Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Kembali ke Rumah


Keesokan harinya


dihari Minggu...


"sayang kamu semangat banget deh,,!"


"iya, ko dokter nya belum datang ya.!"


"permisi,,,wah ada yang semangat untuk pulang ya,,!" dokter masuk


"sebentar ya saya periksa dulu sebelum pulang,,!" dokter berdiri disamping Tiara memeriksa


**


"oke Bu Tiara, ingat ya jadwal cuci darah nya.!"


"iya dok, Terimakasih.!"


"kalau begitu saya permisi, sebelum pulang harap ke bagian administrasi dulu ya, dan tebus resep ini di apotik ya,,"


"iya dok,,!"


"ayo sayang, kita pulang.!" Bagas memapah Tiara berjalan ke bagian administrasi menyelesaikan pembayaran dan sekalian menembus obat.


"kamu tunggu sini ya,!"


Tiara mengangguk.


Satu jam kemudian...


"sudah beres ini obat dan jadwal kamu, jadi setiap cuci darah buku ini dibawa. untuk melihat perkembangan kondisi kamu.!"


****


Sampai di rumah...


Ting Tong


"assalamualaikum,,!" ucap Bagas


"waalaikumsalam,,!" ibu membuka pintu melihat Bagas kembali membawa Tiara.


"Tiara kamu udah pulang,, emang kamu udah sehat. jangan sampai kamu dirumah malah ngerepotin orang ya,,!" ucap ibu ketus


"Bu,, ko ngomongnya gitu. harusnya ibu doakan Tiara biar semakin sehat, dan kasih semangat Tiara dong.!" jawab Bagas


"insyaallah Bu, saya sudah agak sehat.!"


"eh mba Tiara, udah pulang. semoga dirumah bisa bikin mba cepet sehat ya,,!"


"Vera kamu ngapain disini,?" tanya Bagas


"ibu yang nyuruh dia kesini, abis ibu gak ada temen ngobrol, dan ternyata kita kalau ngobrol nyambung banget ya.!" jawab ibu


"mas, aku mau ke kamar aja.!"


"ya udah yuk, kita ke kamar.!"


****


"mas udah siang, kamu mau makan apa, biar aku masakin.!"


"gak usah kita pesan makanan online aja,!"


"gak perlu, Vera sudah masak, ayo makan.!" ibu tiba-tiba masuk


"ibu ko, nyelonong aja sih,,?" Bagas agak kesal dengan ibunya


"ya kalian pintunya gak di kunci,, udah lah ayo keluar makan siang sudah siap.!" jawab ibu lalu pergi


"ya udah sayang, kita makan yuk kasian Vera udah masak.!"


"ya udah kamu bisa kan duluan ke meja makan nanti aku nyusul, aku mau ke toilet dulu perut ku agak mulas.!"


"ya udah!"


Di meja makan...


"mana Bagas,,?!"


"mas Bagas, nanti nyusul Bu. perut nya sakit.!"


"tuh kan, itu karena kamu berhari-hari gak masak buat Bagas, Bagas harus beli makanan online terus. akibat nya kamu lihat kan.!"


"Tiara kamu gak boleh Egois dong, kamu juga harus pikirkan Bagas. dia juga perlu pendampingan yang bisa ngurus dia. bukan pendamping yang bisanya ngerepotin Bagas.!"


"permisi Tante aku mau ambil minum dulu,,!" merasa tak enak mendengar pembicaraan yang menurutnya menyudutkan Tiara.


"Bu,,, aku ikhlas kalau emang mas Bagas menikah lagi dengan wanita manapun tapi aku mohon Bu jangan dengan Vera.!"


"emang kenapa dengan Vera,,?"


Tiara kembali mengingat saat kejadian di toilet.


Flashback on


"Tiara kamu temui klien kita di Cafe ini ya,!" perintah bos nya


Ternyata di Cafe tak sengaja dia bertemu dengan Bagas dan juga Vera yang sedang makan siang bersama.


"itu kan mas Bagas, itu bukannya Vera temen kantor nya mas Bagas, mereka makan siang bareng.!". batin Tiara


"bagaimana Bu Tiara, apakah sudah cukup tanda tangan saya di sini,,?" tanya klien


"eh, iya pak cukup, terimakasih pak untuk kerjasama nya.!"


