Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Ulang Tahun Putri part.1


Dalam perjalanan didalam mobil mereka diam hanya saling melirik, pak supir ikut memperhatikan mereka dari kaca depannya.


"aduh anak-anak jaman sekarang kalau pacaran itu lucu ya?" ucap pak supir


"siapa yang pacaran pak?" tanya Bagas


"ya kalian berdua lah, emang kalian gak pacaran?" tanya pak supir lagi


"GAK...!!!" jawab mereka bersamaan.


"tuh kan kompak sama-sama gak ngaku, sama-sama apa tuh namanya jaim, sama-sama cuek tapi saling ngelirik ha-ha-ha..!" ledek pak supir.


"idih bapak nih, kita itu beneran gak pacaran pak," kata Alin sekali lagi


"terus kalian dandan cantik mas nya juga ganteng mau ngapain, pasti mau kencan kan?" kepo pak supir


"idih bapak kepo deh. kita ini mau ke acara ulang tahun temen pak, berangkat nya barengan biar ongkos mobilnya bisa patungan, bukannya pacaran." jawab Bagas


"oooohh tapi kalau pacaran juga gak pa pa ko, kalian cocok tau." kata pak supir lagi


"aamiin,," jawab Bagas


Alin menoleh "kamu bilang apa Gas?"


"bilang apa,, gak bilang apa-apa!"


"tadi kamu bilang aamiin tau!"


"masa sih, salah dengar kali. pak supir denger nya saya bilang apa?"


"bilang aamiin" jawab pak supir


"saya lupa,, kaya nya gak deh." elak Bagas terus.


Pak supir hanya senyum sambil menggelengkan kepalanya. Akhirnya mobil pun berhenti di depan sebuah rumah yang gelap, sepi, seram, dan sepertinya kosong karena begitu banyak ditumbuhi ilalang.


"pak ko berhenti disini?" tanya Alin


"iya ni mah rumah kosong bukan rumah temen saya?"


"kalau dari titik tujuan nya berhenti disini dek, coba liat lagi alamatnya salah apa gak adek masukinnya tadi?"


Bagas mengecek aplikasi di Hp nya lagi dan mencocokkan dengan alamat yang ada di undangan lalu dia nyengir.


"he-he-he salah pak saya masukin nya. karena masukin nama jalan nya aja dan gak liat lagi nomor rumah nya, maaf ya pak! rumahnya kayanya ada agak ke depan lagi deh pak."


"yeeee gimana sih kamu nih, makanya diliat bener-bener dong. mana serem banget lagi ini rumah."


"ya udah bapak maju kedepan lagi ya," mobil pun kembali berjalan maju hingga melewati beberapa rumah dan berhenti di rumah dengan pagar terbuka dan terdengar alunan musik dari dalam.


"nah ini baru bener, ada suara musik ulang tahun. tadi mah rumah apaan ada suara jangkrik." ucap Bagas


"ya berarti rumah jangkrik dek." jawab si pak supir.


Bagas membayar ongkos dan mereka turun. Didepan pagar mereka melihat banyaknya kendaraan bermotor yang parkir disana, ada juga beberapa mobil.


"widih rumah nya besar banget Gas,, ini temen kamu yang kemaren dateng ke toko nyari kamu kan?" tanya Alin


"iya, ya udah yuk masuk kelamaan disini nanti makanan nya habis lagi." ajak Bagas


Alin dan Bagas pun memasuki halaman rumah yang luas itu, tiba-tiba dari arah belakang mereka seseorang berlari dan menabrak Alin hingga ia terjatuh.


"aaawwww..." jerit nya meringis kesakitan


Cowok itu berbalik "maaf ya maaf saya gak liat." berusaha membantu Alin berdiri.


"kamu gak pa pa Lin?"


"gk pa pa gimana, emang kamu gak liat itu cowok nabrak aku. kayanya lutut aku besot deh" jawab Alin


"mana coba liat,?"


"idih enak aja main liat-liat gak boleh, udah yuk masuk!" Alin jalan dengan kaki agak sedikit pincang


"yeee mau di obatin malah gak mau ya udah." balas Bagas


"emang kamu mau ngobatin pake apa, emang kamu bawa betadine atau plester? gak kan. bilang aja mau modus kan." ketus Alin


"terserah lah." dia berjalan disebelah Alin yang berjalan pelan.


Sampai di dalam ruangan yang disulap menjadi ramai dan seru dengan balon dan pita dimana-mana tepat ditengah berdiri Putri si mpunya rumah sekaligus yang berulang tahun, disebelahnya ada mama dan papa nya dan juga cowok yang tadi nabrak Alin.


"itu kan cowok yang tadi ngapain dia disitu?" tanya Alin


"cowok yang mau di jodohin sama Putri kali, dia kan pernah bilang mau dijodohin."


"yah patah hati dong, cemburu ya!" ledek Alin


"gak, siapa yang cemburu sama sekali gak patah hati tuh, biasa aja."


ngapain juga aku harus cemburu apa lagi patah hati secara cewek yang aku suka kan kamu Lin.


"oke terimakasih kepada semua teman-teman Putri yang sudah mau datang ke acara ulang tahun nya, kami sebagai orang tua senang melihat teman-teman Putri bisa datang. Dan di acara ulang tahun Putri kali ini ada sedikit yang berbeda yaitu Putri sudah menentukan tambatan hatinya alias dia sedang menyukai seseorang, dan sepertinya seseorang itu hadir disini." kata papa Putri


"kepada Bagas coba maju kesini!" serunya lagi.


"Gas, kamu dipanggil tuh. jadi Putri beneran suka sama kamu tau. widih keren dapat cewek tajir nih he-he-he.." ledek Alin dan mendorong Bagas kedepan.


Bagas yang didorong Alin mau gak mau maju kedepan sambil celingukan bingung dia berjalan menghampiri orang tua Putri.


"kamu yang namanya Bagas?"


"iya om?"


"kenalkan kami orang tua Putri dan yang disebelah Putri itu adalah kakak laki-laki Putri. om dan Tante berharap kamu bisa menjaga Putri menjadi anak gadis yang lebih baik." ucap papa Putri lagi.


Bagas bingung,, "tapi saya bukan pacar Putri om."


"sudah bicaranya nanti saja. sekarang kamu diam disini mendampingi Putri di pesta nya. baiklah Dengan ini pesta dimulai...!" lalu kakak laki-laki Putri menekan peledak kertas.


Semua tamu ikut menyanyi lagu selamat ulang tahun dan panjang umur nya, disusul kemudian lagu tiup lilin dan potong kuenya. Putri membagi suapan kue pertama untuk mama dan papa nya kemudian ke kakak laki-laki nya dan terakhir ke Bagas.


aduh kenapa nyeri ya, ngeliat itu. mending aku menjauh aja deh cari minum aja lah. pikir Alin yang merasa sakit hati nya dan memilih menjauh.


Tak sengaja kakak laki-laki Putri melihat perempuan yang tadi tak sengaja di tabrak nya yang datang bersama Bagas itu mundur perlahan dan menjauh segera mengikutinya.


"ayo yang lain silahkan dinikmati hidangan nya, Putri dan Bagas ayo kesini sebentar." ajak papa Putri.


Bagas mencari-cari Alin di tempatnya berdiri tapi sudah tidak ada, karena Alin sudah menjauh. Bagas mulai celingukan bingung.


"nyariin apaan sih,, ayoo kita ngobrol sama papa!" ajak Putri yang senang bukan main karena melihat Bagas tidak membantah.


"Alin aduh kamu dimana? jangan pulang dulu ya." batin Bagas panik.


Alin berada di dekat kolam renang duduk di gazebo yang ada disana dengan segelas air sirup berwarna merah.


"hei..!!" sapa suara disampingnya.


Alin menengok kesamping.