ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
77 .JAMUR UBUR UBUR.


Sehabis mandi Gisel langsung keluar kamar mandi setelah sebelumnya mengintip Aldo sudah tidur apa belum.


Setelah mengetahui tidak ada lagi pergerakan dari pria itu Gisel keluar hanya dengan menggunakan handuk sebatas lutut sampai dadanya saja.


Gisel segera membuka box besar yang di bagi mertuanya tadi.


Tapi alangkah terkejutnya ketika melihat isi dalam box tersebut. Beberapa buah baju trasfaran dengan rendah rendah di setiap ujungnya.


"Apa ini ! Kenapa ibu memberiku pakaian kurang bahan, Bahkan kalah trasfaranya dengan kelambu bayi" ucap Gisel sambil mengangkat lingerie dan menerawang setiap jaring jaringnya yang menyerupai kelambu.


Tanpa Ia sadari dua bola pasang mata memperhatikanya dengan tersenyum geli pikiran mesumnya sudah nampak, itu terlihat dari wajahnya yang memerah dan beberapa kali Ia menelan ludahnya sendiri, menahan gejolak dalam dada.


"Ibu benar benar keterlaluan ! Andai Aku belum berjanji kepadanya mungkin, baju ini sudah saya pakai untuk menangkap jentik jentik nyamuk di bak kamar mandi" ujar Gisel mulai membuka handuknya dan memakai pakaian minim itu.


Seluruh lekukan tubuhnya nampak terlihat tembus pandang. ini yang mungkin orang bilang berbaju tapi tetap kelihatan isi dalamnya.


Aldo yang sedari tadi memperhatikanya sudah sangat bernafsu tetapi sekuat mungkin Ia tahan, Pria itu masih saja pura pura tidur supaya Gisel tidak mencurigainya.


Gisel melangkah ke arah pembaringan dengan menutup tubuhnya memakai handuk yang di pakainya tadi.


Dengan pelan pelan sekali Ia naik ke pembaringan supaya Aldo tidak terusik dari tidur lelapnya.


"Ah dingin sekali tega bagat si Ibu lakuin ini padaKu! Apa lagi Tuan Aldo ada lagi disini" ucap Gisel terus menggerutui mertuanya.


Gisel mencoba memejamkan matanya tetapi belum juga Ia menutup mata tiba tiba sebuah tangan besar memeluknya dari belakang.


Mata Gisel seketika membelalak mendapat pelukan dari Aldo. Sekuat tenanga Gisel ingin meloloskan diri dari pria kekar itu tapi tetap saja tidak bisa.


"Tuan lepaskan pelukanMu" ucap Gisel membelai belai tangan Aldo .


Bukannya melepaska Aldo makin mempererat pelukanya dan menyembunyikan wajahnya di punggung Gisel sehingga buluh buluh halus di wajah Aldo menyentuh kulit punggungnya hingga menimbulkan getaran aneh dalam dirinya.


"Oh......" ******* Gisel seketika tanpa Ia sadari.


"Hay gadis kecil Kau berani merangsangKu dengan mendesah seperti itu" ucap aaldo mengangkat wajahnya sejajar dengan Gisel.


Gisel segera meplototkan matanya memandang wajah Aldo yang sejajar debgan wajahnya.


"Mana ada Kanda yang pertama merangsangKu! dengan menggunakan celana boxer tanpa baju dan menciumi punggungku dengan buluh halus di wajah kanda itu" ucap Gisel tak mau kalah .


"Ah Kau pintar sekali bikin Alasan mana ada di dunia ini laki laki merangsang perempuanya! Yang ada tu perempuanya yang merangsang pasanganya" balas Aldo


"Yang Jelas ada buktinya Kanda! ucap Gisel polos.


"Jadi Dinda terangsang dengan body dan ketampanan kanda ini" ucap Aldo sambil menaiki tubuh Gisel dan mengunci kedua tanganya.


Mata mereka saling berpabdangan. Aldo yang sedari tadi dikuasai oleh nafsu langsung *****4* bibir Gisel dengan rakus.


Gisel tidak bisa berbuat apa apa lagi kini Ia hanya pasrah dan membiarkan Aldo melakukan itu padanya.


"Apa kau sudah terangsang sayang"ucap Aldo membelai lembut wajah Gisel.


Melakukan perlakuan romantis dari Aldo, Gisel mengangguk pelan dengan bola mata yang tidak bisa terbaca.


Bola matanya seakan ingin melompat ketika melihat tubuh istrinya itu.


Pelan pelan Sekali Aldo membuka kacamata kuda kudaan milik Gisel dan melakukanya dengan sangat lembut.


Kembali matanya membelalak Andai tidak ditahan oleh kulit matanya mungkin sepasang bola mata itu sudah keluar dengan sendirinya.


Setelah puas menatap tubuh Gisel. Kini Aldo berali ke ban dalam bentuk segutiga terbalik milik Gisel. Kembali untuk kesekian kalinya, Aldo melihat pemandangan indah di bawah sana.


Aldo sudah tidak bisa menahan lagi gejolak hati.


Segera Ia melepaskan sisa kain yang melekat pada dirinya dan melemparkanya ke sembarang arah.


Aldo segera mendekat ke ke tubuh Gisel dan membelai wajah cantik itu dengan lembut.


"Sayang apa kamu sudah siap! Melakukannya malam ini" ucap Aldo nenyingkirkan beberapa helai rambut di wajah Gisel.


Gisel mengangguk pelan.


Puluhan butir keringat membasahi tumbuh diantara mereka berdua hingga berakhir Malam itu di lalui keduanya dengan penuh keromantisan.


👉tetap bagi Like, Coment , vote dan Rate bintang 5 ya ....makasih.