Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Resaign


"Bu,, tolong jangan begitu. semua orang juga gak ingin sakit begitu juga Tiara, tapi dia bisa apa Bu.!" bela Bagas


"Tiara, ibu rasa kamu sudah seharusnya merelakan Bagas mendapatkan istri yang lebih baik dari mu, yang bisa merawatnya yang bisa memberinya anak dan tidak sakit-sakitan.!" kata ibu


"Bu,, kalau masih ingin bicara yang buruk pada Tiara. lebih baik ibu pergi aja.!"


"kamu mengusir ibu Bagas, keterlaluan kamu. ya sudah ayo Vera kita pergi.!" jawab ibu dengan menggandeng tangan Vera keluar


"itukan Vera teman kantornya mas Bagas, perempuan yang ada di foto, aku tahu dia tidak tulus pada masa Bagas, dia mendekati mas Bagas hanya karena mas Bagas sudah naik jabatan.!"


"kalau mas Bagas harus menikah lagi, aku iklhas asalkan tidak dengan Vera,!" batin Tiara


"sayang maaf ya, jangan di ambil hati ya ucapan ibu.,!"


"aku rasa apa yang ibu katakan benar, kamu masih muda mas, aku ikhlas jika kamu ingin menceraikan aku.!"


"bicara apa sih kamu,! yang terpenting kamu harus sembuh dan kembali pulang ke rumah.!"


"sayang, aku harus kembali ke kantor dulu, dan pulang ke rumah. besok aku akan datang lagi membawa pakaian untuk mu bersalin.!"


"iya mas,!"


"kamu harus sembuh sayang, aku akan berusaha mencari donor ginjal itu.!"


Bagas pergi setelah mencium kening Tiara. Di luar kamar ternyata Vera dan ibunya masih ada.


"ibu belum pulang,,?"


"ya belum lah, kamu juga harus ke kantor lagi kan, ya udah antarkan ibu pulang baru kalian kembali ke kantor.!"


"aku bisa ke kantor naik mobil online Tante,!" Vera basa basi


"ngapain pesan mobil online kalian kan se kantor, emang kamu keberatan kalau Vera bareng sama kamu Gas,,?"


"gak Bu,,!"


"tuh kan Vera, Bagas gak keberatan ko. sudah ayo, lama-lama disini kepala ibu jadi pusing.!"


Setelah beberapa menit


"kalian hati-hati ya di jalan, dan Vera,,!"


"dah Tante,,!"


Perjalanan ke kantor


"maaf ya pak, tadi aku gak sengaja lewat ruangan bapak dan mendengarkan bapak mau ke rumah sakit.! jadi saya,,,!"


"sudah Vera gak pa pa.!"


"aku turut bersediah atas sakitnya mba Tiara pak, semoga lekas sembuh.!"


"terimakasih!"


****


Di rumah


"assalamualaikum,,?"


"waalaikumsalam iya,,,!" membuka pintu


Bagas mencium tangan ibunya, dan berjalan ke kamar.


"Gas,, ibu mau bicara,,!"


"nanti ya Bu, Bagas mau mandi dulu.!"


Dua jam kemudian,,,


"ibu mau ngomong apa,,?"


"emang Tiara sakit apa sih,,?"


"hanya kelelahan aja Bu, beberapa hari lagi juga sudah boleh pulang.!"


"oohh,, tapi kamu harus tetap pikirkan apa yang ibu katakan Gas,,!"


"Bu, Bagas masih punya istri Bu, Tiara masih hidup. dan Bagas sangat mencintai Tiara Bu, sampai kapan pun Bagas gak akan menceraikan Tiara, ataupun meninggalkan dia untuk menikah lagi.!"


"iya kamu emang punya istri, tapi istri yang sakit dan gak bisa kasih kamu anak, ibu juga pengen Bagas menimang cucu, sampai kapan ibu harus menunggu.!"


"ibu percuma bernegosiasi dengan ku, kalau untuk menyuruh ku menceraikan Tiara,!"


"kalau kamu gak mau ceraikan Tiara, ya gak usah di ceraikan, tapi kamu bisa kan menikah lagi. punya istri yang sehat dan bisa kasih kamu anak,!"


"maaf Bu, itu gak akan terjadi.! Bagas mau istirahat,!"


****


Keesokan harinya


Weekend...


Bagas sudah bangun sejak pagi sudah membawa keluar tas pakaian ganti Tiara, melewati dapur mencium bau masakan, dengan kening berkerut melihat ibu nya duduk di meja makan.


"bau masakan siapa yang lagi masak Bu,,?"


