
Istri Om Rudi yang bernama Linda dari tadi hanya diam tak merespon karena asik memperhatikan kalung yang dipakai Alin. Dia seperti sedang mendapatkan gambaran masa lalu tentang putrinya yang dibuang oleh ibu tirinya dulu.
"andai saja anakku masih hidup mungkin dia sudah sebesar gadis ini sekarang. tapi kalung itu apakah mungkin? tidak pasti bukan!"
Alin yang sadar sedang diperhatikan merasa tidak enak "maaf Tante ada apa ya? ko dari tadi ngeliatin saya seperti itu?"
"eh,, maaf Tante cuma penasaran aja sama kalung mu dapat dari mana?"
"ini pemberian ibu ku Tante, satu-satunya kenangan ku setelah meninggal nya ibu ku."
"ooh maaf Tante gak bermaksud mengingatkan mu tentang ibu mu."
"gak pa pa ko Tante, ibu sudah bahagia di sana. dan Alin akan berjuang disini."
"oiya Alin masih sekolah atau?" tanya om Rudi
"saya hanya lulusan SMP om, ibu sakit dan gak ada biasa untuk melanjutkan sekolah jadi Alin ngalah aja, ibu istirahat dan Alin yang kerja."
"Alin jaga toko om." jawab Putra
"kasian sekali anak ini," batin Tante Linda
Setelah makan mereka ngobrol santai sebelum beranjak pergi. Putra dan Alin pun berpamitan. Sementara Om Rudi dan istrinya masih duduk disana.
"pah, kamu liat gak kalung anak tadi?"
"gak merhatiin sayang, emang kenapa?"
"kalung itu mirip dengan kalung yang pernah aku sisipkan didalam leher bayi kita pah." istrinya mulai menangis mengingat anak mereka yang harus terpisah karena ulah jahat ibu tiri Linda dulu.
"udah lah sayang, kamu lupakan soal kejadian itu, lupakan soal anak kita itu. kita sudah bertahun-tahun mencari dan belum menemukan titik terang satu pun. biarkan dia tenang di surga."
"gak pah, aku yakin anakku masih hidup. filing ku sebagai seorang ibu cukup kuat, aku yakin ibu tiriku tidak pernah membuang bayi kita ke sungai."
"pah, entah kenapa waktu aku melihat Alin tadi aku seperti ada rasa bahagia di hatiku yang aku sendiri gak tau kenapa?"
"mungkin itu hanya perasaan mu aja kali mah"
"pah, semoga jika benar Alin itu ternyata anak kita yang hilang, aku pasti akan bertemu lagi dengan nya."
"iya aamiin. ya udah kita pulang yuk."
Didalam mobil Tante Linda kembali mengingat kejadian 17 tahun yang lalu.
Flashback on
17 tahun yang lalu seorang wanita tengah berjuang mempertaruhkan nyawanya hidup dan mati demi melahirkan seorang bayi di sebuah rumah sakit saat hujan.
Suami dan keluarga menunggu di luar kamar dengan perasaan cemas menunggu suara tangis bayi yang belum juga terdengar, sampai akhirnya tiga puluh menit kemudian.
"Oooeeeekkkk.... Ooooeeekkk....,!!!" suara tangis bayi membahana didalam ruang persalinan.
"Bayi ku telah lahir dok, apa benar dia laki-laki?" tanya Linda
"tidak Bu dia bayi perempuan yang cantik"
"perempuan,,aku ingin melihat dan tolong dok selipkan kalung dan foto ini di antara bedong nya, dan jangan sampai terlihat." ucap Linda lagi
"baik Bu." dokter menerima kalung dan Linda mulai pingsan, semua panik dokter dan suster segera melakukan tindakan agar pasien tidak lewat dan meninggal.
Sementara bayi mungil itu sudah dibawa ke ruang bayi bayi oleh suster yang tiba-tiba dihadang oleh seorang wanita.
"apa itu bayi ibu Linda?"
"iya betul, mau dibawa ke ruang bayi."
Wanita itu mengedipkan mata dan segera dari belakang seorang pria membekap hidungnya hingga dia pingsan dan bayi itu dibawa kabur oleh wanita itu, dan pria yang tadi membekap menaruh bayi lain di tangan suster dan membangunkan nya.
"suster,, sus bangun!!"
"kenapa suster duduk di lantai? itu bayinya sus kasian,!"
Suster yang masih bingung segera melihat bayi yang dia gendong dengan panik karena hampir saja bayi itu jatuh karena posisinya agak miring.
"permisi," ucapnya segera pergi ke ruang bayi.
Di ruang persalinan Linda berhasil dipulihkan dan sudah sadar, tapi kondisinya masih lemah.
"mana bayi ku, mana putri ku?"
"bayi mu dibawa keruang bayi, tapi bayi mu bukan perempuan tapi laki-laki." ucap ibu Susi yang merupakan ibu tiri Linda.
"gak mungkin, sayang anak kita itu perempuan. dia perempuan!" teriak Linda
"iya sayang iya, sabar ya tenang. jangan panik kamu belum sembuh benar. tunggulah sampai suster membawakan bayi kita." ucap suaminya.
"bayi mu memang perempuan Linda, tapi apa gunanya bayi perempuan dia tidak akan bisa memberikan aku keuntungan. Ayah mu hanya menginginkan cucu laki-laki agar dia mau menuruti semua permintaan ku. Maaf Linda bayi mu sudah mati."
Flashback off
"Tidakkkkk...!!!" Linda terbangun kaget dengan mimpinya.
Rudi yang sedang menyetir mobil kaget mendengar teriakkan istri nya menginjak rem dalam-dalam.
"sayang kamu kenaoa?"
"aku mimpi anakku pah"
"udah ya, kamu tenang jangan mikir itu lagi. sebentar lagi kita akan sampai rumah dan kamu bisa istirahat dengan nyenyak."
Linda mengangguk.
Sampai di rumah yang terbilang cukup mewah mobil berhenti didepan pintu masuk.
"assalamualaikum..!" ucap nya
"waalaikumsalam,, Nyonya dan tuan sudah pulang." jawab bibi
"iya bi, Alex mana?"
"den Alex masih tidur dikamar nya."
"belum bangun juga dia, astaga anak itu." Linda berjalan cepat ke kamar anak nya dan mengetuk pintu.
"Alex... bangun Alex.. cepat bangun ini sudah siang Alex..." Linda mulai menggedor-gedor.
ceklek pintu dibuka dengan wajah malas dan mengantuk.
"astaga Alex," mama Linda masuk ke kamar.
"ya ampun ini kamar atau kandang sapi sih berantakan sekali,, cepat bangun dan bereskan atau mama akan mencabut semua fasilitas kamu.!!!" bentak mama
Seketika Alex terbangun karena mendengar mama ingin mencabut fasilitas untuknya.
"iya mah, iya nanti Alex beresin ko. mama apa-apaan sih segala ngancem mau cabut fasilitas Alex segala, gak lucu tau."
"siapa bilang mama lagi ngelucu. Mama serius Alex kalau sampai dalam waktu satu jam kamu belum turun ke bawah dengan kamar yang rapih, kamu liat aja mama gak main-main!!" tegas mama dan keluar
"haduhhhhh ayo Alex semangat dari pada gak bisa pake mobil, gak bisa pake kartu kredit, gak bisa hura-hura, gak pa pa deh beresin kamar bentar terus mandi dan turun."
"dulu masih ada nenek, enak banget deh Merdeka mama gak berani marah-marah sama gue. tapi setelah nenek meninggal mama berubah jadi pemarah, kenapa ya?"
Alex pria berusia 17 tahun masih sekolah tingkat menengah atas kelas 1, yang dulu sangat dimanja oleh neneknya, ibu tiri mamanya. Tapi begitu nenek dan kakek nya meninggal sifat mama mulai berubah, kadang baik kadang jadi emosian.
Beres-beres kamar lalu menarik handuk dan mandi dengan cepat lalu turun.
**