
"Tentu saja! Karena kamu ingin dekat dengan Eunhy kan?" tebak Dewi.
Fiqan membuka kaca matanya lalu menatap Dewi.
"Aku nggak punya waktu buat dekat dengan wanita, yang terpenting bagiku nikmati hidupku yang selama ini terbuang sia-sia oleh wanita," ucap Fiqan menatap Dewi sayup.
"Apa kamu bilang? Dasar pria songong! Hey! Pria miskin seperti kamu apa yang bisa di nikmati hidup," ucap Dewi kejam.
Zacky merangkul pundak Fiqan. "Heh! Nggak tau dia sekarang hidup dia bagaimana? Jaga ucapanmu ya, nanti kamu kena batunya," ucap Zacky.
"Nggak mau tau dan nggak urus," ucap Dewi ketus.
"It's oke! berhubungan kami adalah orang yang bijak jadi kami tidak meperdulikan ucapan gadis sepertimu," ucap Zacky.
"Udahlah, kita kembali ke ruagan saja," ajak Fiqan.
Mereka pun pergi meninggalkan mereka.
"Huuuu… sok gaya, heran deh! Hidup pas-pasan sok jadi orang kaya," ejek Dewi.
Tak lama kemudian dosen pun masuk ke dalam ruangan.
"Baiklah semuanya, untuk Fiqan syukurlah kamu baik-baik saja, jika masih sakit kamu bisa beristirahat di rumah menjelang kamu benar-benar sembuh." ucap dosen itu.
"Baiklah buk hari ini saya istirahat dulu, jika begitu saya permisi dulu," ucap Fiqan.
"Hey! Aku ikut," ucap Zacky yang nggak mau ketinggalan.
"Kamu untuk apa ikut?" tanya Dosen itu kepada Zacky.
"Nanti aku pulang sama siapa buk," ucap Zacky.
"Kamu bisa pulang naik ojek," ucap Dosen.
"Tapi buk aku tinggalnya bareng Fiqan, aku numpang mobilnya dia," ucap Zacky.
Para mahasiswa yang ada di ruangan kaget melihat ke arah Fiqan.
"Eh Fiqan punya mobil? Masa iya?" tanya mereka tak percaya.
"Ngapain nggak percaya, itu mobilnya warna merah campur abu-abu yang terparkir di ujung itu, itu mobil Fiqan, kalian selama ini menghina dia akhirnya sekarang dia jadi orang kaya bla bla bla bla…" Fiqan langsung menutup mulut Zacky.
"Buk, saya bawa saja dia ya," ucap Fiqan.
"Baiklah, dari pada dia ceramah nggak selesai," ucap disen itu.
"Terima kasih buk, kami permisi dulu," ucap Fiqan.
Fiqan dan Zacky pun keluar dari ruangan tersebut dan menuju parkiran. Karena penasaran, para mahasiswa melihat Fiqan dari jendela, mereka melihat Fiqan dan Zacky masuk ke mobil dan perlahan-lahan melaju meninggalkan kampus.
"Apa benar itu mobilnya? Kok habis kecelakaan dia langsung punya mobil ya? Apa jangan-jangan uang hasil sedekah orang ia langsung bisa beli mobil nggak?" tanya salah satu mahasiswa.
"Mana mungkin, kita bahkan belum ada di umumkan untuk menyumbang," jawab Temannya.
"Iya juga ya, kenapa tiba-tiba dia punya mobil ya?" tanya mereka.
"Cukup semuanya, ayo kembali kemateri," ucap dosen itu.
"Iya buk," jawab para mahasiswa.
Fiqan menuju ke arah rumah bersama Zacky, tak lama kemudian, mereka pun sampai di sana.
"Hahaha… tidak sia-sia aku cerewet," ucap Zacky tersenyum senang.
"Apa menurutmu cerewet itu suatu keberuntungan?" tanya Fiqan.
Mereka pun masuk ke dalam dan Fiqan pun berbaring.
Ding dong
Anda mendapatkan box pink
Apa Anda yakin ingin membukanya?
[Ya]
[Tidak]
Fiqan menyentuh tulisan Ya
Ding dong
Misi baru
Menyelamatkan Seorang yang akan di perkosa di sebuah Bar
Status Misi: sedang berlangsung
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih