
"Kamu sekalian mau ambil nggak?" tanya Fiqan, membuka pintu mobil.
"Ya Iyalah donk," angguk Zacky juga keluar dari mobil.
"Kamu tunggu di sini sebentar ya," ucap Fiqan.
Adinda mengangguk. Fiqan dan Zacky menuju mesin ATM.
Beberapa orang sedang mengantri, Fiqan dan Zacky adalah mengantri paling terakhir.
Ding dong
Anda mendapatkan Box Ungu
Apa Anda yakin ingin membukanya?
[Ya]
[Tidak]
Fiqan menyentuh tulisan Ya di layar monitornya.
Ding dong
Misi baru
Menyelamatkan Seseorang ibu-ibu yang di hipnotis seorang pria untuk menyerahkan semua uang dan perhiasannya.
"Ibu-ibu dan seorang pria? Yang mana yang harus aku curigai ya?" tanya Fiqan dalam hati sambil melihat-lihat.
Fiqan keluar dari antrian dan berdiri di samping melihat orang yang menurutnya mecurigakan.
Fiqan melihat ibu-ibu yang memakai gelas emas sambil memegang kartu ATM-nya sedangkan ada 2 orang pria di depan dan di belakang ibu itu. Yang lebih mencurigakan adalah pria yang di belakang ibu-ibu itu, dia memakai baju hitam dan pakai topi menutupi wajahnya.
Fiqan mengangguk mengerti, berarti dia harus memantau pria itu.
Beransur-ansur mereka masuk ke dalam mesin ATM karena yang antrian yang di depan sudah mengambil uangnya.
Sekarang giliran ibu itu dan 2 orang pria itu masuk ke dalam, karena mesinnya ada 3. Fiqan berdiri di depan pintu sambil menempelkan telinganya di pintu.
"Kamu ngapain?" tanya Zacky menepuk pundak Fiqan membuat Fiqan kaget.
"Eish… ganggu aja," ucap Fiqan kembali menempelkan telingannya.
Tiba-tiba seorang pria yang memakai baju putih dengan pakaian rapi keluar dengan tergesa-gesa.
Fiqan masuk ke dalam dan melihat seorang ibu-ibu diam mematung.
Sedangkan pria yang memakai baju hitam dan bertopi itu sedang menarik uangnya di ATM.
"Sial! Aku salah orang," ucap Fiqan.
"Zacky, tolong jaga ibu itu, dia masih pengaruh hipnotis," perintah Fiqan yang berlari keluar dan mencari pria yang memakai baju putih rapi tadi.
Pria itu tampak mengaskan motornya dan meninggalkan tempat tersebut. Fiqan mengejar motor pria tersebut.
"Hey! Tunggu!" teriak Fiqan. namun motor itu tetap melaju kencang apa lagi terdengar teriakkan suara Fiqan membuat ia tancap gas.
Fiqan mengumpulkan kekuatannya di kaki dan meringankan tubuhnya dan berlari sangat kencang, sehingga kekecangannya bisa mengejar pria tersebut.
Fiqan dan pemotor itu beriringan, Fiqan melompat dan menendang motor pria itu membuat pria itu terpental berserta motornya.
Orang-orang yang sedang bersantai dan pemotor lain langsung berhenti dan melihat ke arah Fiqan. Fiqan mendekati pria itu lalu mengangkatnya.
"Kembalikan uang dan perhiasan ibu-ibu yang kau curi tadi," ucap Fiqan dengan nada tinggi.
"Apa-apa'an kamu, mana ada aku mencuri," ucap pria itu mengelak.
"Jangan bohong!" ucap Fiqan memeriksa seluruh saku di pria itu dan mendapati uang 15 juta dan gelang emas.
"Ini punya ibu itu'kan? Kau jangan mengelak lagi," ucap Fiqan memgambil uang dan emas tersebut.
"Hey! Itu punya istriku," teriak Pria itu.
"Kau pikir aku tidak melihat ibu itu memakai gelang ini dan kau hipnotis dia dan mengambil uang dan gelang emasnya ini," ucap Fiqan kembali berlari meninggalkan pria tersebut.
