Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Cafe Dejavu


Jangan lupa like and vote nya 🤗


***___***


Mereka menikmati mie instan dengan tenang sambil terus menatap layar tv.


"Lin, aku akan bercerai!" ucapnya tiba-tiba


Alin hanya menoleh sekilas lalu kembali melanjutkan makannya masih diam.


"menurut kamu gimana?"


Barulah dia melihat Bagas "kamu yakin mau cerai sama Putri apa sudah dipikirkan matang-matang?"


"dia sudah membohongi aku Lin, kamu tau kan itu bukan anak ku.!" seru Bagas


"beneran deh, aku jadi ngerasa bersalah kalau gini. Tau gitu gak usah aku kasih tau aja soal Putri"


"justru aku terimakasih sama kamu, dari awal aku udah ngerasa ada yang aneh sama Putri, dia terkesan nyembunyiin sesuatu malah pernah dia keluar rumah malam-malam sendiri dan gak mau aku anter coba." cerita Bagas.


"tau ah, aku gak ngerti aku cuma pengen ngelurusin apa yang harus diluruskan, untuk selanjutnya aku gak ikutan deh." jawab Alin.


"setelah bercerai nanti aku pengen nikah Lin sama kamu. Dari dulu aku mendam rasa suka aku ke kamu, kamu tau kan?"


Alin lagi-lagi menoleh "gak mau ah. Udah kaya pelakor beneran habis bikin kalian cerai terus aku nikah sama kamu. Gak gak aku gak mau!!" seru Alin


"kamu gak suka sama aku Lin?"


"saran aku sih kamu pikirin lagi rencana kamu buat ceraiin Putri, lagian dalam Islam kan gak boleh menceraikan istri yang sedang hamil"


Bagas diam.


Alin merasa hati nya sudah tidak lagi memandang Bagas dengan kagum seperti dulu, sudah seperti teman saja kini rasanya. Apalagi ditambah video yang dia rekam dia semakin merasa bersalah meskipun dia hanya ingin menyampaikan kebenaran nya.


Mie di mangkuk pun habis tak tersisa, Alin berdiri membawa mangkuk ke dalam dengan harapan bisa segera menyuruh Bagas pulang. Setelah banyak obrolan mereka yang lebih ke nasehat Alin agar Bagas kembali ke rumah dan menerima Putri sampai akhirnya Bagas memilih pamit karena bosan Alin malah terus membujuk dirinya agar memaafkan Putri.


"aku pamit ya Lin, udah malam."


"pulang ke Putri ya, kasian dia lagi hamil kalau stres dan kenapa-napa nanti kamu juga yang repot."


"biarin aja lah, bukan anak aku ini"


"terserah kamu aja deh, capek ngomongnya juga. Hati-hati!" jawab Alin di depan pintu.


Bagas masuk ke mobil, dari kejauhan ada sebuah mobil lain yang dalam kondisi gelap menatap serius ke arah kost Alin.


Setelah Bagas pergi, Alin baru ingat kalau ponselnya sedang di charger dalam posisi off, segera dia melihat dan menghidupkan nya. Tak lama setelah itu beberapa pesan masuk bunyi pesan masuk terus bersamaan. Alin merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil membuka chat hijau itu dan melihat dengan kening berkerut.


"ini kenapa si Bagas ngirim chat, besok mau ketemuan lagi? lha tadi di sini dia diam aja gak ngomong apa-apa. Mulai aneh deh, mau ngapain coba besok ngajak ketemuan?" gumam Alin


***


Keesokan harinya


Dengan rasa malas Alin masih saja tidur diatas kasurnya, suara dering telepon diabaikannya. Setelah sholat Subuh dia kembali melanjutkan mencari mimpinya yang sempat terputus.


"siapa sih libur-libur ganggu aja?" dengan mata masih tertutup Alin mencari benda yang membuatnya berisik.


Karena tangannya tak bisa menggapai benda berisik itu yang entah ada dimana akhirnya suara dering berhenti dan berganti dengan suara pesan masuk. Alin akhirnya pun duduk mengumpulkan nyawanya yang sempat tercecer di langit ke tujuh. Diambilnya benda yang ternyata ada dibawah kaki nya.


'aku tunggu di cafe Dejavu jam 9'


"nah gitu dong dikasih share lokasi, jadikan aku tinggal ikutin aja. Jam berapa sih sekarang?" Alin melihat jam di layar ponselnya, pukul 07:45


"Udah kepalang bangun, mandi aja deh." bergerak ke kamar mandi.


**


Sementara di tempat lain seorang wanita pun tengah bersiap seperti akan pergi. Bersamaan Bagas pun baru saja pulang ke rumah, karena dari semalam dia tidak kembali.


"kamu dari mana aja?" tanya Putri masih berusaha bersikap manis.


"bukan urusan kamu!" jawab Bagas ketus


"aku mau pergi, kalau memang kamu berniat ingin menceraikan aku silahkan kalau itu akhirnya buat kamu senang." Putri pun akhirnya mengeluarkan kata-kata yang tak ingin ia ucapkan, lalu keluar kamar.


***


Alin sudah tiba di cafe Dejavu sepuluh menit lebih cepat, memilih duduk di meja agak pojok diikuti waiters yang berjalan dibelakangnya.


"mau pesan sekarang mbak?" tanya waiters ramah


"ehm boleh deh bentar ya mba saya lihat menu nya dulu" Alin membuka membolak balik buku menu didepannya.


"saya pesan roti bakar dan teh manis hangat aja mbak" ucapnya


"oke, mohon ditunggu" jawab waiters lalu pergi.


Dia harus mengisi perutnya dengan amunisi agar bisa berfikir jernih. Dari tempatnya duduk dia bisa melihat orang yang keluar dan juga masuk karena berhadapan dengan pintu masuk cafe.


"udah jam 9, mana si Bagas ko belum nongol, jangan-jangan dia ngerjain lagi cuma iseng aja." ucapnya pelan dengan mulut berkerut.


Tak lama masuk seorang wanita hamil yang Alin kenal siapa dia, ketika masuk wanita itu langsung dapat melihat dimana Alin duduk dan segera berjalan ke arahnya.


"itukan si Putri, ngapain dia kesini?"


Putri sudah sampai didepan meja Alin, dia menggeser kursi dan duduk dihadapan Alin tanpa menunggu dipersilahkan.


"hai Alin apa kabar?" tanya nya


"hai juga, kamu kenapa bisa ada disini?" Alin bukannya menjawab malah balik bertanya.


"Lo pasti bingung kan, ngerasa janjian sama suami orang tapi yang datang malah istrinya, iya?!" tebak Putri


"ko tahu, jadi kamu yang minta ketemuan pakai hp Bagas."


"gue gak nyangka Alin, ternyata Lo bisa juga berbuat licik ya. Bukannya Lo udah ikhlas nerima kenyataan kalah Bagas sekarang adalah suami gue, kenapa malah Lo usik dia dengan mengirim video tentang kehamilan gue?"


"Putri cepat atau lambat kebohongan kamu pasti bakal kebongkar juga, dan kebetulan aja saya lah orang yang tau itu. Saya kenal Bagas itu cowok baik, dia bersedia nikah sama kamu karena emang dia pikir itu kesalahan dia. Tapi ternyata kamu yang licik hamil sebelum sama Bagas, dan malam mencari Bagas sebagai pelarian kehamilan kamu." jawab Alin emosi


"jadi Lo mau ikut campur dengan urusan rumah tangga gue,,?!!"


"saya hanya ingin Bagas tau yang sebenarnya, dan tidak lagi ditipu sama kamu, jadi kewajiban saya hanya sampai memberitahu kebenaran sama Bagas, kalau setelah itu hubungan kalian gak lagi harmonis ya itu emang kalian aja gak cocok dari dulu!!" Alin kembali menekankan disetiap ucapannya.


"dengar baik-baik kalau sampai gue menyandang status Janda itu semua karena ulah Lo, dan gue pastikan kalau nasib Lo akan sama seperti gue atau malah lebih menjedihkan" Putri berbalik badan dan pergi.


Tinggal lah Alin yang masih terdiam.


***