Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Ulang Tahun


Beberapa hari kemudian...


Jum'at Tanggal 17 September


Di kantor...


"dari kemarin Tiara gak nyinggung soal ulang tahun nya, dia lupa atau sengaja ya,!"


"aku harus pulang lebih cepat nih, sebelumnya aku mau mampir ke toko bunga dulu mengambil pesenan bunga ku.!"


Bagas berjalan ke ruangan bos nya


"permisi pak, saya mohon ijin nanti saya mau pulang lebih awal pak, ada keperluan keluarga, istri saya ulang tahun.!"


"Bagas, kamu baik-baik aja kan. ko muka mu agak pucat sih, kamu sakit,,!"


"gak sakit pak, mungkin kelelahan aja, karena belakang ini saya harus merawat istri saya pak,!"


"ya udah kalau begitu oke, kamu hati-hati ya.!"


"baik pak, terimakasih.!"


Bagas kembali ke ruangan nya melanjutkan sisa pekerjaan nya sebelum pergi.


Sepeninggalan Bagas keluar pak bos agak sedikit curiga melihat kelakuan Bagas beberapa hari kemudian ini.


"agak aneh deh si Bagas itu, dari kemarin dia selalu menyelesaikan kerjaan nya dengan cepat. kaya orang mau resaign aja deh, bahkan kerja an yang belum deadline nya juga sudah dia kerjakan.!" gumam bos


"sudahlah, mungkin dia lagi semangat kerja aja kali,!"


****


Sementara di rumah..


Tiara duduk di halaman belakang dengan kue ulang tahun di depan nya dengan angka yang bertuliskan 28 yang menyala juga sebuah buku dan pulpen.


Tiara juga menyalakan lagu dari ponselnya, lagu kesukaan nya yaitu lagu Rossa yang judulnya Hati Yang Kau Sakiti. Musik mulai mengalun sendu.


Jangan pernah katakan bahwa


Cintamu hanyalah untukku


Karena kini kau telah membaginya


Maafkan jika memang kini


Harus kutinggalkan dirimu


Karena hatiku selalu kau lukai


Tak ada lagi yang bisa 'ku


Lakukan tanpamu


'Ku hanya bisa mengatakan


Apa yang kurasa


'Ku menangis membayangkan


Betapa kejamnya dirimu atas diriku


Kau duakan cinta ini


Kau pergi bersamany


'Ku menangis melepaskan


Kepergian dirimu dari sisi hidupku


Harus selalu kau tahu


Akulah hati yang telah kau sakiti


Maafkan jika memang kini


Harus kutinggalkan dirimu


Karena hatiku selalu kau lukai


Tak ada lagi yang bisa 'ku


Lakukan tanpamu


'Ku hanya bisa mengatakan


Apa yang kurasa


'Ku menangis membayangkan


Betapa…


"gak nyangka aku masih bisa merayakan ulang tahun ku, tapi aku rasa ini akan jadi hari ulang tahun ku yang terakhir. Gak akan lagi ada ulang tahun, karena mungkin umurku tidak akan sampai tahun depan.!" gumam Tiara sedih


"mas Bagas, maafkan aku tidak bisa lagi menemani mu."


*mas Bagas, kamu adalah hadiah terindah dalam hidupku. mencintaimu adalah kebahagiaan ku dan bisa hidup bersama mu adalah anugerah untuk ku.


maafkan aku mas, kalau nanti aku tidak bisa lagi menemui ku sampai tua, seperti janji kita dulu menua bersama, tapi aku akan selalu setia dengan janji ku sendiri akan sehidup semati dengan mu.


maafkan aku mas, tidak bisa menjadi istri yang memberikan mu kebahagiaan dengan hadirnya seorang anak dan malah memberi mu istri yang penyakitan.


aku ikhlas mas, jika nanti aku pergi aku harap kamu tidak larut dalam kesedihan dan bangkit melanjutkan hidup mu, aku rela kamu menikah lagi mas, bahagia dengan pasangan mu yang baru, memiliki keluarga baru dengan anak-anaknya yang lucu*.


Tiara sudah tak bisa lagi membendung air matanya, berkali-kali mengalir deras menjatuhi pipi.


Sampai akhirnya dia kaget dan tersadar begitu ponselnya berdering menyanyikan reff lagu kesukaan nya berulang kali, Tiara menoleh.


