
"Aku… mengenalnya," ucap Yumi menundukkan kepala.
"Siapa?" tanya Ibu Syela.
"Ini adalah kunci motor Boby Tante," jawab Yumi pelan.
"Apa! Jadi Boby yang sudah membunuh Syela, kurang ajar! Tangkap dia sekarang, aku ingin mengambil nyawanya!" teriak ibu Syela histeris.
"Ibu sabar dulu ya, baiklah ini adalah kunci milik Boby, Boby ini siapanya Syela?" tanya Fiqan.
"Dia adalah mantan Syela," jawab Yumi.
"Apa kamu mempunyai nomor Boby?" tanya Fiqan.
"Aku punya, ku rasa nomornya tidak aktiv lagi, karena beberapa hari ini aku mencoba menghubunginya tapi tidak aktiv," ucap Yumi.
"Berikan saja padaku, aku akan melacaknya," ucap Fiqan. Yumi mengangguk dan ia pun memberi nomor ponsel Boby yang tidak aktiv itu lagi.
FIQAN
[System, bantu aku melacak nomor orang ini]
SYSTEM
[baik Tuan]
Memindai…
Loading…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai.
Nomor terlacak✔️
[Silakan tekan enter, Anda akan bisa menghubungi nomor yang aktif]
Fiqan menekan tombol enter dan langsung tersambung.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Bisakah kamu datang ke rumah sakit kasih bunda?" tanya Fiqan.
"Kamu siapa?" tanya suara pria itu kaget.
"Aku kakaknya Syela, Syela sudah siuman dia mencari mu," ucap Fiqan berbohong.
"Apa! Ti-tidak mungkin! Kamu siapa?" tanya pria itu.
"Aku tidak berbohong, kau datang saja, ada yang ia sampaikan," ucap Fiqan.
"Bagaimana dia yang sudah mati bisa hidup kembali," ucap pria itu.
"Sudahlah, jika kau tidak datang kau akan menyesal nanti," ucap Fiqan.
"Jika kau berbohong aku tidak akan melepaskan mu," ucap pria itu.
"Jika kau yang tidak datang kau yang akan menyesal seumur hidupmu, karena ada kata terakhir yang ingin di sampaikan Syela," ucap Fiqan.
Tak lama kemudian, mobil pria itu meluncur ke rumah Kasih bunda.
"Apa jangan-jangan Boby pelakunya?" tanya Yumi tak percaya.
"Kita akan tahu nanti setelah dia datang," ucap Fiqan.
Triring
Triring
Triring
Ponsel milik Fiqan berdering.
"Kamu datang ke sini, aku akan menunggumu di depan pintu," ucap Fiqan yang langsung memutuskan panggilannya.
"Sebentar aku menemuinya dulu," ucap Fiqan keluar dari ruangan tersebut.
Ia menunggu Pria itu, dan pria itu memakai jaket hitam dengan kepala yang di tutupi.
"Hey kamu! Ke sini," panggil Fiqan.
"Kamu? Kamu siapa?" tanya pria itu kaget karena di keluarga Syela tidak ada orang seperti itu di keluarganya.
Fiqan langsung menarik tangan pria itu langsung membawanya masuk ke dalam.
"Boby," lirih Yumi dengan mata terbelalak.
"Kamu ya yang membunuh anak ku, kenapa kamu kejam sekali!" teriak ibu Syela memukul-mukul dada Boby.
"Tunggu dulu Bu, aku rasa bukan dia pelakunya, jika di pelakunya dia pasti sudah kabur melarikan diri," ucap Fiqan.
"Bukan aku yang melakukannya. Tapi… kamu bilang jika Syela masih hidup, di mana dia?" tanya Boby.
"Dia ada di sana dan tidak mungkin kembali lagi, kamu lebih baik bicara yang sesungguhnya, jangan menyembunyikan pelakunya karena kau juga akan di hukum berat karena membunyikan pelakunya dan kau malah akan di anggap kerja sama dengan pelakunya," ucap Fiqan.
"Sebenarnya… sebenarnya… pelakunya adalah kakak laki-laki ku sendiri, aku… aku melihat ia melakukan sesuatu pada Syela dan berniat untuk membantunya, namun tenaga kakakku lebih kuat dan menghempaskan tubuhku dan aku terluka," ucap Boby menundukkan kepalanya merasa bersalah.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih