Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Mimpi Buruk


"mba Tiara ko seperti nya agak kurusan ya, dan agak pucat apa mba Tiara sakit..?" tanya bi Inah


"iya bi, Tiara lagi kurang sehat, makanya kita kesini supaya Tiara, bisa cepat sembuh.!" jawab Bagas


"oh iya, udara sejuk dan ketenangan memang bisa buat kesehatan semakin membaik.!"


"bi, sudah jangan di ganggu mas Bagas dan mba Tiara nya biarin makan dulu.!" ucap mang Ujang


Sedang menikmati makan siang suara dering ponsel Bagas berulang kali berbunyi.


"mas angkat dulu deh, siapa tahu itu ibu.!" ucap Tiara


"haduh ya udah deh, kamu lanjutin makan nya.!"


Bagas berjalan ke meja ruang tamu, mengambil ponsel nya.


"assalamualaikum Bu,,!"


"waalaikumsalam Bagas, kamu pergi kemana sih, gak pamit sama ibu. pasti ini karena Tiara kan, kalian pergi gak bilang ibu.!"


"maaf ya Bu, kami perginya juga mendadak ko, Bagas mau ngajak Tiara liburan aja Bu, semoga bisa memulihkan kesehatan Tiara.!" jawab Bagas


"kalian dimana sekarang,,!"


"tolong ya Bu, kami sedang liburan. ibu di rumah aja, aku tidak mau Tiara stress karena menerima perkataan kasar ibu pada nya.!"


"siapa mas,,,?!" tanya Tiara


"ibu sayang,,!"


"suruh kesini aja, ibu pasti kesepian sendiri dirumah,,!" ucap Tiara


"Bagas,,,halooo kamu masih ngomong sama ibu kan. ibu dengar Tiara nyuruh ibu kesana, kalian dimana biar ibu nyusul ke sana.!"


"ya udahlah, kami di villa puncak Bu, kalau ibu mau kesini ya udah sini aja,!"


"oke, ibu siap-siap dulu,!"


Telepon terputus


"kenapa mas,,?"


"ibu lagi siap-siap mau kesini,!"


****


"Vera ayo kamu juga ikut Tante ya ke villa Bagas di puncak,!" ajak ibu Bagas


"tapi Tante, apa nanti gak bikin suasana jadi canggung,,?!"


"gak lah, ada Tante tenang aja. ini kesempatan kamu ambil hatinya Bagas, Tante yakin Bagas akan luluh sama kamu.!"


"tapi Vera gak bawa pakaian ganti Tante,,!"


"gampang kamu bisa pakai pakaian Tiara, eh tapi kamar nya Tiara di kunci.!"


"tuh kan,,udahlah Tante aku gak usah ikut deh,!"


"atau kamu kan bisa, beli pakaian aja di toko sekitar villa.! pokoknya kamu temenin Tante, masa Tante berangkat sendiri,!"


"ya udah deh, aku pesen mobil online dulu ya, sambil nunggu Tante beres-beres."


Vera mulai memesan melalui aplikasi kendaraan online, tak butuh waktu lama dapat sebuah mobil sedang menuju ke rumah Bagas.


"Tante ayoo, mobil nya udah otw kesini,!"


"iya, udah ko.!"


Tak lama mereka naik mobil online dan segera pergi ke puncak.


****


"sayang, kamu beneran gak pa pa, nyuruh ibu kesini.?"


"gak pa pa, kasian kan ibu dirumah sendirian.!"


"aku yakin ibu kesini bersama Vera, biarlah aku sudah tidak perduli lagi. mau siapapun wanita yang ibu bawa, aku ikhlas.!" batin Tiara


"mas kamu udah ngantuk apa belum,,? aku mau tidur duluan ya.!"


"ya udah kamu tidur duluan nanti aku nyusul.!"


Tiara pergi ke kamar, meninggalkan Bagas yang masih asik dengan tv nya.


"mas Bagas belum tidur ini sudah jam 9 malam,,?" tanya mang Ujang


"lagi nunggu ibu mang,!"


"wah boleh tuh mang, makasih ya.!"


Mang Ujang ke dapur membuat dua kopi panas karena air nya harus dimasak dulu.


