
Gisel melangkah masuk kedalam bangunan pencakar langit itu. Nampak dari kejahuan Melly sudah melambai lambaikan tanganya kearah Gisel.
"Kamu ini lama sekali! Aku hampir saja jamuran menungguMu disini" balas Melly sambil memanyun mayunkan bibirnya.
"Maaf maaf jangan marah marah say! nanti wajah cantikMu ini berubah jadi jelek" ucap Gisel sambil mencolek dagu milik Melly.
"Kau ini pintar sekali membuatKu tidak berkutik" ucap Melly sambil menepuk punggung Melly dengan tas kecil yang ada ditanganya.
Gisel terbahak bahak mendengar ucapan Melly.
"Ayo masuk pasti produserMu sudah sedari tadi menungguMu " Ajak Melly sambil menarik pergelangan tangan Gisel.
Mereka berdua melangkah menuju kearah lift.
Tidak lama kemudian mereka sudah berada di depan sebuah ruangan dimana pemotretan akan segera di lakukan.
Gisel mengetuk daun pintu dan mengucap salam sebelum mereka masuk.
Dari balik pintu seorang wanita cantik membukakan mereka pintu.
"Silahkan masuk! Kamu Gisel bukan? Saya Windy produser Kamu" ucap wanita cantik tersebut sambil tersenyum manis lalu menjulurkan tanganya kepada Gisel.
"Betul! Oh jadi Anda produser Saya, Salam kenal" ucap balik Gisel sambil menyambut uluran tangan Windy.
"Nona Windy! Pemotretan akan segera di mulai semua crew sudah siap tinggal menunggu modelnya Saja" ucap seorang pria kemayu kepada Windy.
"Baiklah! Model juga sudah datang mari kita mulai saja! Ayo Gisel kau ganti costum dulu semua keperluanMu sudah ada di dalam bilik itu" ucap Windy
Gisel hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Melly untuk berganti costum dalam bilik yang di tunjukkan oleh Windy tadi.
Tidak lama kemudia kini Gisel sudah berpose dengan beberapa macam Gaya.
Semua crew merasa takjub dengan penampilanya dan kecantikan yang Gisel miliki.
"Oke semua! Kita sudahi hari ini" ucap kameramen tersebut sambil memasukkan kamera digitalnya ke dalam tasnya.
"Akhirnya selesai juga " ucap Gisel sambil menghempaskan tubuhnya diatas sofa yang ada di dalam ruangan itu.
"Kamu benar benar keren Aku salut denganMu Gisel! Minumlah ini " ucap Windy sambil menyodorkan sebuah botol berisi air mineral kepada Gisel.
"Trimah kasih Nona Windy atas pujianya dan air mineralnya" ucap Gisel setelah mengambil botol kecil itu dari tangan Windy.
Mereka berdua saling tersenyum satu dengan yang lain.
Dari arah pintu nampak seorang pria parubaya sedang melangkah kearah mereka berdua. Wajahnya memerah setelah melihat sosok Gisel yang tersenyum lepas disana.
Windy yang menyadari kedatangan seseorang yang tidak asing baginya langsung berdiri mengayut dengan manja kebahu pria parubaya itu.
"Sayang! apa kamu mencariKu" ucap Windi sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Hambali.
Gisel yang melihat kejadian itu langsung membulatkan matanya, Ia benar benar tak percaya kalau gadis secantik Windy punya hubungan khusus dengan Hambali.
Hambali sama sekali tidak menggubris ucapan Windy matanya memerah hanya tertujuh kepada Gisel.
"Hay perempuan sialan! berani beraninya Kamu merebut posisi anakKu menjadi model di perusahaan ini. Sebenarnya guna guna apa yang kau miliki sehingga para juri bodoh itu memilihMu untuk jadi Modelnya" ucap Hambali menunjuk kearah Gisel.
Gisel yang sedari tadi hanya begong melihat kearah mereka berdua kini kembali fokus setelah mendengar ucapan Hambali.
"Maaf mungkin Anda salah orang! Aku tidak perna merebut posisi anak Anda! dan satu lagi yang harus Anda ingat Aku tidak perna menggunakan guna guna untuk memuluskan keinginaKu Tuan Hambali yang terhormat"ucap Gisel mulai sinis kepada Hambali.
"Berani sekali Kamu membantah kata kataKu! pokoknya Kamu harus berhenti jadi Model di perusahaan ini karena AnakKu Dewilah yang berhak untuk itu, kalau tidak Aku akan membuatMu semakin menderita. Kamu paham itu" ucap Hambali dengan sinis.
"Kalau Anak Tuan bisa mengalakanKu, Aku akan senang hati untuk menyerakan semua itu padanya! tapi, nyatanya Anak Tuan masih ada di bawah Aku, jadi kuburkanlah niat Anda itu. Dan, soal ancaman Tuan barusan Aku sudah tidak takut lagi, ingat Tuan Aku bukan Gisel yang dulu yang gampang Anda siksa sesuka hati Anda. Dan mulai saat ini Aku berjanji menghancurkan keluarga Anda. Mulai dari menghancurkan keinginan besar dari anak Anda itu seperti yang terjadi sekarang ini" ucap Gisel dengan nada menentang.
Sementara itu, di balik pintu seseorang yang sedari tadi mendengar pertengkaran antara Gisel dan Hambali tersenyum lebar.
"Aku akan membatunya membalaskan dendamnya tanpa Ia ketahui! Tunggu saja waktunya akan tiba"ucapnya dengan sangat pelan sambil tersenyum lebar.
👉like, coment, dan vote ya makasih banyak.