
"Tidak," Eryk menjawab tanpa pikir panjang sama sekali. "Kau tinggal di sini lebih baik." ia tidak mau menyelidiki sambil melindungi juga itu merepotkan.
Gaea tidak menyerah, ia mengeluarkan jurus terakhirnya "Please?" pintanya memelas.
Tidak, tidak, Gaea mengeluarkan ekspresi yang tidak disukainya.
Eryk menatap Gaea tajam, berharap wanita muda itu menyerah.
Hening...
Tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.
"Berhenti menatapku seperti itu..." Eryk akhirnya menyerah, melihat ekspresi Gaea sekarang ini mengingatkannya akan Gaea yang dulu.
Gaea tentu tidak menurut, masih tetap menatap layaknya lost puppy; sedikit lagi ia berhasil membujuk Eryk.
"Damβwoman," kata Eryk disela helaan napasnya. "Kau boleh ikut tapi menurut apa perintahku atau aku akan menyuruhmu pulang."
Gaea tertawa kecil; belum ada yang bisa menolak pesona puppy eyes-nya, sebelum kemudian hormat main-main. "Siap Bos!"
Eryk mengibaskan tangannya tak suka akan sikap kekanakan Gaea, dan turun ke bawah menuju mobilnya, ia masuk dalam. "Aku tadi sudah menghubungi Tuan Johnny, dia bilang untuk langsung ke Perusahaan dia. Kau tahu dimana kan Ferdinand?"
"Johnny? Perusahaan Kapal Pesiar?" tanya Ferdinand.
"Ya, dari ucapan Aizawa, dialah yang mengirim undangan tersebut," kata Rainer.
"Jadi Johnny ini bukan orang yang menyelenggarakan pesta lelang itu?" tanya Ferdinand.
"Kita tidak tahu, informasinya hanya itu, aku akan berbicara dengan dia mengingat dulu aku pernah hadir di salah satu pesta kapal miliknya, tempat aku bertemu Aizawa juga..." kata Eryk. "Kau yang dulu mengantar aku ke pesta itu Ferdinand."
"Tapi kan kapal pesiarnya bukan perusahaan Johnny," kata Ferdinand.
Eryk memajukan tubuhnya untuk meletakan ponselnya yang bergambar googla map di atas dashboard mobilnya, mengetikan alamat perusahaan Johnny yang tadi dikirim lewat pesan, dan kembali duduk lagi. "Tidak jauh lokasi pelabuhan. Dia pengusaha sukses kalaupun kita tersesat pasti banyak yang tahu nama perusahaan kapal Johnny."
Ferdinand mengangguk, lalu menjalankan mobilnya.
***
Sesuai dugaan Eryk, mereka sedikit tersesat, mereka sampai memutar jauh ke perusahaan Johnny berada, membuat Eryk mengumpat di perjalanan karena waktu pertemuan mereka cukup dekat.
Mereka sampai tiga puluh menit sebelum jam pertemuan yang dijanjikan, Eryk, Rainer dan Gaea turun dari mobil tetapi yang dibolehkan masuk hanyalah Eryk saja.
Gaea duduk di ruang tunggu tamu, ia tak protes toh niatnya memang ingin jauh dari rumah, ia belum bisa menerima kenyataan mengenai Lola, ia ikut untuk mengalihkan pikirannya. Ia melirikkan mata pada Rainer di sampingnya, pria muda itu tertidur! "Dia lelah sekali..." gumamnya disertai senyum kecilnya.
Rainer bekerja sebagai Hacker jelas membutuhkan banyak waktu dan tenaga.
Gaea kebingungan apa yang harus dilakukan olehnya selama menunggu Eryk kembali, ia ada permainan di ponselnya namun sudah di tamatkan olehnya. "Oh," ia teringat ia masih punya aplikasi Mangatoon yang disarankan oleh Nadine! Ia mengambil ponselnya dan membuka aplikasinya.
Normalnya Gaea bukanlah penggemar komik, ia baca manga sih namun hanya senang yang bisa mengasah otaknya contohnya misteri, ia mencari kategori misteri, di luar dugaan ada banyak.
"Oh," Gaea merasakan bahunya terasa berat, tanpa perlu menoleh ia tahu itu adalah kepala Rainer yang bersandar di bahunya, ia yang tadinya mau membaca jadi teralihkan oleh pria muda itu, teringat kejadian tadi pagi lagi.
Rainer bilang mengenai Eryk untuk tidak memonopoli dirinya, apakah maksud dari itu Eryk harus membagi dirinya untuk Rainer?
'Aneh sekali pikiranku...'
Gaea berharap Alex atau Eryk cepat kembali, ia tidak tahu apakah bisa bertahan menahan lama kepala Rainer di bahunya juga debaran jantungnya yang mulai bergerak cepat.
***
Eryk sampai di ruangan yang ditunjukan oleh salah satu pegawai Johnny, ia masuk ke dalam setelah pegawai tadi mempersilahkan masuk.
Di sana duduk seorang pria paruh baya dengan rambutnya yang mulai memutih, bibirnya mengukir senyuman serta berdiri ketika melihat Eryk masuk. "Ah, Tuan Eryk, senang bertemu dengan Anda lagi." katanya sopan mengulurkan tangannya.
Eryk menyambutnya. "Maaf, pasti Tuan Johnny menunggu lama, aku tadi sedikit terlambat, terkendala di jalan." sesalnya.
"Tuan Eryk tidak terlambat, masih ada waktu sedikit sebelum jam pertemuan kita," kata Johnny. "Silakan duduk."
Eryk menurut dan duduk.
