
Like nya jangan lupa ya...
***___***
Suara mobil memasuki halaman rumah. "nah itu mereka pulang." kata Bu Tiara
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"wah mama papa, udah lama ya?"
"gak sih, kalian dari mana sih?"
Bagas berusaha bersikap sopan pada mertuanya, mencium tangan "maaf saya mau bersih-bersih dulu" kata Bagas lalu ke kamar.
"kita abis dari rumah sakit mah, Bagas gak percaya kalau Putri hamil, dan beneran hamil."
"ya ampun sayang, kamu yang sabar ya. mama doakan semoga bayi mu sehat, ngomong-ngomong kapan kalian mau pindah ke rumah besar?"
"belum tau mah, Bagas belum bilang apa-apa."
'kalau bisa secepatnya pindah, kasian rumah itu cuma diisi pembantu." kata papa
"ehmm nak Putri, tadi waktu di rumah sakit, tanya gak sudah berapa usia kehamilan nya?" tanya ibu Bagas.
"iya sayang, kamu tanya gak?" timpal mama Putri.
"lupa mah, dokternya juga gak bilang apa-apa. Cuma bilang kalau bayi nya sehat aja."
"ya sudah di jaga kandungan nya jangan sampai stres. Maaf ya mama dan papa gak bisa nemenin kamu masih ada beberapa urusan yang belum selesai disana. Dan mama juga gak bisa lama sayang disini, lusa sudah harus berangkat lagi. kamu gak pa pa kan."
"yah, ko cepet amat sih mah pah. Baru juga datang."
"gak apa-apa sayang, kan ada aku." Bagas tiba-tiba ikut menimpali.
"gue harus baik-baik didepan orang tua nya Putri. Dan gue harus tau kejelasan tentang kehamilan Putri yang menurut gue janggal."
"nah iya betul itu, kamu sudah menikah pasti ada yang menemani terus juga bentar lagi akan ada anak lengkap sudah."
"sayang ko tumben kamu manggil aku sayang?" tanya Putri heran
"apa panggilan sayang kepada istri harus ada alasannya?" tanya ku balik
"iya kamu ada-ada aja deh, suami manggil sayang malah di curigai?" tegur mama
Bagas duduk di sebelah Putri, berusaha bersikap manis dan seperti memanjakan istrinya. Meraih tangan Putri dan mengaitkan dengan tangan nya.
"Bagas kenapa ya mendadak jadi romantis gini, apa karena dia udah tau aku hamil jadi dia mulai bersikap baik."
"sayang, maaf ya mam sama papa mau pulang ke rumah dulu, mau istirahat kalian mau ikut atau gak?"
Putri menoleh pada Bagas "ayo kita ikut biar kamu gak kangen kalau nanti ditinggal pergi" ucap Bagas.
"asikkk...kita nginep disana kan selamanya?"
"hemm boleh juga. Sebentar aku siap-siap beresin pakaian dulu ya." Bagas berdiri.
"sayang gak usah bawa pakaian, kita beli aja nanti. Ini mama nya udah mau pulang!" teriak Putri
Setelah berpamitan besan menaiki mobilnya yang kebetulan dijemput oleh supir ketika tiba di bandara tadi. Bagas dan Putri pun berpamitan lalu menaiki mobil mereka mengikuti di belakang.
***
Alin selalu datang awal seperti biasanya, dia menuju loker menaruh tasnya dan mengunci lalu mengambil alat bersih untuk menyapu lantai 4. Ketika dia keluar tangan nya di tarik dan ditempelkan di tembok pantry. Dihadapannya adalah Lusi mengapitnya dengan kedua tangannya.
"eh mba Lusi, ada apa ya mbak?" Alin berusaha tenang
"kamu ada hubungan apa dengan pak Alex?" tanya Lusi langsung.
"gak ada hubungan apa-apa ko mbak, cuma teman."
"kamu berteman sama pak Alex? ko bisa? kamu pasti udah pelet pak Alex ya, supaya deket sama kamu?!"
