Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Boncengin Cewek


"asssiikk makasih ya,, nanti setelah tutup toko kamu ikut pulang kerumah aku ya, nanti berangkat dari sana aja. soalnya kan kamu juga harus diskusi pakaian sama ibu. okey..!" ucap Bagas


"iya iya."


"ya udah aku mau balik ke toko ibu ya, oiya pilihin salah satu barang yang ada di toko yang menurut kamu cocok buat kado si Putri. nanti bawa sekalian ya."


"beres bos. ada lagi?"


"apa ya,, gak ada deh. aku duluan ya bye Alin, bye Lia" Bagas mengambil tas nya dan keluar.


Sorenya setelah toko kedua ditutup Alin segera naik angkutan ke toko pertama.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam, loh Alin tumben ada apa kesini?" tanya Tiara


"emang Bagas belum bilang ya Bu?"


"gak tuh,"


"jadi Bagas minta tolong sama Alin buat jadi pasangan dia karena dia diundang ke ulang tahun temen sekolah nya. ini juga saya disuruh bikin kado segala lagi. terus saya disuruh pinjem baju ibu juga katanya, emang gak pa pa Bu?"


"Oalah bagas belum cerita apa-apa sama ibu, anaknya juga lagi keluar beli es katanya. ya udah nanti di rumah kamu bisa pilih dress ibu, nanti sekalian ibu bantu make up in ya.!"


"makasih ya Bu, jadi ngerepotin."


"Bagas mah emang selalu ngerepotin kamu sabar-sabar aja ya Lin."


"udah kebal Bu."


"assalamualaikum,,, eh Alin udah disini aja. nih mau gak capuccino Boba. enak tau cobain deh" ucap Bagas yang baru pulang membawa minuman cup.


"Tuti,, ini buat kamu nih!" teriak Bagas


Tuti masuk kedalam dan mengambil satu gelas dan membawanya kedepan lagi.


"makasih ya kak" ucap Tuti


"tau aja kalau pas aus. makasih ya." Alin mengambil dan menusukkan sedotan ke tutup gelas lalu menyedotnya.


"gimana enak kan?"


"bukan enak tapi seger.."


"ya udah kita pulang yuk. Tuti ayo kita pulang.." teriak Tiara


"okey Bu." jawab Tuti


Ketika sedang beberes barang memasukkan kedalam. Sebuah mobil datang.


"bu, kaya mobil om Andi deh" ucap Bagas


Dan benar pak Andi pun turun dari mobilnya berjalan ke arah toko.


"wah, udah mau tutup ya, ko tumben cepet.?" tanya nya


"iya ini Bagas sama Alin mau ke acara ulang tahun temennya, jadi aku mau dandanin Alin mas." jawab Tiara


"oh begitu, padahal saya baru aja pengen ngobrol sama kamu Ra.!"


"ya udah, kamu ikut kerumah aja. ngobrol di rumah." jawab Tiara


"baiklah. ayo om bantu beresin biar cepet."


"wah jadi ngerepotin deh,"


"makasih om"


Mereka selesai membereskan barang dan Tuti pamit pulang ke kost.


"berati kita jalan masing-masing ya, karena kebetulan bawa kendaraan juga!" ucap Tiara


Tiara dan pak Andi pun berlalu dengan motor dan mobil mereka, masih tertinggal di toko Bagas dan Alin.


"ayo naik.." ucap Bagas


"iya sabar dong, ribet tau bawa kado, bawa gelas capuccino" jawab Alin


"oiya lupa, sini kadonya di cantolin di depan sini. kalau minuman nya kamu abisin aja dijalan, tapi jangan buang sembarangan kalau udah habis." jawab Bagas dan mengambil plastik kado dan meletakan di depan.


"udah ayo naik, duduknya jangan miring ya, duduk biasa aja."


"iya, bawel deh." Alin naik dan duduk manis di motor.


"kamu masih eling kan?" tanya Alin tiba-tiba ketika tak sengaja melihat Bagas tersenyum dari kaca spion.


"ya eling lah, emang kenapa?"


"ngapain juga senyam-senyum gitu, serem tau!"


"he-he-he,,, seneng aja, emang orang seneng gak boleh senyum ya.?"


"oh lagi seneng, seneng karena di undang ulang tahun sama cewek cantik ya. wah bakalan jadi obat nyamuk deh kayanya aku nih."


"yeeeee sok tau,, bukan seneng karena itu tau. lagian aku gak salah bawa kan,?"


"maksudnya?"


"ya aku bawa Alin kan bukan Baygon bakar kan!"


"apaan sih jayus banget tau." Alin menepuk bahu Bagas.


"ha-ha-ha,, ya kamu yang bilang kan tadi bakal jadi obat nyamuk. emang kamu dijadiin obat nyamuk?"


"idih ya gak mau lah, mending pulang aja"


"tenang aja, kamu gak akan jadi obat nyamuk ko. kan ada aku. aku yang ngajak kamu jadi aku akan terus disamping kamu."


Alin tersenyum ada rasa bahagia yang Alin rasakan ketika mendengar bahwa Bagas akan terus ada disampingnya.


"nah kan gantian deh kayanya kamu masih eling kan?"


"iiisssshhh,,, bales nih ceritanya!"


Motor sampai di halaman rumah Bagas, ini adalah pertama kalinya Alin datang kerumah Bagas setelah sekian lama bekerja menjadi karyawan ibu Bagas. Tiara dan pak Andi sudah sampai lebih dulu.


"ya ampun kalian dari mana sih, lama amat?" tanya Tiara


"gak dari mana-mana ko Bu, ya kan Lin!"


"iya Bu, gak dari mana-mana ko, cuma emang tuh Bagas bawa motornya kaya keong Bu, jadi lama."


"sengaja ya kamu Gas, mentang-mentang bonceng cewek bawa motornya kaya keong. biar lamaan gitu." ledek ibu


"ya nanti kalau Bagas bawa nya ngebut salah lagi, bawa nya pelan juga disalahin, aduh.."


"udah si Ra, biarin aja namanya juga anak muda. kamu kaya gak pernah muda aja." ucap Andi


"yeee,, ada yang bela in makasih om. emang ibu mah kudu dikasih tau om, lupa kayanya ibu kalau pernah muda om."


"terus undangan nya jam berapa?"


"jam 7 malam."


"ya udah, kamu temenin om Andi dulu. mama mau ngasih liat baju yang bisa dipilih Alin buat nanti. ayo Alin"


Bagas duduk, Alin mengikuti Tiara ke kamarnya.


"om kapan ngelamar mama?" tanya Bagas


"emang kamu udah setuju om sama ibu kamu?"


"emang Bagas pernah bilang gak setuju ya, perasaan gak deh. Bagas mah ni ya om, asalkan laki-laki itu baik tulus Bagas mah oke aja."


"insyaallah om serius sama ibu kamu, sebenarnya om udah lama suka sama ibu kamu. tapi om pendam karena dulu Tiara sudah menikah."


"tapi hebat ya om, bisa bertahan memendam rasa cinta om dan nunggu ibu sampai selama ini. salut deh perjuangan nya."


"namanya juga cinta,"


"makanya Om udah jadiin aja."


"insyallah nanti om ngomong sama ibu kamu. makasih kamu sudah bersedia menerima om, sebagai ayah sambung kamu."


"sama-sama om."


Sementara di kamar..


"nah Alin ini baju yang dulu pernah ibu pakai waktu masih kerja, masih ibu simpen kamu pilih aja mana yang cocok, nanti ibu bantu make up ya."


"yang mana ya Bu,," Alin memilih menggeser gantungan demi gantungan baju..


"Alin pilih ini aja Bu. gak pa pa kan."


"gak pa pa dong, manis juga pilihan kamu. semanis kamu"