
"Iya makanya jangan nyontek," ucap Fiqan sambil memakan makanannya.
"Iya iya," jawab Zacky.
Mereka pun makan sambil mengerjakan tugas. Setelah selesai mereka pun kembali ke kamar dan tidur.
xxx
Teng! Teng!
Jam sudah menunjukkan pukul 18:00
Fiqan bangun sambil mengucek matanya dan ia pun menuju dapur dan minum air.
"Fiqan! Fiqan! Kamu di mana?" teriak Zacky.
"Berisik banget sih, Aku di dapur," jawab Fiqan.
"Oh," Zacky kembali tidur.
Fiqan pun kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil handuknya.
"Hey bangun, keluar cari makan nggak," ucap Fiqan.
"Ha? Iya iya," ucap Zacky juga bangun dan ia juga mengambil handuknya.
Setelah bersih-bersih, mereka pun masuk ke dalam mobil untuk mencari makan malam.
"Malam ini makan di warung milik Micka, sekalian bantu larisin," ucap Fiqan.
"Iya, Mika soalnya cantik juga," ucap Zacky terkekeh.
"Hm... kamu ini mata keranjang," ucap Fiqan menginjak pedal gas mobilnya dan melaju di jalanan.
"Fiqan, kamu tau nggak? Sekarang aku benar-benar menikmati hidupku, apa ini bayaran atas kebaikan ku pada mu," ucap Zacky.
"Iya, anggap saja begitu," jawab Fiqan mengangkat alisnya.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di warung milik Micka yang ada di pasar.
Micka dan ibunya sangat kaget karena ada mobil yang datang ke warung sederhananya.
"Siapa itu?" tanya Ibu Micka.
"Hm entahlah," jawab Micka mengeleng.
"Fiqan," lirih Micka.
"Hay Micka, menu apa yang di rekomendasikan di sini?" tanya Fiqan.
"Eh itu… Itu bakmi ayam," jawab Micka yang terpaku menatap Fiqan yang sangat keren malam ini.
"Apa ada lagi?" tanya Fiqan membuka kaca mata hitamnya.
"Hm… Mie tiaw," jawab Micka yang terlanjur terpana.
"Hm baiklah, pesan itu masing-masing 2 porsi ya, sama minuman juga, aku mau jus alvokado. Kamu mau minuman apa?" tanya Fiqna melihat ke arah Zacky.
"Hm sama," jawab Zacky kecewa, karena Micka hanya menatap Fiqan dan tidak melihatnya.
"Ba-baiklah," jawab Micka yang tidak mengedipkan matanya.
Fiqan mengangkat alisnya karena Micka tak kunjung pergi dari hadapannya.
"Micka!" panggil ibunya.
"Eh iya, ada apa Bu?" tanya Micka yang tersadarkan dan melihat ke arah Ibunya.
"Mereka itu pesan makanan dan kamu ngapain masih berdiri di sana," ucap ibu Micka.
"Eh i-iya bu," jawab Micka melihat sekilas ke arah Fiqan lalu kembali lagi menuju dapur.
"Kamu kenapa tiba-tiba bengong begitu? Apa kamu mengenalinya?" tanya Ibu sambil merebus mienya.
"Eh iya, dia yang Micka kenal, sebenarnya dulu ia sangat miskin dan menjadi tukang sapu di salah satu warnet, tidak tau sekarang dia keren banget. Dia itu lho yang di tabrak mobil oeh Eka dan di nyatakan meninggal dunia, tapi ia malah masih hidup," jelas Micka.
"Oh dia anaknya, mungkin dia mengalami mati suri saat itu," jawab Ibu.
"Tapi… kenapa aku bisa berdegup kencang saat dia di hadapanku?" tanya Micka dalam hati sambil melihat Fiqan yang sedang menunggu.
"Hey cepat sedikit, jangan biarkan mereka menunggu lama," ucap Ibu menyadarkan Micka yang melamun.
"Eh iya ibu," jawa Micka memasukkan sayur sawi ke dalam mangkok dan menaburkan bawang goreng di atas mienya.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih