ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
109. ACARA TAHUNAN TIGA NEGARA.


Setelah puas menertawai Aldo kini Gisel mengankat tubuh suaminya yang masih terus berjongkok dihadapanya.


"Berdirilah Al! tak baik di lihatin para pelayan" ucap Gisel menarik tubuh Aldo agar berdiri.


"Ini semua gara gara Kamu sayang! Suami gantengMu ini berbuat tak lazim karna Kamu menjelek jelekkan Aku di depan dede bayi" ucap Aldo pura pura ngambek


"Iya iya maaf sayangKu" ucap Gisel mengusap lembut wajah Aldo yang kini sudah duduk di sampingnya.


"Maaf saja Gitu!" ucap Aldo singkat.


Kembali gisel mengkerutkan dahinya mendegar ucapan Aldo.


"Terus mau Kamu apa sayang!" balas Gisel sembari memandangi Aldo.


"Umma....." ucap Aldo menunjuk pipi kirinya memakai jari telunjuknya.


Gisel memutar balik bola matanya mendengan ucapan Aldo.


"Pasti ada saja Alasan Kamu untuk mendapat apa yang Kamu mau! Baiklah kalau begitu, suruh para pelayan berbalik arah, Aku tidak mau mereka melihat Kita melakukan hal yang tak senonoh seperti yang tadi Kamu lakukan padaKu" ucap Gisel memanyun manyunkan bibirnya.


Aldo yang mendapat angin segar dari ucapan Gisel seraya tersenyum dan bertepuk tangan memberi kode pada pelayan untuk segera berbalik.


"Putar haluan grak" ucap Aldo memberi aba aba kepada para pelayan yang sedang berdiri tak jauh dari tempat mereka saat ini.


Para pelayan serentak berbalik badan dan membelakangi mereka berdua.


"Apa lagi yang Kau tungggu CintaKu, SayangKu" ucap Aldo kepada Gisel yang saat itu pura pura tak melihatnya.


"Baiklah tutup Matamu" ucap Gisel sambil mendekatkan wajahnya kearah Aldo.


Aldo segera menutup Matanya, tapi tidak terlalu rapat. Sehingga Ia masih bisa melihat dengan Jelas Gisel yang sedang mengambil ancang ancang untuk menciumnya.


Gisel memanyunkan bibinya kearah pipi Aldo, tetapi belum juga bibir merah itu menyentuh pipinya. Aldo segera berpaling hingga kedua bibir mereka saling menyatuh satu dengan yang lain.


Gisel memplototkan matanya, Ia ternyata terkena jebakan Batman dari Suaminya.


Gisel segera menarik wajahnya, tapi sayang Aldo sudah memegangnya dengan kuat hingga Ia tidak bisa berbuat apa apa lagi selain menikmatinya.


Aldo terus m3***** bibir merah Gisel hingga sang empunya merontah rontah karena kehabisan napas.


Gisel ngos ngosan dan menarik nafas dalam dalam untuk mengumpulkan kembali oksigen yang sempat hilang dari dalam tubuhnya karena terhirup oleh Aldo.


"SayanKu, Kamu kenapa! Ucap Aldo sembari mengelus elus punggung Gisel.


"Kamu terlalu rakus Al ! seperti ikan piranha yang tidak pernah makan selama tiga hari tiga malam lamanya! lihatlah bibirKu sampai memble karena ulahMu"ucap Gisel sembari menggigit bibir bagian bawahnya.


Bukanya prihatin, Aldo malah terbahak bahak mendengar ucapan Gisel.


"Ha ha ha ...Sayang! Kau tahu tidak? setiap inci dari tubuhMu itu adalah candu bagiKu! Jadi jangan salahkan Aku jika Aku tidak bisa menahan diri saat berada di dekatMu yayangKu" ucap Aldo sembari mencolek dagu Gisel menggunakan jari telunjukknya.


"Apaann Shi! Lebay de" ucap Gisel sembari menundukkan wajahnya karena malu dengan ucapan Aldo.


Tidak lama kemudian Elin datang sembari membawa nampan berisi segelas susu segar.


Karena merasa sangat haus, Aldo segera menyambar susu yang di bawah oleh Ibunya dan meminumnya tanpa bertanya terlebih dulu.


Tapi belum seperberapa titik menyentuh lidahnya Ia kembali memuntahkanya.


"Owek..Owek....


Elin dan Gisel sontak tertawa terbahak bahak.


"Makanya jangan asal nyosor aja! tanya kek!" ucap Elin sambil mengambil susu yang ada di tangan Aldo.


"Ini susu apa si Bu! kenapa rasanya hambar sekali" ucap Aldo yang terus memandang gelas yang berada di tanganya.


"Ini susu buat Ibu hamil! Apa Kau juga hamil seperti IstriMu" ucap Elin kepada Aldo.


Kembali wajah Gisel memerah dibuatnya . Bisa bisanya Aldo berbicara fulgar di depan Ibunya.


"Nak minumlah" ucap Elin sambil memberikan gelas susu itu ke pada Gisel yang sebelumnya di ambil dari tangan Aldo.


Gisel lalu mengambil gelas tersebut dan meminum isinya hingga mentok dan kemudian meletakkanya diatas meja.


Elin kemudian mendudukkan tubuhnya diatas kursi kosong berdampingan dengan Gisel.


"Aku punya hadiah untukMu Nak" ucap Elin sambil memegangi tangan Gisel.


"Hadiah..!" ucap Gisel singkat.


"Iya Khusu buatMu! pelayan bawah dosnya kemari" ucap Elin memanggil seorang pelayang yang sedari tadi berdiri agak jauh dari mereka.


Pelayan itu kemudian datang mendekati mereka bertiga sembari membawah dos ditangannya.


"Ini Nyonya besar" ucap Sang pelayan sambil memberikan sebuah dos berukuran sedikit besar kepada Elin.


"Trimah Kasih Kamu boleh pergi" ucap Elin memerintah pelayan tersebut untuk meninggalkan mereka bertiga.


Setelah kepergian pelayan tadi Elin kemudian memberikan dos itu kepada Gisel.


"Bukalah" ucap Elin menyodorkan dos kearah Gisel.


Gisel segera membukanya dan mendapati sebuah Gaun mewah yang tertata rapi di dalam sana.


Gisel begitu gembira sembari memeluk Nyonya Elin.


"Trimah kasih Bu" ucap Gisel


"Sama sama Nak" ucap Elin sambil membelai lembut rambut Gisel.


Aldo begitu bahagia melihat kedua wanita kesayanganya saling menyayangi satu dengan yang lain.


"Hem! Kok yang disini tidak dapat pelukan" ucap Aldo kepada mereka berdua.


"Kemarilah biar Ibu memeluk kalian berdua" ucap Elin menyuruh Aldo untuk mendekat.


Aldo pun mendekat dan mendapat rangkulan serta pelukan Ibunya.


Setelah puas berpelukan Aldo kembali ke tempatnya semula.


"Al besok malam bukanya acara tahunan antara tiga negara! apa Kamu akan ikut merayakan acara Tahunan itu, seperti tahun lalu?" ucap Elin menatap Aldo.


"Iya Bu ! Aldo pasti ikut karna Aldo yang mencetuskan sekaligus mewakili seluruh perusahaan yang ada di negeeri ini" balas Aldo sambil mengambil gelas berisi teh yang sudah sedari tadi ada diatas meja.


"Acara tahunan tiga negara?" ucap Gisel memotong pembicaraan mereka sakin penasaranya.


"Iya sayang! acara yang di selenggarakan tiap tahunnya bagi pengusaha sukses mulai dari negara Singapura, Malaysia dan pastinya Indonesia" balas Aldo sambil menyeruput teh yang ada di tanganya.


"Kalau begitu Gisel ikut ya" ucap Gisel memegangi lengan Aldo.


Aldo mengeryitkan dahinya sembari meletakkan gelas diatas meja.


"Itu terlalu ramai sayang dan terlalu bahaya buatMu! Lagian siapa nanti yang akan menjagaMu disana. Aku pasti sangat sibuk dengan para kolega kolega Kanda baik dalam maupun luar negeri"balas Aldo memegangi kedua tangan Gisel.


"Aku akan mengajak Melly" balas Gisel.


Setelah melakukan perdebatan yang cukup panjang akhirnya Aldo menyerah.


"Baiklah ..baiklah, Kamu ikut dengan catatan Kamu harus memakai masker. Kanda tidak mau para pria mesum yang ada disana memandangMu dengan tatapan mesum mereka. Dan jangan coba coba melirik pria lain oke" ucap Aldo.


Gisel tersenyum dan memberi hormat tangan kepada Aldo" Oke suamiku".


👉tetap beri vote, coment, like dan rate bintang lima ya trimah kasih...