
"Kamu kenapa tidak minta keadilan kepadanya dan memaksanya agar gajimu keluar?" tanya Fiqan.
"Kamu saja dengarkan jika bahkan dia tidak membayar gajiku, pekerja bukanlah penting baginya, tapi pelanggan yang penting untuknya menghasilkan uang, kami para pekerja hanya alat untuk dia mencari uanga, kau pasti paham, karena yang akan kerja di sini pasti sangat banyak, sedangkan pelanggan adalah yang paling di utamakan, jika dia tahu kamu menghajar pelanggannya, mungkin dia tidak akan tinggal diam, lebih baik kita pergi dari sekarang sebelum dia menyadarinya," saran wanita itu.
"Baiklah, ayo masuk ke mobilku, aku akan mengantarmu pulang," ucap Fiqan.
"Terima kasih," ucap wanita itu mengangguk.
Mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Di mana rumahmu?" tanya Fiqan.
"Di jalan macau," jawab wanita itu.
Fiqan mengangguk dan melajukan mobilnya di jalanan.
Beberapa menit perjalanan, Fiqan memberhentikan mobilnya.
"Kenapa berhenti?" tanya Zacky.
"Aku mau beli baju," ucap Fiqan.
"Fiqan, kau sungguh cukup bagus hanya mengunakan singlet tipis itu, itu memperlihatkan kau sangat gagah, untuk apa kau memakai baju," ucap Zacky.
"Ah, aku tidak mungkin berjalan di tengah keramaian dengan pakaian di tipis seperti ini, ayo keluar, kamu mau beli kaca mata juga nggak?" ucap Fiqan.
"Oke!" jawab Zacky.
"Kamu juga ayo keluar, cari baju untukmu juga," ajak Fiqan.
"Terima kasih," ucap wanita itu setuju.
Mereka pun keluar dari mobil, Fiqan dan wanita itu pergi menuju toko baju, sedangkan Zacky menuju toko kaca mata di sebelahnya.
Orang-orang yang sedang berbelanja di toko matanya memandang ke arah Fiqan.
"Woow, apa dia sedang pamer tubuhnya yang kekar itu, dia benar-benar keren," ucap ciwi-ciwi-ciwi gemes melihat Fiqan.
"Apa dia artis? Aku sangat ingin berkenalan dengannya," ucap temannya dengan mata yang penuh love-love.
"Astaga! Ini membuatku tidak nyaman," ucap Fiqan mengambil baju kaos lalu memakainya.
"Hey kamu, apa sudah memilih bajunya?" tanya Fiqan.
"Hm... sudah," angguk wanita itu.
"Maaf Tuan, baju yang belum di bayar harap jangan memakainya terlebih dahulu," ucap kasir itu.
"Baiklah," angguk Fiqan dengan terpaksa melepaskan bajunya dan meletakkan di meja kasir.
"Astaga! Tubuh Tuan sangat-sangat bagus," ucap kasir itu dengan mata penuh love-love.
"Eh iya, bisakah Anda secepatnya menghitung belanjaan kami?" tanya Fiqan.
"Oh baik Tuan, tapi bisakah kita foto bersama terlebih dahulu," ucap kasir itu dengan mata berbinar.
"Hitung dulu, baru foto," ucap Fiqan.
"Baiklah," ucap kasir itu menghitung jumlah barang yang Fiqan dan wanita itu beli.
"Semuanya 700 ribu Tuan," ucap kasir itu.
Fiqan mengeluarkan kartu ATM-nya lalu mengesek di mesin pembayaran.
Pembayaran berhasil✔
Uang Anda di kurang 500.000
Sisa uang Anda 156.070.000.
"Terima kasih Tuan, mari kita foto dulu," ucap kasir itu.
Fiqan menarik tangan wanita itu. "Lari," ucap Fiqan berlari sambil mengandeng tangan wanita itu keluar dari toko.
"Tunggu Tuan!" teriak kasir itu. Namun lari Fiqan sangat cepat seperti orang yang sedang ketahuan mencuri.
Wanita itu tersenyum. "Kau sangat populer ya," ucap wanita itu.
"Wanita sangat mengerikan," ucap Fiqan.
"Apa kamu bilang? Aku juga perempuan tau," ucap wanita itu manyun.
"Eh... maksudku bukan kamu, tapi mereka. Oh iya mana bajuku tadi?" tanya Fiqan melihat paper bag yang ada di tangan wanita itu.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah.
Terima kasih