
Setelah Wartawan dan para Ormas itu keluar meninggalkan mereka.
Kini tinggal Hambali, Dewi dan pak penghulu saja yang tinggal dalam bilik itu.
" Dewi ini kah' yang kau Mau! mempermalukanKu dan menjatuhkan harga diriMu sendiri. Coba bayangin apa yang akan terjadi besok! Berita ini akan tersebar luas di Televisi, Media masa dan Dunia maya. mau di taruh dimana muka Aku ini Ah,!"bentak Hambali kepada Dewi yang sedang tertunduk lesuh diatas lantai.
"Tapi pa! ini tidak sesuai dengan apa yang Dewi rencanakan! anak buah papa saja yang tidak becus mengerjakan tugasnya dengan baik" balas Dewi yang terus tertunduk dan menagis karna tidak berani menatap wajah Hambali.
"Kau pandai sekali berkilah! kesalahanMu sendiri, Kamu limpahkan ke orang lain! Kamu sama saja dengan perempuan sial itu" ucap Hambali menambah nada bicaranya semakin meninggi.
"Tapi pa!" ucap Dewi sedikit mendongakkan kepalanya kearah Hambali yang sedang berdiri di hadapanya saat itu.
"Ah sudahlah! Aku malas bicara dengan perempuan bodoh sepertiMu" ucap Hambali sembari berbalik arah menuju kearah pintu keluar.
Tapi belum juga Hambali melangkah Pak penghulu yang bersamanya tadi menghadang langkahnya.
"Pak bagaimana dengan pernikahanya! lanjut atau tidak nich,! tanya Pak penghulu yang sedang berdiri sejajar dengan Hambali saat itu.
"Iya lanjut! nikahkan Dia dengan batang pisang itu! cepat menyingkir dari hadapanKu," ucap Hambali sambil mendorong tubuh Pak penghulu itu sehingga hampir terjungkal kebelakang, lalu melangkah meninggalkan mereka berdua dalam ruangan itu.
"Dasar, Bapak sama anak, sama sama gendengnya," ucap Pak penghulu itu, lalu ikut pergi meninggalkan Dewi di dalam kamar yang tinggal meratapi kebodohanya.
Sementara itu Gisel, Melly dan Rindu yang sedari tadi bersembunyi di belakang dinding, segera keluar dari tempat persembunyian mereka setelah melihat kepergian Hambali.
"Satu Rubah telah menanggung keserakahannya.Tinggal dua rubah lagi akan mengalami hal yang sama" ucap Gisel dalam hati sambil menyunggingkan bibirnya menatap kearah bilik dimana Dewi sedang berada.
Tidak lama kemudian.
Ke tiga tertawa terbahak bahak sambil merentangkan jari jari mereka.
"Cissss....ha ha ha" mereka tertawa kemudian berpelukan gaya ABG masa kini yang rada rada Alay.
"Gila Kalian berdua! Dari mana kalian dapat ide segila itu, hingga bisa membuat mereka berdua malu semalu malunya ,!"ucap Gisel melepas pelukannya.
"Siapa dulu dong kalau bukan Ide Aku, Melly! Kalau masalah menjaili orang jahat, Akulah yang layak kalian cari," ucap Melly dengan bangga sambil tersenyum senyum sendiri.
"Terus batang pisangnya! Kalian dapat dari mana,?" ucap Gisel memandang kearah mereka berdua secara bergantian.
"Kamu masih ingat waktu kita baru masuk ke Hotel ini bukan! waktu itu kita melewati sebuah ruangan yang di penuhi oleh pita pita berwarnah warni dan beberapa batang pisang yang berdiri diruangan itu! " balas Melly menatap Gisel.
"Itu..! Melly yang menyuruhKu memintanya ke pihak Hotel. Ya mau tak mau terpaksa Aku menurutinya! kalau tidak novel ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN gak bakalan Ia pinjamin ke padaKu," ucap Rindu sambil memanyun mayunkan bibirnya kearah Melly.
"Ha ..ha ..ha makanya beli dong jangan HAMIN," balas Melly sambil terkekeh kekeh.
"HAMIN..... ,??" ucap Gisel dan Rindu secara bersamaan.
"Hanya minjam! Ayo Ah kita cari makan, Aku lapar, masa dari tadi kita kerja tidak tapat imbalan sih, " balas Melly sambil memegangi perutnya.
"Iya Aku mau! Terus siapa yang traktir, tak mungkin Aku kan,! Aku baru masuk kerja 7 hari dan belum dapat gaji sama sekali," ucap Rindu memandang mereka secara bergantian.
"Ya iyalah! bukan Engkau atau pun Aku tapi Nyonya besar itu" ucap Melly menunjuk kearah Gisel.
"Iya iya ..., Aku yang traktir. Malam ini kalian bisa makan apa saja yang Kalian berdua 'Nak', dan bisa membawah pulang apa saja yang kalian Mahu," ucap Gisel pada mereka berdua.
"Benarkah!" ucap Rindu dengan girang.
"Benarlah! olang kaya" ucap Melly menirukan orang Tionghoa bertutur.
Ketiganya pun melangkah meninggalkan tempat itu sembari bercanda Ria.
Sementara itu Aldo yang berada di ruang pengontrolan CCTV, tersenyum melihat ulah Istrinya yang baginya tidak masuk akal dan rada rada konyol.
"Aku akan terus membantuMu dan melindungiMu sayang! tanpa Kamu sadari seperti sebelum sebelumnya," ucap Aldo dalam hati sambil tersenyum menatap kepergian Istrinya dan kedua sahabatnya di dalam layar monitor.
"Jony! Ayo antar Aku pulang. Sehabis itu Kamu kembali kemari dan antarkan mereka kembali kerumah masing masing. Satu lagi tetap suruh anak buahMu memantau mereka dari jauh. Jangan sampai ada yang ingin mencelakai mereka" ucap Aldo sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Baik Tuan,"ucap Jony sambil menundukkan kepalanya.
Jony dan Aldo meninggalkan tempat itu dan kembali ke Mension.
Catata" hari minggu libur ya ....
dan Author pasti upayakan ceritanya
sampai tamat jadi tetap setia ya.
đŸ‘‰terus beri like, vote , coment dan rate bintang limanya ya trimah kasih....