SWEET REVENGE

SWEET REVENGE
Chapter 7 : Eryk House


Gaea yang tidak ingin mencampuri urusan bisnis Eryk lebih memilih menunggu di luar ruangan.


Apa gunanya juga mengetahui bisnis Eryk? Ia bukanlah siapa-siapa.


Setelah mengetahui bisnis berjalan seperti itu membuang jauh-jauh keinginan menjadi pebisnis ketika mulai kuliah merupakan suatu keputusan yang tepat.


Gaea takkan bisa melakukan suatu hal yang sama seperti yang Eryk lakukan saat ini sebab ia wanita yang positif atau kata Rainer terlalu polos.


Gaea melirik jam di tangannya.


Masih lama sekali waktu mendarat pesawat teman-temannya, ia ingin cepat menghubungi mereka mengingat semua barang berada di sana, dan juga meluruskan masalah sebab ia yakin Lola dan Ava salah paham.


Begitu sulit peraturan pesawat untuk tidak menyalakan ponsel karena sinyal di ponsel bisa mengganggu komunikasi penerbangan ketika take off dan landing.


Suara pintu dibuka, menyadarkan Gaea dari pikiran panjangnya.


"Kemana lagi kita?" tanya Gaea ketika Eryk dan yang lainnya mulai berjalan menuju lift.


"Kita kembali ke rumah untuk persiapan acara." sahut Eryk.


"Oh ..." tampaknya se-mencurigakan apapun Aizawa tadi, acara lelang itu tidak bisa dibatalkan begitu saja, apa karena acara dimulai malam ini? Ia tak tahu dan peduli, ia kan takkan ikut acara tersebut, untuk apa juga? Ia yakin lelang itu akan dipenuhi orang kaya yang hanya mengobrol soal bisnis mereka.


Membosankan.


"Tunggu," Gaea teringat sesuatu, "Aku kan tinggal sendirian di apartemenku sampai tahun baru jadi kalian harus mengantarku pulang agar aku bisa mengganti keamanan pintuku." dan ia yakin akan membutuhkan waktu yang cukup lama mengingat ia harus membongkar kenop pintu.


"Siapa yang bilang kau tinggal di sana, babe?" Alex bertanya.


"Um ...."


***


Gaea tidak pernah menyangka bahwa ia akan kembali secepat itu ke rumah pribadi Eryk, pagi tadi karena terlalu lelah, ia belum sempat memerhatikan rumah besar tersebut, dan sekarang fokus matanya telah kembali jadi ia bisa memerhatikan dengan seksama rumah bercat cream dengan atap abu-abu muda dihiasi beberapa pohon untuk memberikan kesan hijau rumah tersebut.


Gaea tidak bisa berkomentar banyak selain rumah Eryk bermodel modern bahkan ketika keluar tadi pagi, ia melihat kolam renang di belakang.


Gaea sedikit penasaran melihat seorang pria berambut putih dengan setelan jas hitamnya berdiri di depan pintu seolah menunggu.


Ketika Alex memarkir mobil di depan rumah seketika pria yang berdiri tadi menghampiri untuk membuka pintu mobil di tempat Eryk berada.


"Tuan Eryk, selamat datang."


Eryk keluar dari mobil, "Hn," sahutnya singkat. "Apa pesananku sudah datang, Sebastian?"


Pria bernama Sebastian tersebut mengangguk penuh hormat, "Ya," sahutnya sambil membukakan pintu untuk yang lain termasuk Gaea.


Gaea keluar dari mobil sedikit menaikan alisnya heran saat mata hitam pria bernama Sebastian itu melebar melihatnya sebelum kembali normal untuk membukakan pintu untuk Rainer.


'Perasaanku saja atau dia syok melihatku?'


Mungkin Sebastian takkan mengira akan bertemu dengannya lagi? Walaupun Gaea tidak yakin tadi pagi mereka bertemu. Ia terlalu lelah untuk melihat sekelilingnya.


"Katherine kemari tidak?" tanya Eryk.


"Tadi sempat kemari sebelum pergi lagi," sahut Sebastian. "Jika berkenan, Nona Katherine tampak kesal sebelum pergi."


Eryk menggertakan giginya frustasi, sepertinya Katherine telah melihat video lamaran makanya dia marah.


Siapa pun yang merekam lamarannya di bandara sangatlah tidak menghargai privasi seseorang, mereka bisa kena hukum akan hal tersebut jika ia keberatan tentunya.


Untunglah Eryk bukanlah lelaki yang seperti itu.


Eryk sudah menerima dirinya dijadikan meme di internet.


Mungkin karena video itulah Eryk sama sekali belum menerima kabar dari Katherine hari ini.


Eryk duduk di sofa ruang tamu dan mulai mengetik email untuk Katherine meminta bertemu, baru menghela napasnya berat setelah mengirim email tersebut.


"Aku bisa istirahat sebentar akhirnya." kata Rainer sambil menguap kecil.


"Memangnya kau belum tidur?" tanya Gaea, dan seketika ia menyadari bahwa di bawah mata Rainer ada lingkaran hitam yang menandakan bahwa pria muda itu kurang tidur.


