Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Peringatan


Dalam perjalanan menuju kantor..


"Vera, saya harap kamu bisa berfikir lebih bijak. kamu perempuan baik-baik tidak seharusnya mengikuti keinginan ibu ku untuk mendekati ku.!" ucap Bagas


"maksud kamu apa mas,,?"


"kamu tahu kan ibu ku berusaha menjodohkan aku dengan mu, apa sebenarnya yang kamu cari dengan mengikuti keinginan ibu ku?"


"aku mencintaimu mas,,"


"tapi kamu tahu kan cinta ku hanya untuk istri ku Tiara,!"


"aku rela mas kamu jadikan yang kedua,?"


"Vera,, aku mengenal mu sebagai rekan kerja ku, dan selamanya akan selalu seperti itu. aku tidak ingin menyakiti hati mu, kamu wanita yang baik. kamu pantas mendapatkan laki-laki yang bisa menerima hati mu, bukan aku."


"saat ini istriku memang sedang sakit, tapi itu tidak membuat ku ingin meninggalkan nya, malah aku ingin selalu ada di dekatnya."


"aku mencintai Tiara, sama seperti aku mencintai diriku sendiri. sumpah ku akan hidup semati dengan Tiara yang aku ucapkan saat menikahinya dulu akan ku pegang teguh,!"


"aku harap kamu bisa mengerti kata-kata ku, kedepan nya aku tidak mau lagi melihat mu ada di rumah ku, mulai sekarang kamu carilah kebahagiaan mu sendiri, carilah pria baik yang bisa membalas cinta mu dan menerima semua perlakuan mu, karena aku tidak bisa."


Vera diam membisu...


"jangan sampai pertemanan kita jadi berjarak karena hal ini, ya sudah kita udah sampai, kamu bisa turun. sekali lagi terimakasih selama ini sudah membantu ku, membantu Tiara meringan kan tugas nya di rumah.!"


"iya pak,, Terimakasih tumpangan nya.!" Vera turun.


"astaga,,, masih aja ya dia semobil sama pak Bagas, urat malu nya udah putus kali ya..?" para penggosip mulai beraksi


"iya,, masa beneran mau jadi pelakor sih dia,,idih,,,!"


"dia kan cantik masa gak bisa dapetin yang bukan laki orang,!"


"eeh,,eh,, orang nya datang sssttt,,,!"


Di dalam lemari lift, Vera merasa dikucilkan karena sering nya dia semobil dengan pak Bagas.


Di depan kaca toilet Vera menatap dengan tatapan kosong air mata sudah mulai menggenangi pelupuk matanya jika dia mengedipkan air mata itu pasti langsung jatuh. Vera masuk kedalam bilik toilet kantor nya.


"*apakah seperti ini mereka memandang ku, apa seburuk itu aku dimata mereka,,? sampai aku di jauhi bahkan di gosipkan sebagai pelakor.!"


"apa salah aku mencintai mas Bagas, laki-laki yang sudah beristri,!"


"gak gak aku gak boleh seperti ini, aku gak boleh menyia-nyiakan cinta ku yang gak akan pernah dibalas oleh mas Bagas. aku harus bisa melupakan mas Bagas,!"


"tapi apa aku bisa menghilangkan rasa cinta di hati ku ini*,!"


Vera menghapus air matanya mencuci mukanya dan mengaplikasikan sedikit make up lagi ke wajahnya.


"aku harus kuat, aku harus bisa melupakan mas Bagas.!" gumam nya lalu keluar


****


Diruangan Bagas...


"wah,, sekarang tanggal berapa ya.?" melihat kalender


"eh cepet juga ya udah tanggal 12 September aja, berati 5 hari lagi Tiara ulang tahun dong.!" gumam Bagas


"Tiara ingat gak ya,, aku harus tanya deh nanti begitu mendekati hari nya mau kado apa dia,?"


****


Di rumah


Tiara yang sudah berhenti menangis baru ingat kalau tadi ponselnya berdering, dia bangun mencari ponselnya diatas nakas.


"Cici tumben pagi-pagi nelepon, aku kirim pesan aja deh, kalau telepon balik takutnya ganggu kerja dia!" gumam Tiara


Tiara mengirim pesan


"Ci, sory tadi aku gak denger ada apa,,?"


"udah mulai lapar deh, di dapur ada apa ya,,?" Tiara keluar berjalan menuju dapur. Membuka kulkas "aduh semenjak sakit aku udah gak pernah lagi belanja bulanan, sampai kulkas pun hanya sisa ini aja,!" ucap Tiara


"ada roti sih, apa bikin burger ala ala aja kali ya,!" gumam nya


Segera dia mengeluarkan telur, selada, dan tomat, mulai menggoreng telur dan menumpuk nya diatas roti tawar.


Ponselnya berdering lagi


"halo Ci,,, ada apa..?" tanya Tiara


"Ra, Lo udah gak kerja ya,,?"


"iya Ci aku udah resaign,"


"gue ke rumah Lo ya, sekarang. Lo dirumah kan,?"


"iya dirumah, emang kamu gak kerja,,?"


"aku ijin cuti hari ini Ra. ya udah gue siap-siap kerumah Lo nih. btw mau dibawain apa,,?"


"apa ya Ci, dirumah gak ada makanan apa-apa, bawa camilan yang bikin kenyang aja Ci, makasih sebelumnya.!"


"oke siap,, tunggu ya. bye,,!"


"bye,, hati-hati ya.!"


****


Ting Tong


"Ra,,, Tiara,,,!"


"iya sebentar,,,!" Tiara berjalan kedepan membuka pintu


"ya ampun Tiara, kamu sakit apa sih, ko muka kamu celong dan pucat."


"masuk dulu lah,, baru kita ngobrol santai." ajak Tiara


"ini camilan buat kamu biar gemuk lagi.!"


"makasih ya, kita makan bareng-bareng aja, bentar ya aku ambilin kamu minum dulu.!"


"air putih aja Ra,,!" teriak Cici


"nih minum nya, kue nya udah dipotong apa belom,,?!"


"udah Ra, pindahin aja dikit ke piring.!" jawab Cici


Tiara memindahkan sebagian kue ke piring yang dia bawa dari dapur.


"Lo sakit apa sih Ra,,?"


"aku gagal ginjal kronis Ci,!"


"ya ampun Ra,, Lo sakit parah, yang sabar ya Ra. semoga Lo cepat sembuh.!"


"selama aku belum dapat donor ginjal, aku harus rutin cuci darah 3 kali seminggu. kalau gak aku gak bisa bertahan lama.!"


"sebenarnya bukan yang aku takut in, tapi aku kasian kalau aku pergi nanti mas Bagas gimana, makanya aku mencoba ikhlas mas Bagas memiliki kekasih bahkan istri lagi.!"


"jadi Lo udah liat foto yang gue kirim waktu itu,?" tanya Cici


"iya aku udah liat, tapi aku gak sepenuhnya marah, meski sakit hati, aku harus ikhlas."


"ya tapi gak bisa gitu dong si Bagas, Lo kan masih hidup masih bernafas harusnya dia bisa sabar dong, kalaupun umur Lo gak panjang, lagian umur itu di tangan Allah Ra, gak ada seorang pun yang tahu.!" jelas Cici


"gak tahu Ci. aku cuma khawatir kalau mas Bagas nanti siapa yang ngurusin, siapa yang siapin dia makan, siapa yang cuciin baju nya,, gue sedih Ci, aku emang gak berguna Ci." Tiara mulai menangis


"sabar Ra, sabar ya Allah gak akan memberikan cobaan di luar kemampuan umat nya.!"


"iya Ci, sekarang ini aku mencoba ikhlas dan sabar aja."


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam ibu udah pulang,,!"


"ibu lapar, kamu pasti gak masak kan, haduh kamu ini emang gak bisa diandalkan ya. gak berguna kamu ada.!" jawab ibu ketus


"ibu tahu kan Tiara itu lagi sakit, ibu kan sehat kalau mau makan ya masak aja sendiri.!" jawab Cici


"siapa kamu, gak sopan bertamu di rumah saya, bicara kepada pemilik rumah, pergi kamu..!" usir ibu Bagas


"Bu, aku gak masak karena di kulkas gak ada bahan makanan Bu.!" jawab Tiara