
Melly menarik Gisel keluar dari mobil dan membawahnya ke seberang jalan.
"Kenapa kamu lama sekali! dan apa yang kamu lakukan bersama Tuan Aldo di dalam mobil?" ucap Melly sambil mendudukkan Gisel di kursi tempatnya tadi Ia duduk.
"Tadi Aku dusuruh Tuan Aldo untuk menemaninya sarapan, jadi Aku datang terlambat. Soal yang di dalam mobil itu tidak seperti yang Kamu pikirkan" kilah Gisel karena malu telah tertangkap basah oleh Melly tadi.
"Awas saja kalau kamu berani membohongiku! Kamu akan mendapatkan ini" ucap Melly sambil mengarahkan kepalan tanganya kearah Gisel.
"Kamu ini sama saja dengan Tuan Aldo suka sekali mengancamKu" ujar Gisel.
"Hay jangan samakan Aku dengan Dia! Aku melakukan semua ini karna Aku peduli padaMu, Aku tidak mau orang lain bersikap semenah menah terhadapMu Kau paham itu " ucap Melly sambil mendekatkan wajahnya ke arah Melly.
"Iya bawel..." balas Gisel singkat.
"Kalau begitu Ayo ikut" ujar Melly sambil menarik tangan Gisel untuk mengikutinya.
"Kita mau kemana? ucap Gisel sedikit protes tapi tetap melangkahkan kakinya mengikuti Melly.
"Ikut saja jangan banyak protes entar kamu juga tau sendiri kemana tujuan kita sebenarnya" ucap Melly yang terus menarik tangan Gisel menuju sebuah station pertelevisian yang sudah dekat dari popisisi mereka saat ini.
Mereka berdua melangkah mendekati pintu gedung mewah itu, nampak dari sana beberapa wanita cantik dan seksi sedang mengantri di tempat itu.
"Melly memangnya kerjaan Apa si yang Kamu maksudkan itu? kenapa banyak sekali wanita berpakaian minim berkeliaran di tempat ini?" ucap Gisel dengan heran sambil memandang ke sekeliling ruangan itu.
Melly melipat keningnya dan menyentil dahi Gisel dengan telunjuknya.
"Bodoh sekali! itu bukan berkeliaran tapi ngantri tunggu panggilan! sekarang ada audisi model iklan di stasion televisi terbesar di kota ini, Aku yakin orang seperti Kamulah yang mereka butuhkan! lihatlah diriMu, Kamu itu cantik, imut dan mungil walau rada rada **** si ha ha ha" ujar Melly sedikit terbahak.
"Apaan shi! Aku tidak Mau lagian Aku malu mengikuti Audisi seperti ini. Aku mau pulang saja" ucap Gisel sambil beranjak ingin pergi dari tempat itu .
Melly dengan sigap menangkap tanganya dan menariknya kembali ke tempat semula.
Gisel sedikit termenung, Apa yang dikatakan Melly ada benarnya bila suatu saat Aldo membuangnya maka Ia tidak harus bersusah paya untuk mencari pekerjaan dan mendapat penghinaan dari orang orang sombong karna kemiskinaya.
"Baiklah ....Aku akan ikut" ucap Gisel sambil tersenyum kearah Melly .
Melly segera menghamburkan pelukanya.Ada rasa bahagia yang terpancar dari wajah kedua gadis manis itu.
Hampir satu jam mereka menunggu hingga tiba nama Gisel dipanggil melalui micropone.
"No 330 Atas nama Gisel di persilahkan untuk masuk ruangan Audisi" ucap seorang wanita dalam micropone.
"Ayo Gi Kamu pasti Bisa " ucap Melly memberinya semangat.
" Saya gugup Mell..." balas Gisel sambil meremas remas jarinya.
"Tak perlu takut berdoalah terlebih dulu Tuhan pasti akan memberi jalan" ucap Melly sambil mengusap punggung Gisel.
"Baiklah ...Aku masuk. Tolong doakan yang terbaik ya Mell" ucap Gisel dan melangkah memasuki Ruangan Audisi.
Setelah berada dalam Ruang Audisi, Gisel mendapat Arahan dari panitia.
Gisel dimake oper sedemikian rupa oleh para make up propesional dan di beri baju yang sudah disediakan oleh para panitia.
Hampir memakan waktu 30 menit kini Gisel keluar dari ruangan make up semua mata terbelalak melihat kearahnya.
"Sungguh cantik....." ucap seorang pria kemayu dengan rahanya terbuka.
👉tetap like,coment,vote dan follow me gratis kok trimah kasih banyak