
Setelah kepergian Dewi dan Mamanya, Suasana kembali normal.
Gisel yang sedang melakukan sesi pemotretan melakukan tugasnya dengan sangat propesional yang membuat kameraman dan sutradara tak perlu mengajarinya terlalu banyak.
"Oke untuk hari ini kurasa cukup" ucap sang kameramen setelah mengambil gambar terakhir.
Gisel menarik nafas legah Akhirnya Ia bisa menyelesaikanya dengan baik.
"Gisel kau benar benar berbakat, walau terbilang baru terjung di dunia modeling tapi kau nampak sudah sangat berpengalaman sekali! semua team sangat bangga bisa bekerja sama denganMu"Ucap Rafel selaku produser yang menangani pemotretan saat itu.
"Trimah kasih bos! Gisel juga sangat bangga dan terkesan bisa bekerja sama dengan orang orang hebat seperti Anda Anda ini"ucap Gisel sambil memandang semua tean yang ada disana.
"Trimah kasih kembali tapi tak usah panggil Bos dong panggil kak Rafel saja supaya kelihatan lebih akrab" Balas rafel menatap kearah Gisel.
Gisel mengangguk mengiyakan ucapan Rafel.
Tidak lama kemudian Gisel beranjak keluar ruang pemotretan. Kedua sahabatnya nampak sedang menungguinya di kursi panjang depan pintu.
"Hay ........" ucap Gisel sambil berlari kecil mendekati mereka berdua.
Kedua sahabatnya sontak kaget dan lekas berdiri dari tempat duduknya .
"Hay ...." ucap Melly dan Rindu sambil berdiri menyambut Gisel dan memeluknya.
Mereka bertiga saling memeluk dan berlompat lompat kegirangan ya kaya ABG ABG gitu de.
"Saatnya makan makan" ucap Rindu tersenyum setelah melepas pelukanya.
Gisel dan Melly memutar mutar kedua bola matanya.
"Makan Saja yang ada di otakMu ini" ucap Melly sambil menyentil dahi Rindu dengan jari telunjuknya.
"Sakit tau! Apa lagi coba cara merayain kemenangan selain makan makan" balas Rindu yang tak mau kalah.
"Manjat pohon" ucap Melly singkat.
"Monyet kalie" balas Rindu sambil manyun.
Gisel dan Melly sontak terbahak bahak dibuatnya.
"Iya Ayo makan Saya yang traktir! Hari ini apapun yang kalian berdua mau makan pokoknya saya yang traktir" ucap Gisel sedikit sombong karna sedang memegang kartu ATM tanpa batas milik Aldo.
"Benarkah ..." ucap Melly dan Rindu bersamaan.
"Iya benar! ..Ayo" ucap Gisel melangkah meninggalkan kedua sahabatnya itu.
"Benaran Gi kita makan di tempat ini" ucap Rindu seolah olah tak yakin kalau Ia akan makan di restaurn termahal itu.
"Iya Gi! Kau tau tidak buang angin saja di dalam restaurn ini harus bayar mahal! Apalagi kalau sudah mencicipi makanya! Kita cari makan tempat Lain saja" Ajak Melly sambil menarik pergelangan tangan Gisel untuk pergi dari tempat itu.
"kalian berdua tidak usah kuatir ! Saya yakin ssnggup membayarnya! Ayo masuk" ucap Gisel sambil menarik kedua lengan sahabatnya itu.
Pelayan restaurant membukakan mereka pintu, nampak dari matanya Ia memandang remeh kepada mereka bertiga.
"Selamat datang! Trimah kasih atas kunjunganya" ucap salah seorang pelayan tersenyum sambil membukakan pintu untuk mereka bertiga.
Gisel, Melly dan Rindu membalas senyumannya dan melangkah memasuki restauran itu.
"Gaya hidup mewah tapi ekonomi lemah! sanggup gak si mereka membayar harga makanan di restauran ini" ucap pelayan itu setelah ketiganya pergi.
Melly dan Rindu terbelalak melihat isi dalam restaurn tidak henti hentinya mereka berdua mengagumi design dalam ruangan itu.
"Waw indah sekali bukan Melly" ucap Rindu meneput bahu Melly tanpa melihatnya karna terkagum dengan Interior ruangan itu.
"Iya Rin! mungkin ini yang pertama dan terakhir Aku memasuki restaurn terindah seperti ini" ucap Melly tanpa mengedipkan mata.
Gisel hanya tersenyum melihat kedua sa habatnya itu! Andai mereka masuk dalam restaurn yang tadi pagi Ia datangi bersama Aldo mungkin mereka berdua Akan kelepak kelepak disana karna melihat isi restsurn termahal di kota ini bahkan di Asia.
"Dasar kampungan " ucap seorang pelayan yang datang menghampiri mereka.
"Maaf Mba! Tolong jaga bicaranya kami kesini mau cari makan bukan cari musuh" ucap Gisel yang tidak terimah pelayan itu mengatai kedua sahabatnya.
"Maaf Nona saya tidak sengaja" ucap Pelayan itu sambil menundukkan kepala.
Setelah ketiganya duduk, pelayan yang tadi segera mendekati mereka bertiga.
"Silahkan pesan Nona nona! semuanya jenis makanan dan minuman sudah ada di daftar menu itu? ucap sang pelayan sambil menunjuk kertas yang ada di atas meja mereka.
"Mba tolong siapkan saja makanan dan minuman yang termahal yang ada di dalam restaurn ini untuk kami bertiga " ucap Gisel sambil mencegah kedua temanya untuk melihat menu, dikarna keduanya pasti menolak untuk makan disana jika melihat harga yang tertera pada setiap makanan dan minuman yang ada di restsurn itu.
"Sombong sekali" ucap pelayan itu samar samar tapi masih di dengar jelas oleh Gisel.
"Mba bukanya sombong tapi kami memang sanggup membayarnya! jadi Mba gak usah kuatir ya" ucap Gisel mulai jengkel kepada pelayan itu yang terus saja memandang remeh kepada mereka bertiga.
"Baiklah Nona Nona saya akan menyediakan makan dan minuman yang termahal yang ada di restaurn ini" balas pelayan tersebut setelahnya memutar balik tubuhnya meninggalkan mereka bertiga menuju ke arah dapur.
👉budayakan like,coment ,vote dan favorite ya...trimah kasih banyak.