
Sampai di toko...
"ayo pak mampir dulu." ajak Tiara
"maaf Ra, saya gak mampir udah sore kapan-kapan saya bisa datang lagi."
"oh gitu oke lah. hati-hati pak." jawab Tiara lalu turun.
Begitu mobil pak Andi menjauh dan dia berbalik badan sudah nampak anak dan karyawan nya berdiri di depan toko dengan tatapan tajam penuh tanda tanya.
"kalian berdua kenapa?" tanya Tiara berjalan masuk ke toko.
Mereka pun segera kedalam menyusul Tiara.
"mama habis dari mana, makan siang lama amat" kepo Bagas
"oooh, itu tadi mantan bos ibu, dia kan punya konfeksi baju muslim dan tadi dia ngajak ibu kerjasama gitu, dia mau supplay barang produksi nya,"
"pasti ada udang di balik bakwan deh itu," ledek Alin
"kalau itu mah enak Lin, udang dibalik batu kali." seru Bagas
"ya maksudnya kaya gitu kak."
"udah ah, apaan sih kalian. jadi gimana hari ini ramai gak toko ditinggal ibu?"
"ya pasti ramai dong. coba aja ibu liat dilaci uang sama catatan nya." jawab Bagas
Tiara membuka laci, mencocokkan dengan catatan pengeluaran barang. "wah lumayan banget ya hari ini, kamu semalam habis mandi kembang ya Lin, toko jadi rame" ledek Tiara
"mandi kembang apaan Bu, dirumah Alin masih ada sabun Lux ibu. gak perlu mandi kembang juga kali."
"ha-ha-ha,,,"
"oiya besok ada barang datang ya, ya udah sebelum pulang ayo di stok opname dulu barang nya, bagi tugas ya. biasa yang lebih sering keluar ibu yang pegang."
Segera Bagas dan Alin berpindah posisi berjauhan, menghitung stok barang dengan buku stok dan menandainya. Jam 5 sore toko pun tutup, Alin pun pulang, begitu juga Tiara dan Bagas.
***
Di rumah,,,
"bu, tahun depan Bagas ada tugas magang Bu sama kelompok Bagas"
"magang di toko ibu aja."
"idih apaan sih, gak mau ah, Bagas mau magang kerja di kantor Bu. Bagas pengen belajar kerja kantoran Bu."
"ya udah, terserah kamu aja. terus mau magang dimana?"
"di Perusahaan lah bu yang jelas."
"ya udah, semoga lancar ya!"
****
Waktu terus berlalu toko Tiara semakin maju dan bisa membuka cabang karena banyak nya barang di tokonya, dan otomatis menambah karyawan juga. Alin ditugaskan menjadi penanggung jawab toko yang baru ditemani satu karyawan baru. Sementara Tiara juga memiliki karyawan baru.
Pak Andi pun sering datang ke toko, dan belakangan ini mulai berani menyatakan perasaannya kepada Tiara. Mantan Bos nya adalah duda yang tidak memiliki anak. Istrinya meninggal. Tiara yang bingung tak pernah memberi jawaban.
"Bu,, ibu suka juga kan sama pak Andi?" tanya Bagas pada siang nya ketika Bagas sudah tiba di toko selang beberapa saat setelah mobil pak Andi pergi.
"kamu ngomong apa sih Nak, ya gak lah"
"gak usah bohong kali Bu. terima aja kalo suka, kayanya pak Andi orang nya baik deh. cocok buat ibu."
"gak Bagas, ibu gak mau perhatian ibu jadi terbagi dengan ibu menikah sama pak Andi."
"ya elah, Bu Bagas udah gede kali. udah bukan anak kecil yang butuh perhatian ibu terus. Bagas juga kan harus belajar mandiri Bu, nanti Bagas juga kan akan punya keluarga jadi harus bisa belajar mandiri dari sekarang."
"emang kalau nanti kamu udah menikah, kamu mau pergi ninggalin ibu Nak?"
"ya gak dong Bu, Bagas bakal selalu ajak ibu kemana pun Bagas pergi, ibu satu-satunya yang Bagas punya."
"ibu ngomong apa sih, ya gak bakalan lah."
Ibu dan anak itu pun berpelukan, rasa sedih menggelayuti mereka.
"oiya Bu, udah mau makan siang nih Bagas mau beli makanan dulu ya, Padang aja ya Bu.!" ucap nya
"iya Gas, beli Padang aja jangan lupa sekalian anterin dua buat si Alin ya." jawab ibu nya
"okey," Bagas pun pergi
Tak selang beberapa menit...
"assalamualaikum,, maaf ya tadi Alin telat Bu. Alin beli bubur dulu buat emak." ucap nya
"emak kamu kenapa Lin?" tanya ibu panik
"emak panas Bu badannya dari semalem"
"ya udah kamu pulang aja, gak usah kerja apa mau dibawa ke klinik emak kamu, yuk ibu anterin.?"
"gak usah Bu, dirumah ada uwa tadi udah Alin beliin bubur sama obat demam. nanti Alin ijin pulang lebih awal ya Bu, paling sekitar jam 2 an. soalnya uwa Alin mau berangkat kerja shif siang dia." pinta Alin
"iya Alin, sekarang juga gak pa pa ko. kalau mau pulang"
"gak Bu, Alin kerja dulu sebentar." jawab Alin lalu meletakkan tas nya didalam box dan segera merapihkan stok barang.
Ya, Alin seharusnya menjaga Toko cabang yang baru tapi dia datang ke toko lama karena akan mengambil beberapa barang yang kemarin baru datang. Setelah memasukan barang yang di pilihkan Tiara untuk toko satunya Alin pun pamit pergi.
"Bu, Alin balik ke toko ya"
"oiya Alin nanti kalau kamu mau pulang telepon dulu ya, sebelumnya biar Bagas bisa gantiin kamu jaga toko disana." jawab Tiara
"iya Bu. misi assalamualaikum"
"waalaikumsalam, hati-hati"
Tak lama siang hari tepat adzan Dzuhur Bagas kembali dengan kantong plastik hitam bungkus makanan.
"assalamualaikum Bu,,!"
"waalaikumsalam iya."
"yok kita makan Bu, Tut makan dulu yuk." panggil Bagas
"ibu sama kak Bagas duluan aja, Tuti jaga toko dulu. jadi kalo ada pembeli datang gak kikuk dia nya." jawab Tuti
"oke deh." Bagas dan Tiara pun makan siang berdua di bawah meja kasir.
Tuti duduk didepan, dan benar ada empat orang perempuan datang melihat-lihat, dan membeli beberapa barang disana, lumayan banyak seperti nya untuk di jual lagi karena terlihat dari setiap barang yang dia ambil jumlah nya lebih dari satu pcs.
Tuti melayani pembeli dengan ramah, dua wanita reseller itu belanja mendapatkan harga khusus reseller. Sementara yang dua lagi membeli dengan harga konsumen karena belum terdaftar member.
"Bu, Bagas ke toko dulu ya. kasian Alin dia mau pulang kali Bu"
"ya udah sana, nanti tutup jam 5 aja ya" jawab ibu
Bagas pun pergi ke toko satunya, menggantikan Alin yang ijin pulang cepat.
****
Alin berjalan pulang ke rumah nya. begitu sampai di depan rumah kaget bukan main ketika mendengar emak dan uwa nya sedang bicara serius dengan rasa penasaran Alin masuk kedalam lewat pintu belakang yang selalu terbuka dia mengintip dan menguping di depan kamar emak nya.
kenapa uwa marah-marah sih? batin Akun
****____****
to be continued besok ya...
jangan lupa like dan vote nya, Terimakasih