SWEET REVENGE

SWEET REVENGE
Chapter 43 : In My Veins


Eryk akhirnya datang bersama Katherine setelah selesai memberikan keterangan mengenai rumahnya, ia bahkan mengebut agar cepat sampai ke rumah sakit.


"Bagaimana keadaan Lola!? Sebastian!? Aku tidak ketinggalan apa pun, kan!?" tanya Eryk panik luar biasa. "Mereka baik-baik saja kan!?"


"Eryk tenanglah, ini rumah sakit." kata Katherine membelai lembut lengan Eryk, menenangkan.


"Mereka baru memulai operasi Lola, dan untuk Sebastian, kondisinya sudah stabil, namun masih butuh istirahat." kata Rainer.


"Kau tidak menemani Sebastian?" tanya Eryk kalem.


"Ada Gaea, dia juga sedang istirahat di sana. Aku tidak mau mengganggu mereka, jadi aku menunggu operasi Lola." kata Rainer kalem.


Eryk mengerutkan alisnya kesal, "Kenapa dia bisa tidur? Aku tahu dia trauma hanya saja bukankah bagus untuk bisa menemani Lola?"


"Eryk, pelan kan suaramu." Katherine memperingatkan lagi untuk tidak berteriak, mengganggu orang-orang yang berada di sini.


Rainer memicingkan matanya tidak suka, melihat pemandangan kedua insan itu, terutama Katherine, "Dia istirahat karena selain trauma, dia juga menyumbangkan darahnya untuk Lola. Jadi Eryk, kau mau membangunkan dia yang sudah sejauh itu berkorban demi keluarga kita? Tepatnya duniamu?"


Eryk terkejut bukan main mendengarnya sebelum tertunduk dalam menyesali sudah berburuk sangka pada Gaea, "Aku ..."


"Rainer, jangan berkata seperti itu." Katherine memperingati.


Rainer bangkit berdiri, "Jangan menggurui aku, siapa juga kau ini?" katanya tajam. "Aku mau ke tempat Sebastian. Kalian tunggulah di sini."โ€”tanpa menunggu jawaban ia pergi.


"Aku ... sungguh mengacaukan ini kan Katherine?" tanya Eryk.


"Kau tidak, Rainer hanya sedikit kesal padamu, dia akan kembali seperti biasa." kata Katherine membelai lembut pipi Eryk.


Eryk menghela napas, dan duduk di ruang tunggu operasi dengan pandangan mata yang kosong ke depan.


***


Gaea terbangun dari tidurnya, mengerjapkan matanya perlahan, menyadari dirinya berada di ruangan serba putih, "Aku di surgโ€”"


"Jangan berkata begitu," Rainer yang sejak tadi menunggu di kursi memotong ucapan Gaea. "Kau sedang berada di rumah sakit, kelelahan."


Seketika mendengar rumah sakit, Gaea teringat kejadian yang dialaminya lagi, "Lola!?"


"Sttt," kata Rainer sambil meletakan telunjuk di bibirnya. "Sebastian sedang istirahat di sebelahmu, Gaea."


Gaea melirik ke sampingnya dan benar saja ada Sebastian di situ tengah tertidur terlelap hingga terdengar suara dengkuran kecil, ia turun dari ranjang, kepalanya masih pusing, "Bagaimana kondisi Lola?"


Rainer menghampiri untuk membantu Gaea yang masih lemas, "Dia masih di ruang operasi. Berkat kau dia selamat, hanya tinggal menunggu pengambilan peluru saja."


Gaea menghembuskan napas lega sekali, "Syukurlah ..." katanya pelan; ia tidak tahu bagaimana jadinya jika darahnya tidak cocok, harus kehilangan sahabatnya. "Syukurlah ..." ia tidak bisa menahan air mata kebahagiaan, menetes satu demi satu dari pelupuk matanya dan membasahi pipinya.


Rainer tersenyum samar, kemudian menghapus air mata dari pipi Gaea lembut, "Kau sudah berusaha keras. Lola pasti akan memaafkanmu, kalian bisa berteman lagi."


"Aku menginterupsi sesuatu?"


Gaea dan Rainer menoleh untuk melihat Eryk dan Katherine berada di depan pintu kamar.


"Operasinya telah selesai, Lola sedang istirahat sekarang." kata Eryk.


Gaea sama sekali tidak mendengar ucapan Eryk, matanya tertuju pada Katherine yang berada di samping pria muda itu.


Eryk menyadari Gaea terus menatap Katherine, berkata, "Aku lupa memperkenalkan dia padamu Gaea, perkenalkan dia adalah Katherine."


Mata Gaea melebar syok; wanita muda cantik bak model itu ternyata Katherine? Positif, ia sudah pasti kalah saing takkan mungkin ia menang melawan wanita secantik itu, ia kan hanyalah orang biasa. Lalu ia teringat akan lamaran Eryk di bandara, "Um, apakah Kak Katherine melihatโ€”"


"Aku sudah melihat!" Katherine memotong ucapan Gaea, menghampiri wanita itu, menjabat tangan Gaea penuh semangat. "Aku tentu saja kesal, tapi setelah mendengar penjelasan Eryk, aku mengerti. Senang bertemu denganmu akhirnya, Gaea Silva."


"Uh ..." Gaea tidak bisa berkata banyak; skenario murahan yang dipikirkan olehnya terdengar berlebihan, siapa yang tahu Katherine akan menerima lamaran palsu itu dengan lapang dada? Jika dirinya, jelas ia akan marah besar walaupun palsu.


Kenapa juga mata Katherine begitu intens menatapnya? Apakah sesungguhnya kesal? Bersikap baik karena di sini ada Eryk?


Cklek.


Pintu terbuka.


Itu Dokter Harry yang tadi mengobrol masalah Katherine masuk ke dalam, "Maaf mengganggu perbincangan kalian, bolehkah saya berbicara dengan Nona Gaea sebentar?"


"Aku?" Gaea menunjuk dirinya sendiri.


Dokter Harry mengangguk, "Bisakah?" tanyanya lagi sopan.


Gaea mengangguk tanpa curiga sedikit pun.


"Silakan Nona ikut denganku." kata Dokter Harry.


"Aku ikut," kata Eryk dan Rainer bersamaan, mereka saling memandang satu sama lain, "kau di sini." kata mereka lagi-lagi bersama.


Gaea menggaruk lengannya gugup.


Kenapa ia merasa suhu ruangan di sini naik dratis?


"Eryk." kata Rainer dingin.


Mereka saling memandang satu sama lain tajam.


"Kau di sini." kata Rainer dingin.


"Kau yang di sini, Rainer." kata Eryk. "Aku ikut karena mau tahu biaya rumah sakit."


"Aku bisa melakukan itu." Rainer tidak mau mengalah.


Eryk memutar bola matanya, "Aku mau membayar biaya rumah sakit, Rainer," katanya. "Kau tidak punya uang sebanyak itu."


Rainer tidak menjawabnya, mengepalkan tangannya menahan kekalahan debat ini.


Eryk menyeringai kecil, "Kau tunggulah di sini Katherine, aku akan segera kembali."


Katherine mengangguk paham.


Eryk menatap Gaea sekarang, "Ayo." ajaknya.


Gaea mengangguk, lalu keluar ruangan mengikuti Dokter Harry di perjalanan, ia merasakan tangannya ditarik oleh Eryk membuatnya berhenti, "Apa?"


"Kau baik-baik saja?" tanya Eryk cemas.


Gaea tersentuh mendengarnya, hatinya berbunga-bunga, ia pikir Eryk akan acuh padanya setelah Katherine kembali, "Aku baik-baik saja. Kau?"


Eryk tidak menjawab.


"Maaf." sesal Gaea, tidak seharusnya ia mengungkit pengkhianatan Ferdinand.


"Nona Gaea?" Dokter Harry memanggil dari kejauhan.


Eryk dan Gaea segera menyusul, mereka masuk ke dalam ruangan yang serba putih juga, hanya ada satu meja di sana yang berarti ini ruangan kerja pribadi Dokter Harry.


"Silakan duduk." kata Dokter Harry ramah.


Gaea menurut diikuti Eryk.


"Jadi ada perlu apa denganku, Dokter?" tanya Gaea cemas. "Aku tidak sedang mengidap penyakit serius kan!?" tanyanya lagi panik.


Dokter Harry tertawa, "Tidak, jika Nona Gaea menderita penyakit serius takkan mungkin bisa mendonorkan darah. Terlalu berisiko."


"Oh." Gaea menghembuskan napasnya lega, terlalu panik membuatnya lupa akan syarat donor darah.


Hening ...


Dokter Harry menatap Gaea intens yang membuat wanita muda itu tidak nyaman hingga terbatuk untuk mengakhirinya.


"Maaf Nona Gaea." kata Dokter Harry.


Gaea menggelengkan kepalanya.


Dokter Harry mengambil napas dalam sebelum bertanya, "Nona Gaea apakah sudah mengetahui secara pasti golongan darahnya B negatif?"


Mata Gaea melebar, "Aku mengetahuinya dari Ibuku. Ibuku bilang darahku B negatif jadi aku tidak pernah mengetesnya, dia juga memberiku nasihat untuk tidak mendonorkan darahku."


"Ibumu egois sekali." sindir Eryk dingin. "Ada banyak orang yang meninggal karena kekurangan darah, dan faktanya kau menuruti kemauan Ibumu itu keterlaluan."


"Itu ucapan terakhir Ibuku!" seru Gaea emosi Eryk menjelekkan Ibunya di depannya. "Aku juga mau mendonor, tetapi wasiat Ibuku untuk tidak melakukannya, jadi aku menurut, percayalah aku juga mau mendonorkan."


Eryk terkejut, "Maafkan aku, Gaea," sesalnya dalam. "Tentu saja aku percaya, kau wanita baik."


Gaea tidak menjawab.


"Begitu? Sejujurnya Ibumu berbohong soal golongan darahmu selama ini yang bisa aku mengerti kenapa dia melakukannya." kata Harry.


Mata Gaea dan Eryk melebar.


"Apa maksudnya?" tanya Eryk penasaran.


Dokter Harry tertunduk sesaat, lalu menatap kedua insan itu serius, "Sebab Nona Gaea memiliki darah emas bernama Rh-null yang kami kira sudah lama punah ..."


***


Note :


Rh-null itu nyata, ini golongan darah emas, darah ini cocok buat donor ke golongan darah mana pun, yang sayangnya Rh-null cuma bisa menerima darah dari Rh-null doang, paling langka di dunia, di novel ini saya buat golongan darah ini sudah punah ๐Ÿ˜… jadi kalian tau betapa posesifnya Ayah Eryk sama Gaea


Saya rasa kalian mungkin mulai ngerti kenapa Kervyn mengincar Gaea sekarang ya tapi alesan sesungguhnya masih belom ๐Ÿ˜…


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote ya ๐Ÿฅบ


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•