ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
53. PERTARUNGAN KEHORMATAN.


Aldo terus saja menatapi aduh mulut dianra kedua perempuan itu tanpa ada pergerakan sedikitpun darinya.


"Berani sekali Kau menilaiKu seperti itu wanita kampung ! Kau sungguh tidak sadar diri, lihatlah diriMu sudah norak bau lagi bila di bandingkan denganKu sungguh Kau tidak ada apa apanya dibanding diriKu ini" ucap pelayan itu dengan congkak dihadapan Gisel.


Gisel terdiam sejenak mendengar celoteh wanita yang ada di hadapanya itu dan tidak lama kemudian Ia menarik nafas dalam dalam.


"Apa ngomelnya sudah selesai Nona? Oke mari kita buktikan siapa yang sebenarnya tidak ada apa apanya sekarang ini! Aku atau Kau " ucap Gisel sedikit menentang kepada pelayan itu.


Pelayan itu sedikit kaget mendengan ucapan Gisel yang menentangnya.


Akan tetapi karna sudah terlanjur basah dan malu menarik ucapanya maka dengan sombong Ia memberanikan diri.


"Baiklah ! kalau begitu Aku yang akan memberikan permainan! Hai Novi kamu kemarilah!" ucap pelayan itu sambil memanggil temannya.


Novi yang namanya di panggil segera berlari kecil sambil menundukkan kepala dihadapan sang pelayan.


"Ada apa Nyonya Tiara memanggil saya" ucap Novi sedikit membungkukkan badan menghormati majikanya.


Gisel yang mendengar Novi memanggil Tiara dengan sebutan Nyonya seketika menepuk jidatnya.


"Astaga ternyata dia pemilik toko ini! celaka dua belas " ucap Gisel sedikit mulai goyah keberanianya karna mengetahui siapa yang ada di hadapanya saat ini.


"Kenapa wajahMu memerah? Apa kau takut setelah mengetahui kalau yang berdiri di hadapanMu saat ini adalah orang terpandang dan kaya di kota ini Ah" ucap wanita itu menambah level kesombongnya kepada Gisel.


"Sia...pa bilang Saya takut denganMu! Ayo mulailah permainannya saya sudah tidak sabar lagi melakukanya" ucap Gisel sedikit gugup dan mencoba mengembalikan keberanianya.


Tiara tersenyum mengejek dalam hatinya benar benar yakin kalau Gisel takkan bisa mengalahkanya.


"Baiklah begini permainanya! Kau tunjuk satu handpone buatku dan nantinya Aku akan membayarnya dengan uang cash atau kredit begitu pula sebaliknya dan akan berlanjut seterusnya sampai diantara kita menyerah karna kehabisan uang! Dan kau Novi sebagai saksinya" ucap Tiara menyebutkan peraturan permainan sambil memandang kearah Novi.


Gisel mencoba memutar otak Ia benar benar pasrah dan harus mendapat malu kali ini! tapi seketika matanya memandang kearah Aldo.


"Aha.....Aku akan memafaatkanya kali ini" ucapnya dalam hati sambil tersenyum penuh kegembiraan.


"Ayo mulai! sekarang coba tunjuk padaku handpone yang benar benar mahal yang ada di tokoMu ini!" ucap Gisel penuh percaya diri.


"Perempuan ini benar benar menguji kesabaranku " ucap Tiara dalam hati .


"Novi keluarkan ini dan sebutkan harga nominalnya buat Nona ini " ucap Tiara menunjuk handpone merk buah apel yang di makan tikus bagian atasnya.


Novi segera mengeluarkan sebuah handpone canggih berwarna silver dari dalam box kaca.


Gisel memplototkan matanya mendengar ucapan Novi ..


"Ah empat puluh juta! cuman benda kecil seperti ini setara dengan gajiKu bekerja selama 1 tahun " ucap Gisel tanpa sadar.


"Bagai mana Nona! Apa kau sanggup membayarnya " ucap Tiara dengan nada mengejek.


"Berapa shi! hay kau kemarilah ..." ucap Gisel tidak kalah congkaknya dengan Tiara.


Aldo seketika mengkerutkan dahinya ketika Gisel melambaikan tangannya ke arahnya .


"Permainan apa yang akan di lakukan si Rata itu! Awas saja kalau dia berani mengerjaiku" ucap Aldo sambil memasang maskernya dan berjalan mendekati mereka bertiga.


"Keluarkan kartu kreditnya ..." ucap Gisel menjulurkan telapak tanganya kearah Aldo.


Bagai kucing di ketok kepalanya Aldo merogoh kantong belakanya dan mengeluarkan dompetnya.


"Ini Nyonya Aldo putra sanjaya" ucap Aldo memberikan kartu kredit Infinite dan sedikit tersenyum menyebut namanya.


Tiara tiba tiba membelalakkan matanya ketikan mendengar nama Aldo putra sanjaya pengusaha terkenal, tersohor dan paling di takuti di kota ini.


"Mustahil pasti ini hanya kebetulan! mana mungkin Tuan Aldo memiliki Istri seperti boneka sawah" ucap Tiara kembali memulihkan keberanianya.


Sementara itu Gisel memanyunkan bibirnya setelah menerima kartu kredit dari tangan Aldo.


"Nona Novi silahkan ! ambillah sesuai jumlah dari harga handpone itu " ucap Gisel menyerahkan card Infinite kepada Novi


Mata Novi terbelalak melihat kartu kredit yang sekarang ada di tanganya ...


"Wow luar biasa hanya para orang orang kaya saja yang bisa memeliki kartu kredit seperti ini, Apa Nona yang di hadapanku ini termaksud salah seorang terkaya di kota ini selain Tuan Aldo " ucap Novi terus memandangi kartu yang ada di tangannya saat ini .


catatan :


card visa Infinite


Kartu kredit Visa Infinite tidak ditawarkan untuk umum. Kartu eksklusif ini dimiliki oleh sebagian orang yang memiliki aset di atas US$100 ribu dalam bentuk cash. Batas atau limit kredit mulai dari Rp50 juta hingga unlimited. Namun umumnya hingga Rp250 juta, tergantung dari banyaknya simpanan uang Anda. Semakin banyak uang simpanan Anda, maka semakin besar batas kredit. Beberapa fasilitas yang ditawarkan oleh kartu kredit ini meliputi travel assist, asuransi perjalanan, booking jet pribadi, hingga special priority pass.


👉hay silessurang ogiku dan kawan kawan dari sabang sampai merauke tetap like ,vote ,coment dan favorite ya makasih .