"kamu duduk dulu, dan kita sarapan!"


"Vera, sepagi ini kamu sudah disini,,?"


"iya mas, aku kepikiran kamu dan Tante akan makan apa, jadi aku kesini."


"tuh kan Gas,, kamu liat Vera. udah cantik, pinter masak, perhatian lagi. kamu liat kan rumah rapih kan, udah gak seperti kapal pecah lagi ini semua berkat Vera loh.!" puji ibu


"makasih ya Vera,, jadi ngerepotin kamu,!" jawab Bagas


Dringg,,Dringg,,Dringg,, (suara ponsel Bagas)


"halo sayang,,"


"mas kamu kesini kan,,?"


"iya dong, aku udah siapin baju kamu,!"


Vera menatap kesal,,


"mas Bagas, ayo sarapan dulu, aku ambilin ya, nasi nya banyak apa sedikit..? mau pakai lauk semua kan,,?" Vera sengaja bersuara keras


"Vera dirumah,, sarapan bersama mas Bagas,!" batin Tiara


"ya udah mas,, sarapan dulu aja. kalau udah selesai cepat kesini ya.!"


"iya sayang, kamu mau di bawain apa,,?"


"gak usah, aku mau kamu kesini aja mas.!"


Telepon dimatikan.


"Vera masakan kamu enak loh,, gimana Bagas masakan Vera enak kan,,!"


"iya enak,!"


"ah Tante bisa aja,, terimakasih pujian nya.!"


"Bu,, aku harus pergi ke rumah sakit.!" bangun dan mengambil tas.


****


"sayang,,!"


"mas Bagas,,!"


"maaf ya aku lama ya, tadi jalan ke sini macet. maklumlah kan weekend.!"


"iya gak pa pa mas, yang penting sekarang kamu udah disini. oiya mas, coba tanya dokter kapan aku dibolehkan pulang..?"


"sabar dong sayang, ya udah aku ke ruangan dokter dulu ya,,!"


ceklek...


pintu terbuka


"wah kebetulan dokter datang, istri saya kapan bisa pulang dok,,?"


"sebenarnya saya tidak mengijinkan Bu Tiara pulang, karena harus cuci darah seminggu tiga kali, akan lebih fleksibel kalau pasien di rawat disini.!"


"tapi saya bosan dok,, saya juga sudah di sini hampir seminggu. dan saya merasa agak lebih baik dok..!"


"baiklah, besok Bu Tiara bisa pulang, dan akan kembali sesuai jadwal cuci darah yang saya berikan ya. jangan sampai lewat hari ya Bu, tolong di pantau ya pak istrinya.!"


"iya dokter,, setiap akan cuci darah saya akan mengantar nya. jadi besok sudah bisa pulang Terimakasih Dokter.!"


"iya hari ini cuci darah lagi ya, lalu dihabiskan makanan nya, kemudian istirahat agar besok kondisi ibu semakin sehat,!"


"baik dok,, terimakasih.!"


"kalau begitu saya permisi,,!" dokter pergi


"mas aku gak sabar pengen pulang,,!"


"iya, tapi setelah ini aku mau kamu berhenti kerja ya. aku gak mau kamu lelah,!"


"sampai kapan mas, aku pasti bosan kalau gak kerja,!"


"sampai kamu mendapatkan donor ginjal,!"


"tapi,,!!"


"mau pulang dan berhenti kerja atau tetap rawat inap disini..?"


"iya iya,, aku akan bilang ke bos ku.!"


"bilang sekarang aja, gih cepet telepon.!"


Dengan berat hati Tiara menghubungi bos nya.


"selamat pagi pak, maaf saya mengganggu waktu bapak, saya mau ijin pak saya mau berhenti kerja.!" ucapan Tiara


"loh kenapa,,?"


"saya sudah seminggu di rawat di rumah sakit pak, saya menderita gagal ginjal pak, saya gak bisa terlalu lelah pak. jadi saya pikir lebih baik saya berhenti saja,"


"Tiara,, kamu itu salah satu karyawan saya yang cerdas, saya gak ingin kehilangan kamu. tapi saya juga gak bisa memaksakan kamu untuk tetap kerja, karena itu akan menjadi kesenjangan sosial untuk yang lain. baiklah Tiara, saya akan mengabulkan permohonan resaign kamu. saya juga akan tetap memberikan hak kamu sampai hari kamu kerja. dan satu lagi jika kamu sudah sembuh kamu bisa melamar pekerjaan lagi di tempat saya jika kamu mau.!"


"terimakasih pak, bapak begitu baik dan bijaksana.! sekali lagi terimakasih pak,!"