"Tidak," sahut Rainer sambil duduk di sebelah Eryk, dan mulai menutup mata hitamnya.


Rainer melirik sebentar sebelum menutup matanya lagi, "Aku lupa kita punya Ibu tiri sekarang."


"Apa!?" siapa yang ibu tiri?


"Daripada bertengkar, lebih baik kau bersiap-siap." kata Eryk, melelahkan mendengar celotehan Gaea.


"Aku?" Gaea menunjuk dirinya sendiri dengan polosnya.


Eryk mengangguk. "Kau akan menemaniku mengikuti acara lelang."


"Kenapa harus aku?" tanya Gaea.


"Duh," Eryk merasa itu pertanyaan bodoh yang didengarnya ataukah Gaea wanita genius tapi lemot? Tidak masuk akal. "Kau tunangan aku, ingat? Aizawa akan curiga bila aku sendirian."


"Oh," Gaea mengerti sekarang. "Bisa aku tidak ikut?" tanyanya, memasuki dunia bisnis Eryk tak membuatnya nyaman, "aku sakit atau apa gitu."


Eryk menatapnya seakan mengatakan: kau serius iya? Lalu bangkit berdiri, "Aku lupa ada meeting dengan rekan kerjaku jadi aku harus pergi," ia melirik jam di tangannya, "dan saat aku kembali, aku mau kau sudah rapih, Gaea." perintahnya dingin.


Gaea menepuk keningnya; tentu saja Eryk takkan menyetujuinya, tetap memerintah dengan seenaknya, "Hm," gumamnya pelan, berpikir.


Walaupun menyebalkan, Gaea menyadari Eryk pergi meninggalkannya sendiri di rumah besar ini yang berarti ia bebas melakukan apa saja tanpa perlu kena marah.


Muncul sebuah ide cemerlang.


"Sebastian, memang Eryk akan kembali kapan?" tanya Gaea.


"Tuan Eryk kemungkinan datang dua atau tiga jam lagi mengingat pertemuan ini membahas acara lelang juga," jelas Sebastian.


Gaea melompat gembira; dua jam cukup membuatnya bersenang-senang sendiri.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak."


Gaea sedikit terkejut mendengar suara Rainer, ia lupa jika pria muda itu tidak ikut bersama Eryk kali ini, mungkin Eryk membiarkan Rainer untuk beristirahat ataukah rekan bisnis yang ditemui Eryk sudah terpercaya.


"Aku tidak," sahut Gaea. "Aku hanya ingin berkeliling sebentar."


Bisa melihat rumah bosnya adalah sesuatu yang langka jadi mana mungkin Gaea akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini, dan mungkin ia akan sedikit tahu soal Katherine yang dibicarakan Eryk tadi.


Tidak ada jawaban dari Rainer justru suara dengkuran halus keluar dari bibir pria muda itu, yang menandakan sebagai persetujuan bagi Gaea.


Gaea dengan semangat mulai berkeliling, dan ia tanpa sadar justru ke ruang makan, bahkan di sini pun memakai unsur modern, perabotan serta dinding cenderung berwarna putih dan abu-abu tua, sebagai pemanis, terdapat dua vas besar berisikan bunga mawar asli di sisi pembatas ruang tamu menuju ruang makan.


Dan yang mencolok adalah meja makan panjang hitam yang bisa menampung tujuh orang di tengah ruang makan, membuat ia bertanya-tanya, kenapa membutuhkan kursi sebanyak itu.


Gaea ingat ayah angkat Eryk, Xander orang yang murah hati, suka beramal untuk bencana ataupun perlindungan untuk anak kecil dan wanita karena kemurahan hati itu wajah ayah angkat Eryk suka memenuhi koran harian.


Gaea bahkan pernah menonton berita Xander di televisi sedang makan bersama anak yatim piatu.


Mungkin ruang makan inilah yang dilihatnya di televisi.


Gaea keluar dari ruang makan, dan ketika berjalan menuju ruangan tamu, di antara anak tangga terdapat sebuah foto berukuran besar yang menyita perhatiannya.


Foto tersebut mungkin keluarga Eryk?


Xander terlihat lebih muda di foto itu, tidak ada uban di helaian rambutnya juga kerutan di wajahnya, menandakan jika benar dugaan Gaea. Yang menarik, Xander dikelilingi oleh enam orang anak kecil yang berumur enam tahunan ...?


Gaea langsung mengenali anak kecil berambut pirang pendek yang memiliki mata berwarna biru langit yang berada dipangkuan Xander, ia yakin seratus persen itu Eryk, dan ia tak bisa berhenti terkesima melihat Eryk kecil yang begitu imut memamerkan senyum polos di bibirnya.


'Eryk berubah dari anak manis menjadi lelaki yang menyebalkan.'


Mata hijaunya melirik ke anak kecil yang lain, dan sedikit kebingungan.


'Ini perasaanku atau mereka semua bawahan Eryk?'


Gaea yakin anak kecil berambut cokelat yang berdiri di samping Eryk adalah Alex, serta dua anak kecil berambut hitam adalah Rainer dan Ferdinand.


Apa yang terjadi?


"Mereka semua anak angkat Tuan Xander."