
"Tuan, terimalah kami sebagai muridmu, ajari kami bela diri agar kami bisa saling menjaga," ucap pria dan ketiga temannya dan sambil bersujud.
Fiqan mengangkat alisnya heran dengan perbuatan mereka.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Fiqan.
"Kami ingin menjadi penginkut Tuan, Tuan sangat keren, kami ingin menjadi seperti Tuan," ucap Pria itu.
"Hm? Tapi aku…" ucapan Fiqan terputus.
"Aku mendapat kekuatan ini dari system, bagaimana aku mengajari mereka?" tanya Fiqan dalam hati sambil berpikir.
"Hm… namamu siapa?" tanya Fiqan.
"Namaku Aska," jawab pria itu.
"Yang lain?" tanya Fiqan melihat ke arah ke 3 pria itu.
"Namaku Iskas, yang ini Depal dan yang ini Momo," jawab Iskas.
"Baiklah, jika ada waktu aku akan mengajari kalian bela diri, jadi masalah latihan nanti latihan di rumahku saja, jadi tempat pertemuan kita di sini saja," ucap Fiqan.
"Terima kasih Tuan, terima kasih banyak kami pasti akan setiap pada Tuan," ucap Aska.
"Jangan memanggilku Tuan," ujar Fiqan.
"Jadi apa kami panggil Bos saja atau kakak pertama?" tanya Aska.
"Terserah saja, asal jangan memanggilku Tuan," ucap Fiqan.
"Baiklah kami akan memanggil sebagai kakak pertama," ucap Aska.
"Hehehe dan kalian harus memanggilku kakak kedua," ucap Zacky.
"Baik Kakak kedua," ucap Aska.
Zacky tertawa sambil merangkul pundak Fiqan.
"Hahahah… tidak menyangka sekarang kita punya pengikut," ucap Zacky senang.
"Hm… habiskan makanan kalian, kali ini biar aku yang bayar," ucap Fiqan.
"Terima kasih kakak pertama," ucap bawahan Fiqan.
"Jadi mereka ini bagaimana?" tanya Aska.
"Susun mereka di sudut sana, nanti jika merrka sudah bangun mereka akan pergi dengan sendirinya dan setelah makan kembalikan uang para pedagang," ucap Fiqan.
"Baik Kakak kakak pertama," angguk mereka menurut.
Ding dong
Anda mendapatkan box jingga.
Apa Anda yakin ingin membukannya.
[Ya]
[Tidak]
Ding dong
Selamat Anda mendapatkan uang 70.000.000
Selamat Anda mendapatkan bingkis kekuatan kebal senjata api.
Ding dong
Uang Anda di tambah 70.000.000
Uang Anda menjadi 260.730.000.
"Syukurlah, akhirnya aku mendapatkan kekuatan kebal senjata api," ucap Fiqan dalam hati sambil tersenyum.
"Kakak pertama, kami sudah selesai makan, jika begitu kami langsung mengembalikan uang para pedagang itu," ucap Aska.
Fiqan mengangguk.
"Micka, berapa semua makanan ini?" tanya Fiqan.
"Hm… kata ibu kalian nggak usah bayar, karena kalian sudah menyelamatkan kami," ucap Micka.
"Iya Nak, kamu tidak perlu membayarnya, hari ini makanan kalian gratis," ucap ibu Micka.
"Tidak ibu, ibu menjual ini mengunakan modal, jika ibu mengratiskan semuanya maka modal ibu tidak balik lagi," ucap Fiqan.
"Tidak apa-apa, hanya untuk hari ini saja," ucap Ibu.
Fiqan terdiam.
"Baiklah ibu, jika begitu kami permisi pulang dan katakan pada mereka, besok malam kami akan ke sini lagi jika mereka ingin bertemu," ucap Fiqan.
"Fiqan…!" panggil Micka.
"Ya," jawab Fiqan.
"Kamu akan sering ke sini kan?" tanya Micka.
"Hm… tidak tentu juga, tapi aku akan usahakan ke sini lagi," jawab Fiqan.
Micka tersenyum malu-malu.
"Ya udah aku pulang dulu," ucap Fiqan.
"Iya," angguk Micka.
"Micka ayo sini ada pengunjung lagi itu," panggil Ibu.
"Baik bu," jawab Micka kembali berlari ke dapur.
Fiqan nmembuka tasnya lalu meletakkan beberapa lembar uang di bawah mangkok tersebut.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih.