
Stella gantian menarik tangan Fiqan dan Zacky, lalu masuk ke ruangan mereka tersebut.
"Ayo cepat," ucap Stella yang langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
Stella langsung mengeluarkan peralatan laptopnya, dan mendengar dengan hand -nya dan ia juga merekam percakapan mereka.
"Sini kamu duduk di sampingku," ucap Stella membuka satu headset dari telinganya lalu memasangkan ke sebelah telinga kiri Fiqan. Stella juga ingin Fiqan ikut mendengar percakapan mereka.
"Ada apa?" tanya pria itu.
"Tidak apa-apa Tuan, hanya pertengkaran sepasang ke kasih saja," ucap pengawal itu.
"Oh," jawab pria itu mengangguk.
1 jam mereka menunggu dan itu percakapan yang tidak penting, hanya terdengar suara pria itu menggoda para wanita itu dan para wanita itu tertawa senang.
2 jam kemudian, Stella nggak sanggup mendengarnya lagi karena terdengar suara pria itu sedang bercinta membuat wajah Stella memerah.
3 jam kemudian, Stella dan Zacky sudah mulai mengantuk, mata mereka terasa berat untuk di buka.
"Ya sudah... kalian tidur saja, biar aku yang menunggu ini," ucap Fiqan.
"Baiklah, aku sudah sangat mengantuk," ucap Stella melambaikan tangan dan ia pun terbaring di tempat tidur, begitu juga Zacky.
"Haish… katanya ia bertugas bahkan sampai pulang pagi, apa tidur di waktu kerja juga termasuk?" tanya Fiqan mencibirkan bibirnya dan kembali fokus mendengar percakapan pria itu.
Waktu subuh pun tiba.
"Apa semuanya sudah selesai?" tanya pria itu.
"Sudah Tuan," angguk pengawal tersebut.
"Mari kita pergi ke kota Y, kita akan bertemu dengan bos di sana," ucap pria itu.
"Baik Tuan," angguk pengawal itu.
Suara pintu tertutup pun terdengar, sepertinya mereka hendak pergi saat ini.
Fiqan melompat lalu membangunkan Stella. "Hey! Bangun, mereka sudah pergi," ucap Fiqan.
"Hm… Pergi? Pergi ke mana? Apa!! Mereka sudah pergi!" teriak Stella yang baru sadar.
Zacky pun langsung kaget dan bangun karena jeritan Stella yang cukup keras itu.
"Iya, mereka akan ke kota Y untuk bertemu bos mereka," jawab Fiqan.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo," jawab suara pria di seberang sana.
"Halo komandan, mereka akan menuju di..." Stella langsung memberikan ponselnya kepada Fiqan.
"Mereka akan pergi ke kota Y untuk menemui bosnya," jawab Fiqan.
"Oh baiklah tapi apa kamu tau di mana alamatnya?" tanya komanda.
"Tidak, aku hanya mendengar jika mereka akan menuju ke kota Y saja," jawab Fiqan.
"Baik kita akan langsung mengintai di sana," ucap komandan tersebut.
"Baik komandan," angguk Stella bersemangat.
"Oke, aku akan pergi sekarang," ucap Stella.
"Hey! kamu jangan pergi ninggal kami gitu aja donk, antar kami pulang, inikan karena kamu menyuruhku meninggalkan mobilku," ucap Fiqan.
"Baiklah, aku akan mengantar kalian ke sana dulu," jawab Stella mengemasi barang-barangnya dan memasukkan ke dalam tas.
Mereka pun meninggalkan tempat tersebut dan menuju meja pegawai itu untuk memulangkan kartu kamar tersebut dan langsung menuju mobil mereka.
Stella menginjak pedal gas mobilnya dan melaju kencang di jalanan karena ini masih termasuk subuh dan jalanan masih termasuk sepi.
"Apa kamu juga akan pergi mengintai?" tanya Fiqan.
"Iya," angguk Stella.
"Apa kamu tidak mengantuk?" tanya Fiqan lagi.
"Tidak, tidur segitu sudah cukup bagiku," jawab Stella fokus di jalan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih