ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
104. SOK KENAL.


Elin begitu heran. Ia benar benar tidak tahu dan tidak mengenal kedua sosok wanita yang sedang berdiri di hadapanya saat ini.


"Anda berdua ini siapa ya! Maaf sebelumnya, apa kita saling mengenal! Karna seingat Aku, Aku tidak mengenal kalian sama sekali"ucap Elin dengan dahi mengerut.


"Iya Nyonya Elin! Anda tidak mengenal kami tapi, kami mengenal Anda. Perkenalkan Saya Tina, Istri dari Hambali pengusaha terkenal dan tersohor di kota ini" ucap Tina sambil menyodorkan tanganya kearah Elin.


" Dasar sok kenal " ucap Linda dalam hati dan merasa geram dengan kedua wanita angkuh itu.


"Oh....Istri pak Hambali! Salam kenal kembali" ucap Elin menyambut uluran tangan Tina.


"Perkenalkan juga putri saya Nyonya! Ia termaksud model terkenal di kota ini dan perusahaan Tuan Aldo sering memakainya sebagai Icon dalam memasarkan produk perusahaannya. Ayo Dewi salam tante Elin" ucap Tina sedikit mendorong tubuh Dewi untuk maju.


"Saya Dewi tante Elin" ucap Dewi sambil menyodorkan tanganya kearah Elin.


"Oh NamaMu Dewi, Kau model juga! Tapi kok, Aku tidak perna melihat Kamu muncul di Tivi atau di tabloid tabloid remaja masa kini" ucap Elin sambil menyambut uluran tangan Dewi.


"Mungkin maksud Nyonya Tina, model jam tangan, yang tanganya doang yang kena kamera sedangkan, wajah dan tubuhnya tidak. Jadi wajarlah Kita tidak perna melihat Nona Dewi muncul di Tivi atau tabloid Nyonya. Begitukan maksud Anda Nyonya Tina?" ucap Linda tersenyum puas bisa mengerjain Tina di depan Nyonya Elin.


"Ah ....Linda Kau pandai sekali bergurau" balas Tina sambil membulatkan matanya kepada Linda.


Bukannya takut Linda malah tersenyum melihat wajah Tina yang seakan akan ingin menerkamnya saat itu.


"Tante Apa kabar dengan Kak Aldo?Apa Dia masih sibuk dengan bisnisnya saat ini" ucap Dewi sok Akrab dengan Elin seakan akan Ia kenal betul siapa Aldo.


"CK...Astaga TuhanKu, anak sama Ibu sama sama penjilatnya" ucap Linda sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Iya....Aldo makin sibuk! bisnisnya semakin hari semakin maju hingga Ia sendiri tak tahu kalau hari ini hari apa" jawab Elin sekenanya.


"Hebatnya Kak Aldo....! ngomong ngomong apa Dewi bisa berkunjung ke rumah tante! itupun kalau Tante dan Kak Aldonya ada waktu luang" ucap Dewi menawarkan diri.


"Silahkan Saja! tapi Tante dan Aldo jarang sekali dirumah! Kami berdua sibuk mengurus bisnis masing masing" ucap Elin menolak halus keinginan Dewi.


"Oh ..kalau begitu tidak apalah Tante! Tapi ngomong ngomong apa Kak Aldo sudah punya pacar?" ucap Dewi terus menghujani Elin dengan pertanyaan demi pertanyaan sehingga membuat wanita parubaya itu sedikit jengkel dibuatnya.


"Itu bukan urusan Aku ..Kalau kau mau tanya, tanya sendiri saja padaNya. Linda tolong bungkuskan gaun itu untukKu dan, kirim secepatnya ke Mension masalah pembayaran nanti Aku trasfer ke rekeningMu" ucap Elin sambil berlalu pergi meninggalkan ketiganya.


"Kau ini bodoh sekali! menaklukkan calon Ibu mertuaMu saja Kau tidak bisa, apa lagi menaklukkan Anaknya" ucap Tina mengomeli Dewi.


"Mam tenang saja ini baru permulaan. Masih banyak jalan menuju Roma" balas Dewi dengan yakin bisa mendapatkan hati Aldo.


Linda yang sedari tadi berdiri dan mendengarkan percakapan mereka berdua, hanya menggeleng gelengkan kepalanya.Ia benar benar tidak mengerti dengan sifat kedua wanita siluman itu.


"Ayo Dewi kita pergi dari Butiq rombengan ini. Sudah bajunya jelek mahal lagi" ucap Tina menarik lengan Dewi dan mengajaknya pergi dari tempat itu.


"Tapi Mam! " ucap Dewi merasa tidak relah meninggalkan Butiq itu.


"Ayo....." ucap Tina yang terus menarik lengan Dewi menuju arah pintu keluar.


Linda yang merasa Butiqnya diremehkan oleh Tina begitu emosi.


Belum juga Tina keluar dari dalam Butiqnya, Linda memanggil mereka berdua.


"Nyonya,Nona hari ini ada discaunt 80% buat kelian berdua. Apa Kalian mau mengambilnya"ucap Linda sambil melambaikan tanganya kearah Tina dan Dewi.


Mendengar discaunt Tina dan Dewi sontak ngerem langkah kakinya. Dan berbalik kearah Linda.


"Apa Kau serius" ucap Tina dan Dewi secara bersamaan yang jaraknya sedikit jauh dari Linda.


"Aku sangat serius" balas Linda.


Tina dan Dewi kembali memutar langkahnya dan mendekat kearah Linda.


Tapi, baru dua langkah kaki mereka Ayunkan, Linda sudah mencegalnya.


"Stop.....tapi Boong ha ha ha" ucap Linda terbahak bahak sambil memegangi perutnya.


"Dasar ...perempuan gila" ucap Tina dan Dewi secara bersamaan sambil menghentak hentakkan kakinya diatas lantai.


👉tetap vote , like dan coment serta rate bintang 5 ya teman teman...supaya novelnya makin naik dan Author makin rajin nulisnya.