"telepon dari ibu,,?" Tiara segera menghapus air mata dan menetralkan lagi suaranya yang sudah berubah.


"ya haloo Bu,, ada apa.!"


"Tiara,,, cepat kamu kesini, ke rumah sakit Pelita Sehat ya Bagas kecelakaan.!" teriak ibu disana terdengar panik


"apa mas Bagas kecelakaan,, ya Allah,, iya Bu Tiara kesana.


Tiara memutuskan sambungan telepon nya, bergegas ke kamar mengambil tas nya dan pergi dengan mobilnya.


****


Rumah Sakit Pelita Sehat


"suster, pasien atas nama Bagas yang datang karena kecelakaan ada di mana sus,,?"


"di IGD Bu,,!"


"terimakasih,!" Tiara langsung berlari seperti ada kekuatan cepat yang mendorongnya terus berjalan tanpa henti dan lelah.


Sementara di IGD


"Bu,, mana Tiara,?!" Bagas dengan kening berdarah-darah suara terbata-bata


"sabar Gas, Tiara sebentar lagi datang.!"


Brakkkkk


"mas Bagas,,!" Tiara berhamburan memeluk Bagas dengan air mata


"Tiara, istriku, selamat ulang tahun ya. maafkan aku tidak bisa memenuhi janji kita untuk menua bersama, aku berdoa semoga kamu selalu sehat dan akan terus sehat.!"


"udah mas gak usah bicara dulu,!"


Dokter masuk


"dokter cepat sembuhkan suami saya.!" Tiara mulai kalut


"dokter ini istri saya, tolong jika saya meninggal donorkan ginjal saya untuk istri saya ini, karena dia harus sehat dokter. Tiara gak boleh sakit.!" pinta Bagas


"gak mas,, mas Bagas gak boleh bicara gitu.!"


"aku akan selalu mencintaimu, dengan ginjal ku yang nanti ada di tubuhmu, kita akan bisa menua bersama. kamu harus janji kamu harus sehat dan terus meee llaaan jjjutkan hiii,, dduup mu.!" Diam


"mas Bagas,, dokter cepat.. sembuhkan mas Bagas.. dokter,,!!" teriak Tiara


Dokter memeriksa mata, detak jantung, dan denyut nadi tapi tidak menemukan.


"pak Bagas telah pergi Bu,,!" ucap dokter


"gak dokter,, mas Bagas,, bangun mas, kenapa jadi kamu yang pergi ninggalin aku, harus nya aku mas..!! bangunnn!!!" tangis Tiara


"Tiara kamu yang tenang ya, sabar, ikhlas kan Bagas, ingat janji nya kamu harus sehat.!" ucap ibu


"mari Bu,, kita mulai operasi pencangkokan ginjal nya. karena jenasah harus segera di mandikan.!" kata dokter


Akhirnya dengan berat hati Tiara berjalan di papah ibu mengikuti dokter ke ruang operasi.


Beberapa jam kemudian...


Tiara sudah ada di kamar rawat rumah sakit sendiri menatap langit-langit, masih dengan perasaan tak menyangka apa yang baru saja terjadi.


"Tiara,,!" panggil ibu


"Alhamdulillah operasi kamu berhasil, sekarang ginjal Bagas ada di tubuh mu, kalian akan hidup bersama dan menua bersama seperti janji kalian." ucap ibu


"mas Bagas Bu,,!"


"Bagas sudah tenang di surga nak, jangan lagi kamu memikirkan Bagas, ingat pesan Bagas.!"


"oiya ini ibu menemukan bunga ini di mobil Bagas,!" menyerahkan buket bunga mawar merah kesukaan Tiara


"bunga mawar,,!" gumam Tiara pelan menerima bunga itu dan mengambil kertas bertuliskan di dalamnya.


Tiara sayang, Tiara istri ku. selamat ulang tahun yang ke 28. doa ku di hari ulang tahun mu, kamu selalu sehat, tidak sakit lagi, tidak menangis lagi, dan terus melanjutkan hidup mu. Aku akan selalu mencintaimu.


Dari suami yang menyayangi mu


Bagas


Tiara lagi dan lagi menangis sambil memeluk buket bunga itu.