Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Permintaan Maaf dan Pulang


Ibu melihat menantu nya menangis menjadi ikut sedih, apa lagi sebelumnya dia selalu menyakiti hati Tiara. Ibu meraih tangan Tiara memegangnya dan Tiara menoleh.


"Tiara, maafkan ibu ya. selalu membuat mu sedih belakang ini.!"


"gak Bu, ibu gak salah. ibu benar , semua yang pernah ibu katakan benar, Tiara emang bukan istri dan menantu yang berguna Bu, gak bisa kasih cucu buat ibu.maafkan Tiara Bu,!"


"gak sayang, ibu yang kejam tega disaat kamu sakit ibu malah menghujani mu dengan kata-kata kasar, bahkan dengan sengaja menjodohkan Bagas dengan perempuan lain,,!"


"maafkan ibu sudah buat kamu sakit hati,!"


"iya Bu, Tiara memang sempat sakit hati, tapi Tiara juga sadar Bu, apa yang ibu katakan itu benar, ibu berbuat itu karena ibu ingin yang terbaik buat mas Bagas.!" jawab Tiara


"ibu berdosa sama kamu Tiara, maafkan ibu.!"


"maafkan Tiara juga ya Bu, sempat kesal sama ibu, tapi Tiara gak pernah benci sama ibu."


"mulai sekarang kita lupakan semua masa lalu kita yang buruk, kita buka lembaran baru. ibu akan mendukung mu, jika kamu nanti akan menikah lagi.!" ucap ibu


"iya Bu, mari kita buka lembaran baru dengan tulisan yang lebih baik dari sebelumnya. Tiara gak butuh pendamping Bu, cukup dengan ibu ada di samping Tiara itu udah cukup.!"


"tapi nak, kamu masih muda. ibu ikhlas kalau nanti kamu mau menikah lagi, dan ibu rasa Bagas juga rela.!"


"saat ini, prioritas Tiara merawat ibu, sebagai ganti mas Bagas. kalau masalah menikah lagi, Tiara terlalu mencintai mas Bagas Bu.!"


"iya Tiara, ibu juga sadar kalau kamu dan Bagas itu memang jodoh, kalian sehidup semati, meskipun kini raga nya Bagas telah pergi tapi jiwa nya Bagas tetap hidup dalam tubuh mu.!"


Akhirnya perselisihan diantara mereka sirna juga.


"oiya Bu,, ada satu keinginan Tiara yang pernah Tiara ucapkan sama mas Bagas. Tiara mau ini sebagai kado ulang tahun Tiara,!"


"apa itu nak, katakan lah ibu akan memenuhi nya.!"


"Tiara ingin mengadopsi anak Bu. Tiara mau memiliki dua anak Bu,!"


"iya Tiara, ibu akan mendukung mu.!" jawab ibu


Tak lama perawat datang..


"permisi Bu,, pak Bagas sudah siap di makam kan. ibu diminta ke ruangan dokter sebentar.!" ucap perawat


"Bu, mas Bagas di makamin di makam dekat rumah ya Bu.!" pinta Tiara


"iya nak, ibu pergi dulu ya. kamu baik-baik disini, nanti ibu kesini lagi.!"


Ibu pergi


****


Bagas di makam kan di pemakaman umum yang ada di dekat komplek perumahan, sesuai permintaan Tiara.


Setelah selesai pemakaman ibu kembali ke rumah karena disana sudah ada Cici yang di minta i tolong menemani warga sekitar, begitu melihat ibu pulang dari pemakaman semua warga mengucapkan bela sungkawa.


"Bu yang kuat ya,,!" ucap Cici


"terimakasih, untuk pengajian nanti malam kamu bisa bantu ibu menyiapkan segala keperluan nya kan.!"


"bisa Bu,, nanti dibantu sama ibu-ibu disini juga.!"


"terimakasih ibu-ibu semuanya.!"


****


Seminggu kemudian...


"Ci,, ayo kita ke rumah sakit hari,,!"


"iya Bu,, gak sabar amat sih.!"


"kamu nya lama, nanti Tiara kasian kelamaan nungguin kita.!"


Berangkat ke Rumah Sakit.


"Tiara sayang, kamu sudah siap pulang,!"


"ibu, Cici, iya Tiara gak sabar mau kembali ke rumah, bagaimana pemakaman mas Bagas lancar kan.?!"


"lancar,, nanti malam tahlilan mas Bagas seminggu nya.!"


"oke, tunggu dokter bentar ya Bu.!"


tak lama dokter datang...


"sangat baik sekaligus sedih dokter.!" jawab Tiara


"Bu Tiara, di dunia ini gak ada yang sempurna apa lagi abadi. ibu harusnya bersyukur dengan keadaan ibu sekarang dengan ginjal pak Bagas, ibu bisa kembali beraktivitas seperti biasa bahkan bersama pak Bagas juga.!" jelas dokter


"iya dok,,!"


"jangan lagi bersedih, gak ada gunanya dan hanya buang-buang waktu dan energi toh pak Bagas sudah tenang, dan selalu ikut kemana pun ibu pergi.!"


"sekarang kondisi ibu sudah sehat, ibu sudah bisa pulang. jangan lupa olahraga, makan makanan yang sehat, dan selalu berdoa juga bersyukur."


"terimakasih dok nasehat nya.!"


"kalau begitu saya permisi,!" dokter keluar


"Alhamdulillah ya, ayo kita pulang,!" ucap ibu


"Bu, ke administrasi dulu kali, buat pelunasan.!"


"udah, sebelum kesini tadi ibu udah mampir ke administrasi.!"


"oh gitu,, ya udah yuk,,!"


"sini tas Lo buat gue bawa,," kata Cici


"ah,, Cici kamu emang temen ku yang paling baik.!"


****


Di rumah...


"Alhamdulillah kita akhirnya sampai juga di rumah, ayo turun pelan-pelan Tiara.!" ucap ibu


"terimakasih ibu Cici, aku gak akan bisa sekuat ini tanpa kalian.!"


Mereka berjalan ke pintu, tapi langkah mereka terhenti.


"mba Tiara,,!"


"Vera,,!"


"mba Tiara, aku turun berduka cita atas meninggalnya mas Bagas mba.!"


"makasih ya Vera, ayo masuk"


Setelah masuk


"mba Tiara, aku betul-betul minta maaf untuk kemarin-kemarin aku sudah membuat mba Tiara sedih. tapi waktu itu aku memang mencintai mas Bagas, tapi aku sadar mba kalau cinta ku selain bertepuk sebelah tangan itu juga bukan cinta yang tulus.!"


"iya gak pa pa, semua hal bisa membuat seseorang menjadi dewasa dan mengerti arti cinta yang sebenarnya.!" jawab Tiara


"oiya mba, aku juga mau ngasih mba Tiara ini, kalau ada waktu dimohon kedatangan nya.!" ucap Vera sambil menyerahkan undangan pernikahan


"wah,, Vera selamat ya. Alhamdulillah kamu telah menemukan cinta sejati mu, insyaallah kalau tidak ada halangan aku akan datang bersama ibu.!" jawab Tiara


"iya mba Terimakasih,, ya udah mba aku pamit ya. masih harus ngantar undangan ini. salam buat Tante ya,,!"


"iya, hati-hatilah..!" Tiara mengantar Vera sampai luar.


"loh mana si Vera,?!" tanya ibu


"udah pulang Bu, dia nganterin ini Bu,!" jawab Tiara


ibu menerima undangan yang disodorkan Tiara dan membaca nya.


"syukurlah akhirnya dia menemukan jodohnya.!"


"ibu nyesel Vera gak jadi menantu ibu,,?"


"gak sayang, maaf ya waktu itu ibu maksain kehendak ibu. tapi sekarang anak dan menantu ibu cuma kamu Tiara." jawab ibu


"Alhamdulillah seneng deh liat kalian akur gini, jangan kaya kemaren Tante marah-marah mulu." ledek Cici


"he-he-he kamu nih ngeledek Tante aja bisa nya.!"


"oiya Ra, selanjutnya kamu mau ngapain..?"


"aku mau kerja Ci, mungkin aku akan ngelamar lagi ke kantor lama, semoga masih ada lowongan. soalnya aku harus tetap punya penghasilan, selain untuk diriku dan ibu, juga untuk calon anak adopsi ku.!"


"calon anak adopsi,,,???!!" kening Cici mulai berkerut.