"kalau begitu saya permisi,!" balas klien dan pergi


Tiara tak sanggup melihat pemandangan didepannya, dia pergi ke toilet.


"pak Bagas sebentar ya saya terima telepon sebentar,,!" kata Vera


"ya silahkan,,!"


Didalam toilet di depan wastafel Tiara menangis hatinya sedih perasaan nya hancur, walaupun dia berusaha kuat dan belajar tidak egois, makanya dia memilih ke toilet dan tidak melabrak Vera.


"ya haloo ada apaan sih,, ganggu aja deh?!" suara nyaring Vera mendekat


Tiara yang mendengar suara Vera buru-buru masuk kedalam bilik toilet, masih menangis sambil mendengarkan.


"iya gue tahu, Bagas udah punya istri, emang kenapa sih. gue harus dapetin dia, apa lagi dia baru aja naik jabatan.!"


"kalau gue bisa dapetin Bagas, gue gak perlu lagi hidup susah.! udah ya bye,,"


Tiara semakin terisak di dalam bilik toilet, mendengar kenyataan kalau Vera hanya menginginkan harta Bagas.


Dengan kening berkerut Vera mengetuk pintu "mba,, mba nangis ya didalam,, mba gak pa pa kan,,?!"


"gak pa pa ko, cuma kelilipan.!"


Vera yang aneh dengan jawaban wanita didalam bilik tak peduli dan pergi.


Flashback off


"Tiara ko diam,, emang kenapa dengan Vera,,?" tanya ibu lagi


"Vera itu gak tulus Bu, dia itu matre Vera hanya ingin harta mas Bagas aja, apa lagi begitu mas Bagas naik jabatan.!"


"tega sekali kamu mba, memfitnah ku seperti itu. aku mencintai mas Bagas dari dulu, dan aku tulus dengan mas Bagas.!" Vera berjalan mendekati meja makan.


"Tiara kamu dengar sendiri kan, Vera sangat mencintai Bagas. kamu jangan egois.!" ucap ibu


"ada apa ini,,,?!" Bagas datang


"gak ada apa-apa mas,, ayo makan.!"


"ibu baru aja bilang ke Tiara, supaya mengikhlaskan kamu menikah lagi.!" jawab ibu


"Bu bisa gak sih, jangan mojok in aku dan Tiara begitu, karena sampai kapan pun istri ku hanya Tiara seorang gak ada yang lain,!"


"mas udah, kita makan aja.!"


"Bagas ibu gak nyuruh kamu menceraikan Tiara, tapi kamu kan bisa menikah lagi. memiliki istri dua kan gak masalah." jawab ibu


"itu gak akan pernah terjadi Bu,!"


"Vera sebaiknya selesai makan siang, kamu pulang." usir Bagas


"kamu gak bisa usir Vera, ibu yang menyuruh Vera kesini,!"


Bagas diam.


"gak pa pa Tante, setelah makan Vera akan pulang. gampang kalau Tante butuh teman ngobrol lagi bisa hubungi Vera.!"


"ya udah deh,, dimakan dulu masakan kamu nya."


****


Seminggu berlalu di hari Jumat siang dikantor rapat dadakan.


"jadi saya harap besok malam jam 7 kalian semua bisa hadir dan membawa pasangan kalian ya.!" kata pak bos


"baik pak.!"


****


Begitu sampai di rumah


"sayang besok kita di undang ke acara pak bos, kamu bisa ikut kan.?"


"insyaallah mas,,!"


"Halah, emang kamu kuat Tiara, datang ke acara ramai begitu.? jangan memaksakan diri lah, yang ada kamu malah bikin repot Bagas.!" ibu lagi-lagi masuk ke kamar


"insyaallah Tiara kuat Bu, lagian kan waktunya juga masih besok malam, masih ada kesempatan Tiara untuk istirahat sebelum pergi.!"


"iya sayang kamu istirahat aja ya, gak usah mengerjakan pekerjaan rumah,!" jawab Bagas


"widih,,, enak ya.. lalu siapa yang beberes rumah..?"


"Bu, kan Bagas sudah panggil tetangga kampung sebelah komplek, buat datang bersih-bersih rumah setiap hari.!"


"itu namanya pemborosan Bagas,,!" kata ibu lalu pergi.