
Jangan lupa Like ya sayang😘😘
***___***
Alin sedang ada di ruangan Linda, ini adalah hari ke lima dia bekerja disana.
"Alin tolong mama ya, bujuk Alex supaya mau kerja di kantor lagi."
"kalau soal itu Alin gak yakin deh mah, soalnya Alex itu orang nya keras kepala. Kalau kata dia gak ya gak, tapi nanti akan Alin coba."
"makasih ya. oiya kamu senang dengan pekerjaan kamu ini? cape gak?"
"gak sih mah biasa aja,"
Tak lama kemudian sekertaris mama nya datang mengetuk pintu dan masuk setelah Linda menyuruhnya.
"Bu ini ada paket dari toko elektronik." kata sekertaris wanita cantik itu.
"makasih ya Lusi, kamu boleh keluar." jawab Linda.
Lusi meletakkan paket di atas meja didekat sofa lalu keluar. Linda berdiri berjalan ke sofa dan memanggil Alin untuk duduk disebelahnya.
"ini laptop yang mama janjikan buat kamu, semoga bermanfaat ya."
"wah..!!! makasih mah" Alin memeluk mama nya.
"ya sudah karena bentar lagi waktunya makan siang, sebaiknya kamu bawa pulang saja dulu ini laptop nya, bentar mama ambilkan plastik dulu." Linda berdiri ke meja nya menekan tombol melalui panggilan interkom.
"Lusi carikan saya plastik hitam ya seukuran paket tadi."
Tak lama pintu di ketuk dan dibuka Lusi melirik Alin yang duduk di sofa dengan memangku paket di paha nya.
"jadi paket itu buat si cleaning servis baru ini, ko bisa sih dia dapet paket elektronik dari Bu Linda." batin nya
"ini Bu plastik nya."
"oke semoga muat, terimakasih."
Linda duduk mencoba memasukan paket kedalam plastik dibantu Alin. "nah Alin kamu simpan di kost an ya."
"iya Alin pamit ya mah, sekali lagi terimakasih." Alin mencium punggung tangan mama nya dan keluar
"Heh anak baru!"
Alin menengok "mbak Lusi manggil saya?"
"iya kamu siapa lagi, itu yang kamu bawa dari Bu Linda ya? buat kamu?" tanya nya kepo.
"iya mbak, buat saya. Katanya saya di suruh belajar dengan laptop ini."
"bener kan dugaan gue itu laptop."
"ko bisa sih anak baru seminggu kerja udah di kasih laptop sama bos, kamu pakai pelet ya?" tuduh Lusi
"astaghfirullah mbak Lusi, jangan sembarang mbak bisa jadi fitnah. Emang kenapa sih mbak, ini juga kan beli nya bukan pakai uang mbak Lusi. Ko mbak Lusi repot banget sih ngurusin urusan Bu Linda!" jawab Alin
"wah, berani banget nih anak ngelawan gue. oke sabar Lusi ini masih di kantor."
"iya juga sih, gue cuma heran aja. ya udah lah bukan urusan gue." Lusi pergi karena melihat Bu Linda akan keluar ruangan.
"kayanya gue harus waspada jangan sampai posisi gue di gantikan sama dia, apalagi kalau nanti pak Alex kembali bekerja lagi. Gak boleh nih anak deket-deket sama pak Alex." batin Lusi sambil berjalan pergi.
Alin mengerutkan kening heran ada yang mulai usil dengan nya.
"baru terlihat satu orang, kalian gak tau kan kalau aku bekerja sambil menyelidiki kinerja kalian."
Alin keluar gedung berjalan menuju kost nya dengan membawa plastik ditangannya. Tiga orang wanita memandang Alin dengan wajah datar.
"kalian sadar gak sih kalau anak baru itu deket banget sama Bu Linda? apa mereka ada hubungan ya?" tanya Lusi.
"ah, gak mungkin deh kalau punya hubungan, mana mungkin mau kerja jadi cleaning servis." jawab satunya
"iya gak mungkin lah Alin sama Bu Linda punya hubungan, mungkin Bu Linda kasian dengan si Alin itu seperti sekedar membantu aja sih kayanya."
"Bagas, tumben ngirim chat" dibuka pesan dari Bagas.
"Undangan Pernikahan
Kalau kamu bisa datang aku akan menikah hari Sabtu pukul 08:00 dan Resepsi pukul 11:00.
Salam dari Bagas dan Putri"
"Hah,,, menikah Bagas sama Putri Sabtu besok,,?!!!" Alin kaget dan menjadi kusut
"ko mendadak banget ya?" Alin sudah ingin menekan tombol dial tapi tak jadi.
"udah lah mungkin emang ini sudah takdir dan jalan Bagas harus bersama Putri, dan aku harus berusaha mengubur harapanku bisa berhubungan baik lagi dengan Bagas."
"aku ajak Alex aja kali yah, sekalian ngomongin permintaan mama supaya kerja di kantor lagi." ucap nya.
Alin mengirimkan pesan "Lex, Sabtu besok aku di undang pernikahan teman, kamu mau nemenin gak?"
Tak lama muncul balasan pesan "oke, kabarin jam nya aja ya, besok aku jemput, tapi pakai motor gak pa pa kan."
Alin membaca pesan lucu "naik motor jadi ingat naik motor sama Bagas."
"besok resepsi jam 11, kamu datang jam 10 ya, sampai besok." Kirim lagi.
Menyelesaikan makan siangnya dan segera kembali ke kantor.
**
Putra yang menerima kabar dari adiknya senang dan bersedia jadi wali nikah adiknya.
"yesss akhirnya Bagas satu penghalang gue buat deket sama Alin tersingkir juga. si Putri bener-bener nekat, tapi udah lah. Gak ada ruginya ha-ha-ha.." ucap Putra setelah selesai berbicara dengan adiknya di telepon.
"tinggal Alex. Oke pelan-pelan aja, Alex mah gampang lah."
Putra pun bersiap memesan tiket, dan packing untuk segera ke Jakarta.
**
Keesokan harinya..
Alex sudah sampai di depan gerbang kost Alin dia pun sudah mengirim pesan kalau sudah sampai dan menunggu. Tak lama Alin turun. Dengan terkejut Alex menatap Alin yang berdandan meski tidak menor tapi masih terlihat sapuan blush-on dan eye shadow juga lipstik tipis di wajahnya, membuat Alex pangling.
"woiii,,kuat amat matanya sampai gak ngedip!' ucap Alin
"eh sory, gue pangling liat Lo beda banget gini, makin cantik."
"jalan udah gak usah gombal, jalan sekarang aja yuk."
Alex menyerahkan helm dan Alin menaiki motor matic Alex. "mau ngebut apa santai jalannya?"
"terserah asalkan kalau ada polisi tidur jangan ngebut."
"ha-ha-ha,,oke deh. Jangan lupa pegangan ya."
"tenang aja, aku pasti pegangan ko."
Motor di stater dan berjalan menjauhi kost. Satu jam perjalanan dan mereka sampai di rumah Tiara. Acara sengaja diadakan di rumah Bagas karena keluarga Putri hanya dihadiri oleh Putra sebagai kakaknya sekaligus walinya.
Begitu motor berhenti Alin turun menunggu Alex memainkan mesin motornya. Dari kejauhan seorang wanita menatap kaget melihat Alin yang datang bersama Alex.
"astaga itu Alin ko bisa sama pak Alex sih?" Lusi kesal dia menghadang Alin.
"siang pak Alex, bapak di undang juga?" tanya Lusi sama sekali tak menghiraukan Alin disebelahnya.
"yang kenal Alin, saya cuma nganter aja. permisi." jawab Alex menggandeng Alin masuk.
"duluan ya mbak Lusi." Alin pun ikut memanasi.
"sialan ko mereka bisa kenal dan jalan bareng sih??"
***