System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box
BAB 28


"Stop! Di sini rumahku," ucap Adinda.


Fiqan menepikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


"Ayo masuk dulu ke rumahku," ajak Adinda.


"Tidak usah, kami langsung pulang saja, sampaikan salam dengan ibumu," ucap Fiqan.


"Baiklah, terima kasih banyak ya atas bantuanmu ini, jika ada waktu biarkan aku membayar kebaikanmu," ucap Adinda.


"Tidak usah, aku ikhlas kok membantumu," ucap Fiqan.


"Baiklah, jika begitu aku pulang dulu," ucap Adinda membuka pintu hendak keluar.


"Hm Adinda, tunggu sebentar," ucap Fiqan.


"Ada apa?" tanya Adinda mengangkat alisnya.


Fiqan mengambil uang di dalam tasnya, menghitungnya lalu memberikan kepada Adinda.


"Ini gunakan uangnya untuk membayar hutangmu dan sisa uangnya bisa kamu gunain buat modal usaha kecil-kecilan," ucap Fiqan mengulurkan uangnya.


"Kamu…" Adinda langsung meneteskan air matanya karena terharu.


"Terima kasih banyak atas kebaikanmu, terima kasih," ucap Adinda menangis.


"Iya, sama-sama, kamu jangan sedih gitu, ini adalah rezekimu sebagai anak yang berbakti," ucap Fiqan.


Adinda mengangguk dan menyeka air mayanya. "Terima kasih banyak ya," ucap Adinda menerima uang tersebut.


"Iya," angguk Fiqan.


Adinda pun keluar dari mobil .


"Eh tunggu sebentar," ucap Zacky memberi Adinda uang 1 juta.


"Terima kasih ya, kalian baik sekali, semoga kalian di limpahkan rezekinya terus menerus," ucap Adinda tersenyum dengan mata yang sembab.


"Iya, kamu gunain uangnya baik-baik ya," pesan Zacky.


"Iya," angguk Adinda.


Fiqan pun melajukan mobilnya. Adinda melambaikan tangannya.


Fiqan mengeluarkan tangannya membalaskan lambaian tangan Adinda.


Ding dong


Uang Anda di kurang 15.000.000


Sisa uang Anda 191.070.000.


"Kamu baik sama semua orang ya," ucap Zacky.


"Kamu juga baik," ucap Fiqan tersenyum.


Mobil pun melaju kencang di jalanan. Tak lama kemudian mereka pun sampai di depan rumah sewa Fiqan.


"Ayo bereskan baran-barangmu bawa masuk ke dalam mobil," ucap Fiqan.


"Kita pindah rumah," ucap Fiqan.


"Pindah sewa rumah maksudmu?" tanya Zacky heran.


"Enggak, pindah ke rumahku yang baru," jawab Fiqan.


"Kamu… punya rumah?" tanya Zacky dengan mata berbinar mendekati wajahnya ke depan wajah Fiqan.


Fiqan menjauhkan wajah Zacky dari wajahnya.


"Iya, ayo cepat beres-beres, nanti kamu yang bawa motornya," ucap Fiqan.


"Oke!" jawab Zacky tersenyum dan segera membereskan barang-barangnya yang tak seberapa itu.


Setelah selesai mereka pun membawa barang-barangnya masuk ke dalam bagasi mobil.


"Kamu beres-beres dulu, aku mau pulangin kunci rumahnya dulu," ucap Fiqan.


"Oke," angguk Zacky.


Fiqan menuju rumah di yang tidak jauh dari rumh sewanya.


Tok!


Tok!


Tok!


"Permisi," ucap Fiqan mengetuk pintu.


"Iya sebentar," jawab dari pemilik rumah menuju pintu depan lalu membukannya.


"Ada apa?" tanya seorang ibu-ibu yang berdaster.


"Hm… Ibu istri pemilik rumah yang di sewa itu ya?" tanya Fiqan.


"Iya," angguk ibu tersebut.


"Oh iya, saya mau pindah rumah, jadi ini saya kembalikan kunci rumahnya," ucap Fiqan.


"Oh kamu yang menyewa rumah itu ya, Tapi kamu baru beberapa hari sewa di sana, tapi bukannya kamu menyewa hingga 4 bulan?" tanya ibu itu.


"Iya buk, saya udah punya rumah, jadi sewa rumahnya saya berhentikan," jawab Fiqan.


"Tapi… uang kamu bagaimana?" tanya Ibuk itu.


"Eh tidak usah, anggap saja bonus, jika begitu saya permisi, bilang juga sama bapak ya jika saya pindah, terima kasih ya buk, saya permisi dulu," ucap Fiqan berpamitan.


"Iya," angguk ibuk itu.


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih