
Fiqan dan Zacky berlari keluar, terdengar suara orang dari arah dapur.
Ding dong
Anda mendapatkan sebuah Box
Apa Anda yakin ingin membukanya?
[Ya]
[Tidak]
Fiqan menyentuh tulisan Ya. Fiqan langsung berlari ke dalam restoran tersebut.
Ding Dong
Misi baru.
Selamatkan para karyawan restoran.
Status misi: sedang berlangsung.
"Fiqan!" teriak Zacky kaget dengan kenekatan Fiqan. "Apa yang harus aku lakukan ya, oh iya iya, aku telpon damkar," ucap Zacky yang sedang panik.
Ia mengambil ponselnya dari saku celananya namun itu terjatuh karena ia panik dengan tubuh gemetar, Zacky memungut ponselnya. Sedangkan Fiqan sedang menolong seorang karyawan restoran karena kakinya terhimpit oleh platpon yang jatuh.
Fiqan mengangkat platpon itu lalu memindahkannya dan ke tepian lalu membopong tubuh karyawan itu keluar dari restoran tersebut.
Karyawan itu Fiqan meletakkannya di samping Zacky. "Tolong bantu dia, kakinya terluka," ucap Fiqan yang kemudian ia masuk dalam kobaran api, Karena masih ada satu lagi yang terluka di sana.
Fiqan keluar dengan membopong seorang karyawan dengan bajunya yang separuh terbakar lalu meletakkan di atas tanah, Fiqan langsung membuka baju tersebut.
"Aduh panas! Panas!" teriak karyawan pria itu.
"Iya sebentar ya, tahan dulu ya. Kamu sudah telpon Ambulan?" tanya Fiqan.
"Eh iya, aku tadi hanya menelpon Damkar saja, aku juga akan menelpon Ambulan. Saat baru saja Zacky ingin menelpon, mobil damkar dan Ambulan datang beriringan dan mereka dengan sigap keluar dari mobil dan langsung di menuju ke arah korban kebakaran.
"Untungnya hanya ada dua orang yang bersama Fiqan yang terluka, sedangkan yang lain selamat tanpa terluka.
Para perawat itu membawa ranjang roda lalu mengangkat dua orang korban itu menuju ambulan.
Fiqan hanya menatap kepergian mereka, sedangkan Damkar memadamkan apinya.
"Fiqan… Fiqan, mungkin mereka yang membakar restoran ini, karena… karena aku melihat mereka membawa senjata api tadi," ucap Zacky yang masih dalam keadaan panik.
"Mereka maksudmu para pria memakai jas itu?" tanya Fiqan.
"Iya," angguk Zacky.
"Apa yang mereka lakukan? Apa mereka sedang mencari sesuatu?" tanya Fiqan dalam hati.
"Baiklah, ayo kita pergi dari sini," ajak Fiqan.
"Iya, di sini belum tentu sudah tenang dan baik-baik saja, aku merasa merinding," ucap Zacky.
Fiqan mengangguk, tapi tiba-tiba Fiqan melihat para pria berjas itu datang seperti mengais sesuatu, Fiqan penasaran dan mendekat.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Fiqan. Mereka semua melihat ke arah Fiqan.
"Fiqan," lirih Zacky.
"Ini bukan urusan orang biasa yang boleh ikut campur, kamu lebih baik pergi, kami sedang tak ingin bermain-main saat ini," ucap bos tersebut.
"Kalian pasti melakukan sesuatu 'kan?" tanya Fiqan.
"Itu bukan urusanmu! Lebih baik kamu pergi atau kau akan menyesal nanti," ucap pria itu menatap tajam Fiqan.
"Ayolah kita pergi," ajak Zacky menarik-narik tangan Fiqan.
"Iya, jika kamu bijak, kamu bawa temanmu itu pergi," ucap pria itu kembali fokus dengan kerjaan mereka.
Karena di tarik-tarik oleh Zacky, Fiqan pun pergi meninggalkan para pria berjas itu lalu mereka pun masuk mobil.
"Udah, ayo kita pulang saja, kamu harus istirahat, karena nanti malam kita akan pergi," ucap Zacky.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih