
Tina dan Dewi terus saja merontah untuk mendekat kearah Aldo, Elin dan Gisel.
Bukan Jhony namanya kalau hal sepele itu bisa dengan mudah lolos dihadapanya.
"Nyonya dan Nona keluarlah. Jangan sampai Aku berbuat kasar pada kalian berdua." bentak Jhony pada Tina dan dewi sambil menarik kedua pergelangan tangan perempuan itu.
"Lepaskan Kami!. Kami ingin bertemu Tuan Aldo, Nyonya Elin dan anak angkat yang bernama Gisel." ucap Tina dengan nada juga membentak Jhony.
Jhony melipat dahinya dan memutar beberapa kali bola matanya, mendengar ucapan Tina mengenai anak angkat yang ditujukan pada Gisel.
"Kalau Nyonya belum tahu tentang seluk beluk keluarga Tuan Aldo jangan" sotta" sekarang kalian pergi atau Aku benar-benar akan menyakiti kalian berdua." balas Jhony terus menarik pergelangan tangan mereka berdua menuju arah pintu keluar.
"Lepasin Jhony Iskandar Hafid." ucap Tina menyebut nama lengkat sekertaris Jhony. Hingga membuat pria itu spontan melepaskan pegangan tanganya pada tangan Tina dan Dewi.
"Dari mana Nyonya mengenal nama lengkap Aku." ucap Jhony sedikit menyondongkan kepalanya kearah Tina.
"Ha..ha ..ha ...Jhony Jhony, Kamu tahu Shanty bukan?. Dia itu sepupuhku jadi wajar dong Aku mengenal bahkan tahu siapa kamu sebenarnya." ucap Tina dengan tatapan sinis kearah Jhony.
"Mereka itu tidak ada lagi hubunganya denganku jadi pergilah dari sini." ucap Jhony geram.
"Tidak ada Hubunganya atau karna merekalah hingga membuat kamu dan Ibumu menderita sejak kecil. Andai tidak di angkat sebagai anak angkat oleh Nyonya Elin pasti kamu sudah jadi gembel atau menjadi penghuni terakhir dari panti asuhan itu." ucap Tina tersenyum memandang kearah Jhony seakan -akan memberi tatapan mengejek pada pria itu.
Kini darah Jhony sudah naik ke ubun-ubun. Wajahnya begitu merah hingga membuat tubuhnya bergetar. Tanganya di angkat ke udara dengan tujuan memberi pukulan pada perempuan parubaya yang sedang membangkitkan emosinya itu.
Tapi belum juga Jhony menyentuh tubuh Tina seseorang sudah berteriak di belakanya.
"Jhony cukup! Jangan kau nodai tanganmu dengan menyentuh perempuan tak tahu malu sepertinya." ucap Elin dengan sedikit teriak kearah Jhony.
Jhony terpaksa menggantung tanganya diudara.
"Sial." ucap Jhony masih dengan rada emosi.
"Andai tidak ada Nyonya Elin sudah Ku ubah wajah mak lampirmu itu menjadi gerandong." ucap Jhony dengan geram sambil menunjuk kearah wajah Tina.
Elin melangkah mendekat kearah Jhony dan mengusak-usap punggungnya dengan sangat lembut. Cara seperti itulah yang sering Elin lakukan untuk mengontrol emosi Aldo dan Jhony saat kedua orang itu dalam keadaan emosi yang tidak terbendung.
Benar adanya, tubuh Jhony sudah tidak bergetar lagi seperti tadi, dan pelan-pelan sekali Jhony merenggangkan kepalan tanganya. Usapan lembut tangan Elin benar benar menjadi obat untuk menekan emosi seorang Jhony.
"Nak tenangkan dirimu. Orang seperti ini tidak layak untuk Kamu sentuh." ucap Elin yang terus membelai lembut punggung Jhony dengan tujuan menetralkan emosinya.
Jhony mengangguk pelan tanda setuju dengan perkataan Elin barusan.
"Untuk apa Anda kemari!. Apa pelajaran waktu itu belum cukup buatmu." icap Elin menatap Tina dengan mimik wajah tak suka.
"Jangan begitu Nyonya. Aku kesini bertujuan memberi suatu penawaran bagus bagi Nyonya demi kebahagian putra putri kita nantinya." balas Tina sembari tersenyum kearah Elin.
Elin dan Jhony saling menatap mereka berdua sungguh merasa heran dengan ucapan Tina barusan.
"Maksud Anda apa? Kebahagian putra-putri Kita? Kok rasanya Aku jijik mendengarnya." ucap Elin sembari mengerutkah dahinya.
"Ah Nyonya ini pandai sekali basa-basinya." balas Tina sembari memukul lembut lengan Elin.
"Sudalah Nyonya Tina"to do poin" saja. Cepat katakan apa sebenarnya tujuan Anda kemari!. Kalau tidak terlalu penting, silahkan pulang karna Aku banyak urusan di banding mengurusi hal-hal yang sama sekali tidak penting bagiku." ucap Elin dengan rada mengusir.
"Aku ingin menawarkan anak Saya yang cantik ini kepada Nyonya untuk di nikahkan dengan putra Anda satu-satu yaitu Tuan Aldo. Lagian Anda sudah mengangkat Gisel putri kami sebagai anak bukan! itu berati ikatan erat keluarga kita akan terjalin dengan baik nantinya, Bagaimana!" ucap Tina menarik tubuh Dewi agar lebih mendekat kearah Elin.
Senin lagi di lanjutin ya! otak Author mulai terasa sakit , ngetiknya hampir seharian Full.
⛔ Upss kabar gembira bagi penggemar Jhony author udah bikin episode pertama tapi author pusing mau publikasikan di lapak mana ?. Dibawah ini ada sedikit kisah Jhony author paparka...