"ini mas kopi nya,,"


"widih,,ngebul banget ya,,!"


"iya sekarang mah ngebul banget, tapi bentar lagi gak butuh waktu lama kalau gak diminum akan langsung berubah jadi es kopi mas he-he-he,," jawab mang Ujang


"ha-ha-ha,,,iya yah bener,sambil di sripit dikit-dikit ya kudu nya.!"


"bener mas,, sok atuh,!"


Bagas dan mang Ujang ngobrol macam-macam, tentang apa pun sampai waktu menunjukkan pukul 11 malam. Sebuah mobil parkir di depan villa.


"itu kaya nya suara mobil deh mang, siapa tau itu ibu.!" kata Bagas berdiri dan berjalan ke luar diikuti mang Ujang.


"Bagas,!!" suara ibu nyaring diikuti seorang wanita di belakang nya.


"ibu kesini kenapa ngajak Vera,,?"


"Bagas, biar ibu ada temen ngobrol di jalan lah, udah ah ibu capek laper,mau makan mau istirahat juga. mang masih ada makanan gak,,?"


"masih Bu di meja makan,ya udah ibu udah datang, ibu ajak Vera makan terus istirahat ya. Bagas mau tidur, udah ngantuk dari tadi nungguin ibu lama.!"


"kamu ini ya, ini kan weekend berangkat siang wajarlah kalau ibu kejebak macet,!"


Bagas berjalan masuk ke dalam kamar, meninggalkan ibu dan Vera.


"mas Bagas, kaya nya ramai banget ibu udah datang ya,?"


"Tiara kamu kebangun karena suara berisik ibu ya, udah tidur lagi ya,,!"


****


"Vera ayo kita makan dulu, baru kita tidur.!"


"iya Tante,!"


Selesai makan tengah malam, mereka berganti pakaian tidur, lalu menuju kamar untuk tidur.


"Tante gak pa pa nih,!"


"gak pa pa, udah jangan ngomong aja Tante ngantuk, besok giliran kamu buat deketin Bagas, ambil hatinya sampai berhasil kalau gak bisa perjuangan kamu akan sia-sia,"


"*iya juga sih, gue sampai nekat ikut kesini cuma demi agar mas Bagas ngelirik gue, dan gue gak boleh gagal."


"gue harus bisa dapetin hatinya mas Bagas, besok akan di mulai, Tiara maaf aku juga mencintai mas Bagas. biarkan aku mendampingi mas Bagas*."


Vera melayang dengan pikirannya sendiri, hingga dia terlelap.


****


Dalam mimpi Tiara


"*Tiara berdiri di depan teras karena lelah mencari Bagas di dalam, ternyata Bagas jalan dengan menggandeng tangan Vera dengan mesra, dari belakang ibu mertunya mulai membuat nya semakin ingin menangis padahal awalnya dia bisa bersikap biasa.


"kamu liat kan cocok banget mereka, serasi ya. senang nya bisa jalan berdua, bergandengan tangan, inget ya bergandengan tangan bukan seperti Bagas memapah kamu ya.!"


"hai mba Tiara, hai Tante,,!" sapa Vera


"sayang, maaf ya aku gak bangunin kamu, aku tadi pergi jalan sama Vera.!" ucap Bagas


"iya gak pa pa,,!" Tiara masuk kedalam


Bagas bukannya mengejar Tiara malah menggandeng Vera masuk dan duduk di ruang tamu.


"mas aku bisa minta tolong gak, belikan aku obat,,?"


"kamu suruh mang Ujang aja ya, aku masih mau nemenin Vera,!"


"mba Tiara istirahat aja, mba keliatan makin pucet tuh mukanya. kasian mas Bagas mba dia masih capek habis jalan sama aku."


"Tiara Tiara mau sampai kapan kamu kekeh, sudah lepaskan aja Bagas biarkan dia mencari kebahagiaan nya. masa seumur hidupnya dihabiskan untuk mengurus orang sakit,!" ucap ibu


"Tiara, apa kamu bisa kesini,,aku mau bicara?" Bagas memanggil


"kenapa mas?"


"aku mau kita cerai ya,, aku sudah tidak sanggup*.!"


"TIDAK,,,,!!!!" Tiara terbangun.