
Gisel terus berlari mengejar kepergian Dewi. Matanya diarahkan ke segala penjuru untuk mencari keberadaan saudara tirinya itu.
Setiap kamar Hotel dan lantai demi lantai Ia datangi tapi belum juga menemukan sosok yang Ia cari.
"Kemana rubah betina itu kenapa gerakannya gesit sekali seperti ular,?" ucap Gisel sambil melap keringatnya yang mulai bercucuran dengan telapak tanganya.
Gisel terus saja berlari kecil mencari keberadaan Dewi. Sudah dua kali Ia mengelilingi seisi hotel itu, tapi tetap saja hasilnya nihil.
Gisel menyandarkan tubuhnya di dinding ruangan paling pojok.Dia begitu lelah, serasa seluruh tenaganya habis terkuras untuk mengegejar Dewi tapi tetap saja tak menemukan sosok yang Ia cari.
Tidak lama kemudian handpone dalam tas Gisel berdering. Gisel membuka tasnya dan mengeluarkan handponenya dari dalam sana.
Gisel menatap layar handponenya dan dari dalam sana tampak Melly sedang memanggil. Mungkin Melly bosan menungguinya atau Melly kuatir akan keadaan Gisel sehingga Melly menghubunginya.
"Hallo Melly ada apa,?" ucap Gisel setelah terjalin hubungan percakapan antara mereka dalam telpone.
"Aku yang harus berkata ada apa,! Kamu dimana sekarang,?"ketus Melly dari ujung handpone.
"Aku masih di kamar kecil. Perut Aku sakit jadi sekalian de "BAB,"balas Gisel berbohong.
"Iya ! cepatlah kalau sampai lima menit Kamu tidak kesini, Aku yang akan kesitu menjemputMu," ancam Melly dari dalam handpone.
"Iya bawel! tunggulah, Aku akan segera kesana " ucap Gisel sambil memutuskan sambungan telepone antara mereka.
Gisel mencoba mengumpulkan tenaganya untuk melangkah, tapi tiba tiba Ia mendengar suara yang sudah tak asing baginya di balik pintu dekat dimana dirinya sedang berdiri saat ini.
"Hay pelayan! Kau campurkan obat perangsang ini kedalam minuman Tuan Aldo dan jangan sampai ketahuan dan pastikan Ia meminumnya barang seteguk saja. Dan ini bayaranMu" ucap Dewi dari dalam ruang dapur.
"Ah ...ternyata dugaanKu benar, siluman rubah itu merencanakan sesuatu. Oh....ternyata sasaranya kali ini adalah suamiKu! oke mari kita bermain" ucap Gisel dalam hati sambil terus mendengar percakapan antara Dewi dan seorang pelayan dalam ruangan itu.
"Baik Nona, Akan aku laksanakan sesuai keinginan Nona dan Ku pastikan Tuan Aldo akan meminumnya! Kalau begitu Nona, Saya permisi dulu " ucap Pelayan itu kepada Dewi dan melangka ke arah pintu.
Mendengar ada suara langkah kaki mendekat kearah pintu, Gisel segera berlari dan bersembunyi di belakang pot yang terbuat dari kramik yang kira kira tingginya ukuran orang dewasa.
Gisel terus memantau ruangan itu, hingga tidak berapa lama kemudian, seorang pria berpakaian pelayan membawah nampan berisi gelas di tanganya dan melangkah menuju ruang Aula dimana pesta kini sedang berlangsung.
Gisel masih terus saja bersembunyi di balik pot raksasa itu hingga Ia melihat Dewi keluar dari ruangan itu sambil menelpon seseorang.
"Papa persiapkan semuanya seperti yang Dewi suruhkan tadi, karna sebentar lagi rencanaKu akan segera dimulai dan ingat di kamar 120 jangan sampai salah kamar" ucap Dewi sambil melangkah menuju Aula.
"Kalian berdua memang tidak ada kapok kapoknya! Oke mari kita lihat! Siapa yang akan sukses nantinya" ucap Gisel sambil melangkah mengikuti Dewi dari belakang.
Tidak lama kemudian, Gisel sudah berada di dalam Aula dan kembali bergabung dengan Melly dan Jony.
"Kau darimana saja! Kenapa lama sekali" ucap Melly menepuk punggung Gisel.
"Nanti Aku ceritakan padaMu. Pokoknya Kamu harus membantuku. Kamu boleh memanggil Rindu untuk membantuMu nanti dalam misi kita kali ini" ucap Gisel yang terus mengawasi pergerakan Dewi yang agak jauh dari mereka saat itu.
"Misi, Wow...kalau itu Aku suka! baiklah komandan serahkan semua padaKu" ucap Melly sambir memberi hormat kepada Gisel.
Dari kejahuan, tampak pria suruh Dewi tadi mendekat kearah Aldo sambil membawa minuman yang di bawahnya sejak tadi dari dapur hotel.
"Tenanglah! biarkan Ia melakukanya" ucap Gisel membentangkan tangan kanannya mencegah pergerakan Jhony.
"Tapi Nyonya! Apa tidak menimbulkan masalah nantinya dengan Tuan" ucap Jony dengan nada kuatir.
"Tidak apa apa jo! Kali ini Kamu dengar baik baik arahanKu. sebentar lagi Aldo akan merasa tidak enak badan, pusing atau apalah namanya akibat pengaruh obat perangsang yang di bagi pria itu padanya dan setelah obat itu bereaksi, ia akan dibawah oleh suruhan Hambali kedalam bilik yang ada di Hotel ini. tugas kamu adalah saat mereka membawa Aldo masuk ke kamar, kamu rebut Aldo dari tangan suruhan Hambali dan jangan lupa ikat atau kamu apakan saja mereka yang penting mereka tidak bertemu dengan Hambali. setelah itu bawah Suamiku pulang dan jangan lupa beri penawar obat itu. Dan sisanya nanti biar kami bereskan" ucap Gisel memberi arahan pada Jhony.
"Baik Nyonya " Balas Jhony.
"Maafkan Aku sayang!membuatMu seperti ini" ucap Gisel dalam hati.
Tidak lama kemudian apa yang diucapkan Gisel benar terjadi.Dari kejauhan Aldo tiba tiba merasa pusing dan dua orang segera melarikanya ke luar Aula.
tampak para tamu undangan merasa panik dengan keadaan Aldo, tapi Hambali bergerak cepat dan segera menenangkan mereka, hingga suasana kembali kondusif seperti sebelumnya.
"Jo lakukan sekarang" ucap Gisel memandang Jhony.
Tanpa bertanya, Jhony langsung berjalan cepat mengejar kedua orang yang membawah Aldo.
"Sekarang GiliranMu! dan kemarikan telingaMu" ucap Gisel pada Melly.
Gisel membisikkan sesuatu di telinga Melly dan diangguk-anggukan kepala oleh Melly.
"Kamu paham Melly..." ucap Gisel
"Paham " ucap Melly sambil menuju kerumunan mencari keberadaan Rindu.
Gisel terus saja mengawasi pergerakan Dewi. kalau dewi masih ada di ruang yang sama denganya, berarti Aldo masih aman, itu yang sekarang ada di pikiran Gisel.
Sementara itu, Jhony terus mengejar dua orang yang membopong tubuh Aldo menujuh sebuah kamar.
Tidak lama kemudian, kedua pria itu masuk kedalam kamar sambil terus membopong tubuh Aldo yang sudah tak berdaya lagi.
Jhony berlari kecil mendekat kearah kamar itu dan mendorong daun pintu kamar dengan sangat kuat.
Tapi, alangkah terkujut Jhony ketika melihat dua pria yang membopong tubuh Aldo tadi sudah terkapar di atas lantai dan mendapati Aldo sedang duduk santai di atas kursi di depan meja sambil meminum habis segelas air mineral yang ada di tanganya.
"Loh kok bisa Tuan! ucap Jhony sambil memplototkan matanya kearah Aldo.
"Kamu masih belum yakin dengan kemampuan TuanMu ini ah.! Kamu jangan lupa Jhony, Aku ini Aldo Ceo paling terkeren, tertampan, tergagah dan terkaya serta terpintar diantara Ceo, Ceo yang ada di kota ini, bahkan yang ada di dunia sekalipun. jadi hal se cuil ini sudah cukup familyar bagiKu! Jadi jangan heran bila hal jahat menjahatin, tipu menipui dan rangsang merangsangi sudah menjadi makanan keseharian Aku" ucap Aldo dengan sombongnya sambil memasukan sebuah botol kecil yang terbuat dari plastik kedalam saku bajunya.
"Kambuh lagi de narsisnya" ucap Jhony dalam hati.
"Kenapa Kamu hanya diam disitu, cepat bantu Aku bereskan mereka! Aku tahu Istri cantikKu itu akan melakukan sesuatu hal disini, jadi jangan sampai sasaran empuknya mengetahui keberadaan kita! dan Jangan lupa, sebelum keluar, mematikan lampunya supaya mereka tidak curiga" ucap Aldo sambil membopong keluar seorang yang tadi membopongnya masuk ke kamar itu.
Setelah dirasa beres Aldo dan Jhony bersembunyi di suatu tempat sambil memantau keadaan melalu CCTV yang ada Hotel itu.
Catatan" bagi teman teman meras gantung atau apalah author minta maaf soalnya Author harus membagi otak ke novel yang satunya...mencari ide agar para teman teman tidak kecewa saat membaca bab beriakutnya jadi sekali lagi Author mohon maaf....🙏🙏🙏
*👉**jangan bosan bosan beri like, love, coment serta rate bintang limanya yang buanyak trimah kasih*.