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Gisel memandang Kearah Aldo yang sedang memakai celana colornya. Seketika mulutnya tersungging. Entah Ide konyol apa lagi yang ada dalam pikiranya.
Gisel melangkah mendekat kearah Aldo sembari tersenyum menggoda.
Gisel mendorong tubuh Aldo yang tidak berbaju serta menyandarkanya kedinding. Gisel memandangi kedua payudarah pria itu sembari menjilat bibirnya sendiri.
Aldo terbelalak melihat tingkah aneh dari Gisel segera Ia menutup kedua payudaranya dengan kedua tanganya.
"Sayang jangan bilang Kau ingin memperkosaKu" ucap Aldo yang terus melindungi kedua payudaranya dengan kedua tanganya.
"Cepat buka sayang, Aku akan memberikanMu service yang tidak perna Kau lupakan" ucap Gisel sembari menarik tangan Aldo yang menutupi kedua payu daranya.
Aldo cuman pasrah. Pria itu seperti gadis perawan yang baru kena perkosa oleh 9 pria mesum secara bergantian.
Tanpa membuang buang waktu lagi Gisel, langsung menjilat, Melum4t dan memberi tanda merah di area payudara Aldo sembari mengambil beberapa poto dan mengirimnya ke nomor Gina yang tadi mengiriminya poto.
"Rasain...." ucap Gisel .
Tidak lama kemudian handponenya berbunyi tanda ada pesan masuk.
"Sial....perempuan Gila" balas sang pengirim.
Ha .ha ..ha.." makanya jangan coba coba melawanKu atau merebut milikKu karna Aku tidak akan membiarKaanya" ucap Gisel sembari meletakkan kembali handponenya diatas nakas.
Tetapi belum juga Ia berbalik tiba tiba tubuhnya terbang di udara. Dua tangan kekar sedang mengankatnya dan meletakkanya diatas pembaringan.
"Al apa yang Kau lakukan ini" ucap Gisel protes.
"Kau sudah membangunkan ubur uburnya Sayang! jadi Kau harus bertanggung jawab" ucap Aldo yang sudah di penuhi dengan hawa nafsu.
Gisel sudah tidak bisa berkata kata lagi. Terpaksa Ia mempertanggung jawabkan ulahnya yang menggerayangi tubuh Aldo tadi.
Hanya ingin mengerjai Gina malah Ia kena dampaknya.
đŸ‘‰terus beri like, coment vote dan rate bintang lima ya ...upss keluar rumah jangan lupa pake masker ya. lindungi diri kita dan keluarga dari virus corona .....trimah kasih.