Johnny juga kembali ke tempat duduknya tadi, dengan kedua tangan di atas meja, ia berkata. "Jadi? Ada apa Tuan Eryk kemari? Apakah mau menyewa kapal?" tanyanya.
Eryk sesungguhnya sama sekali tidak tertarik untuk melaut dalam waktu dekat tetapi ia harus merayu Johnny agar bisa memberikannya undangan mengingat pesta akan dilaksanakan sehari lagi dihitung dari rekaman Aizawa. "Ya aku ingin menyewa satu kapal,"
"Excellent," kata Johnny. "Kapal jenis apa Tuan Eryk? Kapal pesiar? Kapal feri? Atau kapal cargo?" Johnny menawarkan sopan.
"Sejujurnya aku hanya butuh kapal kecil, kapal pesiar pribadi," kata Eryk.
"Oh, aku mengerti." Johnny mengangguk. "Maafkan aku, lupa memberikan selamat atas pertunangan Anda Tuan Eryk."
Eryk sedikit membulat, ia tidak berpikir ke sana sama sekali, tentu saja seharusnya ia bisa memanfaatkan status tunangannya. "Terima kasih, Tuan Johnny. Ya... aku mau memakai beberapa hari, berdua dengan tunanganku," katanya dengan nada penuh cinta. "Aku tidak bisa jauh-jauh darinya, aku terlalu mencintai dia..."
Johnny tertawa. "Ah, young love..."
"Jadi? Adakah tipe kapal yang cocok bagiku?" tanya Eryk.
"Tentu Tuan Eryk, kami memiliki banyak kapal pesiar pribadi, tetapi jika Anda ingin lebih leluasa, ijinkan Saya merekomendasi kapal Yacht." kata Johnny, ia memberikan sebuah gambar kapal pada Eryk.
Eryk melirik gambarnya sebentar, langsung mengangguk; tujuan utamanya bukan menyewa lagi pula, jadi ia setuju saja. "Mengenai finansialnya Sekretarisku akan menghubungi Anda segera."
"Baiklah akan segera saya atur." kata Johnny.
Inilah kesempatan Eryk! "Sebelum itu, aku mendengar bahwa akan diadakan pesta di kapal pesiar milik Anda, Tuan Johnny... ?"
Johnny nampak terkejut dengan ucapan Eryk, sebelum kembali tenang lagi. "Ya, benar sekali Tuan Eryk. Ada yang menyewa kapal pesiar untuk pesta selama semalaman."
"Maaf jika lancang tapi temanku bilang Anda sendiri yang mengundang para tamu?" tanya Eryk lagi.
"Pegawaiku tepatnya, aku awalnya tidak mengerti kenapa yang menyewa ini tidak mau menyebar undangannya sendiri, tapi sebuah kesepakatan, kami pun menerimanya." Johnny menjelaskan.
"Begitu..." Eryk mengangguk-angguk; ia ingin mengetahui siapa yang menyelenggarakan ini tetapi itu terlalu berisiko baginya ditambah Johnny seperti tak terlibat akan masalah ini. "Bolehkah aku ikut?"
Mata Johnny membulat. "Tuan Eryk?"
Eryk mengangguk. "Aku ingin ikut, bisakah?"
"Aku tidak tahu Tuan Eryk suka mengoleksi barang langka..." kata Johnny.
Eryk tertawa. "Aku menjadi suka setelah membuka lelang kemarin malam, sedikit menyesal telah menyerahkan The Pink Promise ke orang lain." katanya kalem.
"Ah, ya Anda yang menyelenggarakan lelang tersebut," kata Johnny sambil berpikir-pikir. "Aku tak memiliki hak untuk menerima atau tidaknya Anda Tuan Eryk, maaf."
Harapan Eryk yang besar seketika turun. "Begitukah?" katanya sedih.
"Tetapi aku bisa merekomendasikan Anda kepada penyewa kapal itu." kata Johnny.
Eryk sesungguhnya tidak menyangka akan mendapat simpati Johnny. "Please?"
Johnny mengeluarkan ponselnya. "Penyewa ini tidak memberikan namanya selain inisial K, jadi kami hanya bisa mengirim pesan saja."
Tubuh Eryk bereaksi mendengar inisial 'K'. "Apakah ada simbol hati setelah inisial itu?"
Johnny menaikan sebelah alisnya. "Apakah Tuan Eryk memiliki indra keenam?" katanya sambil bergurau garing.
Eryk tertawa tertahan. "Ha-ha..."
Positif.
Aizawa bekerja di bawah perintah Kervyn.
Eryk berpikir-pikir apakah akan diijinkan oleh Kervyn? Atau tidak?
Persentasinya kecil karena ia memakai nama aslinya bukan palsu.
Kervyn bukanlah orang bodoh, pelarian dia selama bertahun-tahun darinya membuktikan itu.
"Oh, sudah dibalas," kata Johnny, ia segera memeriksanya. "Di sini berkata..."
Eryk menunggu dengan degub jantung yang berdetak cepat.
Semua taruhannya ada di sini...
"Iya, Anda diijinkan Tuan Eryk..."
***
Note :
Saya mencoba untuk up 2 bab untuk 2 novel, berusaha sekali ini, jadi sehari saya up 5 bab di 3 judul novel saya
The Lovely One
Menikah Kontrak
Jadi ada yang akan kebagian 1 bab sehari, kenapa ga rata? Saya manusia biasa dengan kesibukan biasa... π
Romantisnya dimulai bab depan π
Silakan tinggalkan like, komentar dan vote ya buat novel ini maju π
πππ