ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
51.RESTAURANT


Aldo memegangi tangan Gisel memasuki restaurant yang terbilang mewah di kota ini.


Restaurant itu nampak sepih tak ada satupun pengunjung yang terlihat di dalam ruangan restaurant itu.


Oh ternyata Aldo sudah memesan lewat Joni untuk mengosongkan restaurant itu karna ia tidak mau terganggu dengan pengunjung lain saat Ia dan Gisel menikmati sarapan paginya.


Gisel terbengong melihat keadaan restaurant mewah tapi sepih pengunjung, mungkin kalau Aku pasti akan sama dengan Gisel bila ada pada posisinya saat itu coba bayangi Aja kalau melihat tempat mahal berkelas internasional tapi suasanya kaya kubur ngeri bukan ?



Aldo memandang sepintas kearah Gisel! Ada rasa ibah tiba tiba muncul di dalam hatinya.


Aldo tau kalau baru kali ini Gisel menginjakkan kaki di restaurant yang semegah dan semahal ini.


Bukanya tidak mampu keluarga Hambali Ayah Gisel termaksud salah satu orang terpandang dan terkaya dikota ini juga.


Tapi itulah Hambali Ia lebih mementingkan Dewi dan ibunya di banding Gisel .


Mungkin benar kata orang dulu kalau kasih Ibu sangat bedah rasanya dengan kasih Ayah .


"hay katro kenapa bengon saja di situ ayo masuk ! ucap Aldo menarik Gisel lebih kedalam lagi memasuki ruangan restaurant itu.


Karakter Aldo benar benar ya! tadi kasihan sekarang menghina mungkin TUHAN menciptakan manusia bedah beda cara mengungkapkan perhatian atau kasih sayang.


Para pelayan segera menghentikan kegiatanya setelah melihat kedatangan Aldo. mereka mengambil barisan satu satu dan menundukkan kepala menandakan penghormatan dan slamat datang .


"Mari Tuan Aldo kami sudah mempersiapkan semuanya! seperti apa yang telah Tuan Aldo perintahkan" balas seoran pria parubaya yang di kenal sebagai kepala pelayan yang ada di restaurant mahal itu.


"Humm..." gumam Aldo singkat dan kembali lagi ke sifat dinginya yang tidak tau berterimah kasih.


Mereka berdua berjalan menuju ruang VIP yang di sediakan khusus oleh pihak restaurant untuk para tamu terhormat.


Aldo terus mengenggam tangan Gisel seolah olah tak mau melepaskanya walau sedetik.


"Tuan tolong lepaskan!Saya takkan kemana mana kok Tuan!" ucap Gisel sedikit canggung karna beberapa dari pelayan itu memandangnya secara sembunyi sembunyi.


Aldo tidak mempedulikanya sama sekali, Ia terus melangka keruang privasi itu dengan menggeng tangan Gisel.


"Hum......" ucap Aldo pake hidung .


"Trimah kasih pak .." ucap Gisel sembari tersenyum kepada pelayan yang berdiri tepat di depanya saat itu.


"Jangan tersenyum padanya .." ucap Aldo setelah melihat Gisel tersenyum manis melihat kearah pelayan pria itu.


Gisel hanya mengkerutkan dahinya berdebat dengan kura kura ninja ini akan menghabisi banyak waktu dan energinya saja.


Aldo menarik kursih dan mempersilahkan Gisel untuk duduk.


"Duduklah ......" ucapnya sedikit lembut.


Gisel mengangguk pelan sembari mendudukkan tubuhnya.


"Silahkan Tuan ...." Ucap seorang pelayan menarik kursi buat Aldo dan mempersilahanya duduk.


"Hem ....." balasnya lagi.


Dasar orang kaya bisu " ucap Pelayan itu dalam hati setelah mendengar deheman dari mulut Aldo sambil mundur ke belakang kira kira dua langkah dari posisi Aldo dan Gisel saat ini.


"Makanlah yang banyak ...." ucap Aldo sambil mengisikan makanan ke piring milik Gisel.


"Trimah kasih Tuan .." ucap Gisel sambil tersenyum kepada Aldo.


"upss jangan senang dulu! ...sekarang giliranMu" ucap Aldo menyodorkan piring kosongnya ke hadapan Gisel.


Gisel hanya menggeleng geleng kepala Ia segera mengambil piring milik Aldo dan mengisikan nasi dan beberapa jenis lauk dan sayuran di dalamnya.


"Kenapa tidak isi masing masing saja ...sangat merepotkan" gumam gisel dalam hati sambil memberikan kembali piring kepada Aldo.


"Romantis bukan ....! ucap Aldo sambil tersenyum


"Hee.........." ucap Gisel sedikit tersenyum menanggapi ucapan Aldo.


👉tetap semangat beri like, vote , rate bintang lima ,follow dan fovorite ya ...makasih.