"astaghfirullah mbak saya mah, gak mungkin make pelet gitu dosa mba. Lagian emang kenapa sih mbak kalau saya deket sama Alex?"
"heh,, dia itu anak nya Bu Linda tau bos kamu! bisa-bisanya kamu manggil dia dengan sebutan nama nya aja. Gak pernah diajarin sopan santun ya sama orang tua kamu.?!"
""mbak urusan kita cuma sampai di anaknya Bu Linda, kenapa jadi bawa-bawa orang tua saya. Ibu saya itu perempuan baik yang mengajarkan saya berbagai ilmu ya, bukan kaya mbak Lusi diajarin ilmu menindas orang."
"kamu anak baru cleaning servis aja belagu ya, berani kamu ngelawan saya?!"
"kan mbak duluan yang mulai, kalau saya berani mba mau apa?" tantang Alin.
Lusi menjambak rambut Alin kebelakang hingga kepalanya mendongak "ini peringatan pertama buat Lo, jauhin pak Alex dan jangan jadi penjilat Bu Linda. Paham!! kalau masih seperti itu akan ada peringatan kedua dan seterusnya, ngerti!!!" Lusi melepaskan cekalan tangannya.
Alin sempat meringis sebentar dan mengusap-usap kepalanya "mbak Lusi kayanya lupa deh kalau di kantor ini ada CCTV ya, perlakuan mba ke saya tadi pasti terekam kamera cctv, apa mba gak takut, dipecat karena kelakuan mbak?" ucap Alin tenang ketika Lusi hendak pergi.
Seketika wajah Lusi berubah panik dan kaget, dia melupakan CCTV karena sudah terlalu geram pada Alin, Dia pikir CCTV baru akan on ketika jam kerja berlangsung.
"kenapa mba muka nya ko kaya yang takut gitu, mulai panik ya?" sindir Alin.
Lusi masih diam berfikir "ruang operator CCTV ada di lantai dua, masa mau gue utak atik sih, nanti kalau jadi rusak gimana? aduh kenapa gue lupa sama cctv sih. kenapa juga gue nindas dia di kantor, bego banget sih gue. Gimana ini jadi nya kalau sampai ada yang engeh sama cctv itu?"
"mba Lusi, baik-baik aja kan? tenang mbak gak akan ada orang yang tau ko, hanya Allah yang melihat semua perbuatan mbak sama saya dan tinggal tunggu aja balasan dari Nya." Alin berlalu melewati Lusi.
"sialan tuh anak, gue harus bikin dia berhenti cari muka di depan Bu Linda. Tapi gak disini, gue harus suruh orang buat nyelidikin siapa si Alin." gumam Lusi
Keadaan masih sangat sepi belum ada karyawan, Alin naik lift ke lantai 4. "aduh sakit juga ya dijambak nenek lampir tadi, tapi baru diingetin soal cctv aja dia udah ketakutan ha-ha-ha ada-ada aja deh, sok berani padahal mah penakut."
Alin membuka pintu ruangan Bu Linda menyapu disana, menyalakan AC lalu menutupnya kembali. Beralih ke ruangan sebelahnya lalu ke lorong dan mengepelnya.
"aduh nenek lampir datang lagi, eh tapi kan ini memang lantai ruangan nya dia."
"kamu lagi, kerjaan cleaning servis masih mau godain anak bos segala lagi! Alin, Alin, kamu punya otak kan dipake buat mikir, mana cocok kamu sama pak Alex." nyinyir Lusi.
"mbak Lusi cemburu ya, asal mbak Lusi tau ya pak Alex itu udah punya pacar tau mbak, cantik lagi pacarnya kaya model, mbak Lusi mah jauh deh bagaikan langit dan bumi."
"bodo amat gue boongin aja sekalian ini cewek, biar patah hati sekalia."
"gak mungkin,, jangan bohong kamu!!"
"kalau gak percaya tanya aja sendiri sama orangnya.?"
Lusi kesal dan pergi ke ruangan nya. Sementara Alin tertawa tawa.
***
Like nya mana😘