Ibu itu menangis duduk di kursi bersama Zacky, Adinda dan pria yang memakai topi tadi.
Fiqan datang kepada mereka dengan ngos-ngosan. "Ini… ini punya ibu'kan," ucap Fiqan menyerahkan uang dan gelang tersebut kepada ibu itu.
"Iya, ini punya saya, terima kasih, terima kasih banyak," ucap ibu itu senang.
Fiqan duduk di pinggir aspal, karena ia kelelahan berlari.
"Ibu, aku sarankan jangan mengunakan perhiasan jika keluar, mereka melakukan kejahatan bukan karena di rencanakan, tapi karena mereka punya kesempatan, jadi simpan saja perhiasannya, atau gunakan saja yang palsu, setidaknya jika di ambil ibu nggak akan rugi," saran Fiqan.
"Tidak perlu buk, saya hanya ingin membantu saja, yang penting ibu hati-hati saja bawa uangnya, jangan sampai kecolongan lagi," ucap Fiqan.
"Eh iya, terima kasih banyak ya," ucap Ibu itu lagi, menyimpan uangnya di dalam dompetnya lalu memasukkan ke dalam tasnya.
"Jika begitu saya permisi dulu," ucap ibu itu.
"Iya," Jawab Fiqan mengangguk.
"Jika begitu aku pergi juga," ucap pria yang memakai topi itu.
"Maaf ya, tadi aku sempat mencurigaimu," ucap Fiqan.
"Berarti kamu sudah tau dari awal jika ada yang mengincar ibuk itu?" tanya pria itu.
"Iya, karena menurutku kamu yang mencurigakan jadi aku hanya memperhatikan kamu dan tidak waspada dengan orang yang lain," ucap Fiqan.
"Tidak apa-apa, aku mengunakan pakaian seperti ini tidak heran jika kamu mencurigaiku, ya sudah aku pergi dulu," ucap pria itu.
Fiqan mengangguk tersenyum. Fiqan menarik nafas lega.
"Ayo gantian kita yang ambil uangnya," ajak Fiqan kepada Zacky.
"Iya," Zacky mengangguk.
Fiqan masuk ke dalam ruang mesin ATM tersebut.
Ding dong
Selamat Anda mendapatkan box ungu.
Apa Anda yakin ingin membukanya?
[Ya]
[Tidak]
Fiqan menyentuh tulisan ya.
Selamat Anda mendapatkan uang 50.000.000
Selamat Anda mendapatkan sebuah taman bunga di depan rumah.
Ding dong
Uang Anda di tambah 50.000.000
Uang Anda menjadi 206.070.000.
Fiqan memasukkan kartu ATMnya di mesin lalu menarik tunai 50.000.000
Uang itu keluar dari mesin dan Fiqan memasukkan uangnya ke dalam tasnya.
Zacky sendiri ia menarik uang 7 juta, guna untuk bayar kuliahnya besok, karena tadi terburu-buru mengikuti Fiqan, ia jadi lupa.
"Aku Udah selesai nih, ucap Zacky memasukan uangnya ke dalam tas.
"Bentar lagi," ucap Fiqan yang sedang menunggu semua uangnya keluar.
"Wih, kamu nariknya banyak ya," ucap Zacky.
"Iya, nanti kalau mau beli ini dan itu pas mereka nggak punya mesin pembayaran kan repot," ucap Fiqan.
"Ah udah nih, ayo balik," ucap Fiqan kembali mencabut kartunya lalu pergi meninggalkan mesin ATM tersebut.
"Ayo masuk mobil," ajak Fiqan krpada Adinda yang sedang termenung.
"Eh iya," angguk Adinda.
Mereka bertiga kembali masuk ke dalam mobil dan Fiqan kembali melajukan mobilnya di jalanan.
"Apa masih jauh lagi?" tanya Fiqan.
"Hm… 3 kilo lagi," jawab Adinda.
Fiqan kembali fokus menyetir mobilnya. Sedangkan Zacky menghitung uangnya dari dalam tas.
"Tak pernah aku memegang uang sebanyak ini, sungguh keberkahan bisa bertemu denganmu," ucap Zacky menepuk pundak Fiqan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih