
Beberapa hari kemudian, hari ini tepat Sabtu dimana rumah Tiara sudah ada tenda di pekarangan rumah dengan kursi-kursi yang siap tertata. Agak masuk kedalam ada meja makan untuk menaruh makanan prasmanan dan di meja kecil lain ada beberapa kue dan buah juga air mineral gelas yang tersusun rapi.
Mulai dari luar pintu gerbang sudah ada janur kuning yang melengkung, berjalan masuk ke pintu depan hingga ke dalam ruang tamu yang sudah di sulap dengan rumbai-rumbai khas pengantin berwarna pink dan biru cerah. Diujungnya ada pelaminan kecil dengan dua kursi untuk mempelai. Dibagian luar speaker aktif mengalunkan musik Islami dengan tabuhan rebana dari para penyanyi ibu-ibu majlis ta'lim.
Tiara tak ingin merepotkan tetangga nya, makanya dia memesan katering untuk menu makanan dan aneka kue. Sementara Bagas, Alin, Tuti, dan Lia dan beberapa anak karang taruna setempat. Untuk yang wanita di tugaskan untuk mensuplai makanan jika habis, dan remaja yang pria ditugaskan untuk mengambil piring kotor dan menjaga parkir.
Pukul 08:00 mempelai pria sudah hadir tak lama berselang dengan pak penghulu. Ijab Kabul pun dilaksanakan tak lama setelah nya, perkataan ijab pak Andi melalui speaker membahana diiringi kata Sah dari beberapa orang saksi.
Acara terus berjalan tanpa jeda, para tamu undangan terus berdatangan silih berganti karena itulah bedanya nikah di rumah dengan nikah di gedung yang memiliki batas waktu. Para tetangga berdatangan memberikan ucapan selamat kepada mempelai. Rekan bisnis pak Andi dan beberapa supplier Tiara pun turun hadir bergantian.
Mobil Honda Jazz parkir dan turun sepasang muda-mudi berjalan masuk kedalam "selamat ya Tante, om, maaf telat nih!" ucap Putri diikuti kakaknya memberikan kado.
"wah,, makasih Lo, sudah mau datang. repot-repot bawa kado segala. ayo makan dulu." jawab Tiara
"makasih Tante," Putri dan Putra mengambil makanan dan duduk di kursi bersama remaja yang lain.
Alhamdulillah acara berjalan lancar tanpa adanya hambatan, makanan terus disuplai sampai malam pukul 20:00 selesai. Tak ada yang kurang semua tercukupi hingga acara berakhir.
Para remaja karang taruna mereka duduk santai begitu acara selesai, sementara Alin dan yang lain membungkus kan beberapa makanan yang masih ada untuk diberikan kepada anak-anak karang taruna yang membantu tak lupa juga amplop ucapan terima kasih, sesuai perintah Bu Tiara.
Kini dirumah Tiara hanya ada Bu Tiara, pak Andi, Bagas, Alin, Tuti, dan Lia, Putri dan kakaknya Putra.
"mas mas semua makasih ya sudah ikut membantu acara nikah nya ibu saya, dan ini ada sedikit ucapan terimakasih dari ayah sama ibu mohon diterima ya!" ucap Bagas
Mereka menerim "Terimakasih kalau butuh bantuan kasih tau lagi ya."
"siap mas!" Bagas pun masuk kedalam.
"ehmmm karena ini sudah malam, apa tidak sebaiknya nak Putri dan nak Putra pulang. maaf ibu bukannya mengusir tapi nanti kalian di cari orang tua kalian!" seru Tiara
"gak pa pa ko Bu, kita udah dapat ijin" jawab Putri
Sementara Putra merasa tak enak "iya bu, kami sampai lupa. ayo dek kita pulang gak enak tau, masih disini sementara acara nya udah selesai!"
"tapi kak!"
"udah ayok pulang" berpamitan dan menarik tangan Putri keluar menuju mobil mereka dan pulang.
"kalian bertiga juga mau pulang atau mau nginep sini? tapi kamar tamunya cuma satu, kalian tidur berjamaah aja ya gak pa pa kan sekamar." ucap Tiara
"yeeee,,, gak pa pa Bu. kirain ibu mau ngusir kita juga."
"ya gak lah, kalian kan karyawan ibu, masih tanggung jawab ibu lah. masa ibu tega kalian pulang malam-malam, udah sana cuci kaki dan istirahat. jangan berisik."
"siap Bu" mereka berjalan ke kamar tamu meninggalkan Bagas.
"aku mau ngomong bentar bisa?!" tanya Bagas menahan tangan Alin.
Alin menatap Bagas "kalian duluan aja, nanti aku nyusul" ucapnya pada Lia dan Tuti lalu kembali duduk.
"cie cie,,," ledek mereka sebelum pergi.
"mau ngomong apa?"
"waktu libur kemarin kemana?"
"kenapa emangnya?"
"gak pa pa. pengen tau aja."
"jadi cuma mau nanya itu doang?"
"ya bukan sih. kamu masih marah ya sama aku?"
"marah kenapa?"
"soal ulang tahun Putri!"
"gak,"
"siapa yang nyuekin kamu? menurut ku sikap ku biasa aja."
"Alin, aku minta maaf ya. aku gak bermaksud nyuekin kamu kemarin, cuma aku emang gak bisa kemana-mana!"
"iya aku ngerti ko, santai aja kali. udah ya aku mau tidur capek" Alin pergi meninggalkan Bagas yang masih duduk terpaku.
**
Keesokan paginya..
Toko diliburkan selama tiga hari karena Bu Tiara dan pak Andi mengajak Bagas dan karyawan mereka liburan bersama sekaligus bulan madu mereka.
"anak-anak ayo bangun!!" teriak Tiara dari balik pintu.
"iya Bu, kenapa? buka toko ya?" tanya Alin
"bukan, toko ibu liburkan selama tiga hari, sekarang kalian siap-siap mandi sarapan karena kita mau pergi liburan yeeee!!" seru Tiara
Alin masih bengong, "serius Bu, ibu mau bulan madu ngajak kita semua?"
Tiara mengangguk "kenapa gak."
"horeeeee,,,asiiikkkkkk jalan-jalan.. kita kemana Bu?" suara Lia yang sudah membuka mata tapi masih diatas kasur.
"kita ke Bali"
"Hah,,,Bali beneran Bu?"
"iya bener, ya udah kalian siap-siap ya. gak usah bawa barang karena disana kita sekalian belanja juga."
"wahhhh,,,, asikkk makasih ya Bu" Lia meluncur turun dan memeluk Tiara.
"astaga Lia, kamu bau iler sumpah, mandi sana. ibu jadi pusing kan." ledek Tiara
"idih ibu, apaan sih. emang Lia bau ya kak Alin?" Lia memberikan aroma mulutnya ke Alin dan segera di dorong Alin "jorok banget sih!" omel Alin.
"udah-udah ibu tunggu buat sarapan ya. bangunin Tuti jangan lupa."
"siap"
Tiara berbalik menutup pintu kamar itu dan beralih ke dapur dan melihat suami juga anak laki-laki nya sudah duduk manis di kursi meja makan.
"belum pada bangun sayang?"
"baru pada bangun mas, mereka seneng banget kita ajak jalan-jalan."
"iya kasian sekali-kali karyawan itu butuh hiburan juga."
"iya mas kamu benar."
Tak lama kemudian ketiga gadis pun kedapur dan duduk mengitari meja makan.
"pagi pak Andi, pagi Bu Tiara!" sapa mereka
"pagi anak-anak,,ayo duduk"
"iya pagi, ayo pada duduk kita sarapan!" jawab pak Andi
Semua sarapan nasi goreng selesai sarapan Alin dan Tuti mencuci piring bekas makan mereka. Lia dan Tiara memasukkan beberapa camilan untuk ngemil di mobil selama perjalanan ke bandara.
"udah siap kan,, ayo kita berangkat karena mobil yang ayah pesan udah datang tuh."
Mereka sengaja tidak membawa mobil sendiri, menghindari lelah dijalan. Mencabut selang gas, mengunci pintu dan pagar lalu keluar naik kedalam mobil.
**