
Tanpa perlu diberitahu, Gaea juga sadar diri, perkelahian memperebutkan pistol tadi juga membuatnya kewalahan, ia bukanlah wanita yang terlatih untuk melakukan hal fisik dan juga tubuh Ferdinand yang kekar menjadi nilai minus untuknya bisa menang.
Tujuan utamanya melarikan diri ke kamarnya atau kamar Eryk untuk mengambil ponsel dan menelepon layanan darurat; ia tidak bisa memanjat tembok karena terlalu tinggi ada ada duri serta tumbuhan sebagai penghalang.
Tetapi ...
Gaea harus melewati Ferdinand terlebih dahulu, karena Ferdinand sudah tahu, tidak ada cara lain selain melakukan latihan bela dirinya yang lain, ia mendekat tanpa melepas pandangannya pada Ferdinand.
Ferdinand dengan cepat menangkap tangan Gaea dan memutar tubuh wanita muda itu, dan mendekap keras dari belakang, "Kau melakukan kesalahan dengan menyerangku, Gaea." ia mengencangkan bear hug-nya.
Gaea berusaha menurunkan tangan Ferdinand yang berada di lehernya, jika begini ia bisa pingsan. Ia menjatuhkan tubuhnya hingga berjongkok, menggeser pinggangnya dan menyerang kepribadian Ferdinand dengan ayunan tangannya sekuat tenaga. Usahanya sedikit berhasil, tangan yang melilitkan lehernya merenggang, ia melancarkan lagi, mencondongkan tubuhnya ke depan dan menyerang menggunakan sikutnya ke arah perut Ferdinand.
"Ugh," Ferdinand mengerang, melepaskan dekapannya.
Gaea menyerang lagi menggunakan sikunya mengarah tenggorokan yang dihentikan oleh Ferdinand, tangan lain pria muda itu melayangkan pukulan, ia segera menahan kekuatan pukulan Ferdinand dengan tangan yang lain sedikit menekuk sikunya untuk meredam kekuatan pukulan pria muda itu.
Ferdinand sedikit terkejut melihatnya, tetapi sebelum bisa bereaksi hidungnya dipukul dan daerah pribadinya kembali menjadi korban Gaea.
Gaea yang melihat Ferdinand yang jatuh tersungkur refleks mendorong pria muda itu hingga jatuh ke kolam renang di samping mereka, "Kau salah sudah merendahkan aku bahwa aku hanya tahu satu bela diri." ia menghembuskan napasnya, melirik Lola dan cepat berlari ke dalam rumah sebelum Ferdinand mengejarnya lagi.
'Telepon rumah!'
Gaea mendekati telepon rumah yang memang ada di ruang tamu, mengangkat gagang telepon itu, bersiap menekan tombol sebelum matanya menyadari tali kabelnya terputus, ia berdecak dan berlari ke atas.
"Cukup." kata Ferdinand yang bajunya basah kuyup marah besar.
Gaea merunduk ketika Ferdinand menembakan peluru ke arahnya, yang membuatnya terpaksa memasuki kamar Eryk yang dekat dengannya saat ini, menguncinya sebanyak dua kali, ia berlari ke samping ranjang, berjongkok dan menemukan ponsel serta pistol yang ditinggalkan Eryk untuknya. Ia awalnya ragu untuk membawa pistol itu, namun bantuan takkan datang langsung jadi ia akan menggunakannya untuk bertahan.
Ferdinand menggedor pintu keras, "Gaea! Kau ingin membuatku melakukan apa yang tidak ingin lakukan!?"
Gaea tidak memperdulikan, ia segera mencari nomor darurat, "Sambungannya kenapa terputus-putus begini, sih?" umpatnya kesal, "Tidak mungkin kan kamar Eryk ada alat sadap?"
Dor! Dor! Dor!
Gaea terkejut dengan suara tembakan dari luar, "Dia akan membukanya dengan paksa!?" serunya, bangkit berdiri dan berlari keluar jendela. "Whooaa ..." ia lupa jika kamar Eryk berada di lantai dua. Ia mencari jaringan di luar, dan mendapatkannya, tanpa basa-basi ia mencoba menelepon lagi.
"Halo? Pusat gawat darurat di sini, dengan siapa berbicara?"
Gaea tersenyum cerah, "Aku Gaea Silva tolonglah ke rumah Eryk Enzo yang berada di xxx, iya! Rumah kami sedang diserang oleh orang bersenjata, dan tolonglah bawa tim medis juga karena temanku kena tembakan di bagian perutnya." katanya panjang lebar.
"Baiklah Nona, kami mengerti, kami akan segera ke sana secepatnya."
"Terima kasi—"
Brak!
Ferdinand mendobrak pintu secara paksa setelah menembaki bagian kunci pintunya.
Gaea yang panik segera naik ke atas balkon dan melompat, menceburkan diri ke kolam renang.
'Untunglah kolam renangnya jaraknya tidak jauh dari rumah.' kata Gaea dalam hatinya.
Gaea berpikir kolam renang ini juga hasil dari paranoid-nya Eryk, meskipun ia mengejeknya, ia berterima kasih dari paranoid pria muda itu.
Gaea segera berenang ke pinggir kolam dan naik, berlari lagi dengan keadaan tubuh yang basah kuyup dan berlari menuju tempat olah raga, menguncinya lagi, menunggu dengan di sini sambil memeluk tubuhnya yang sejak tadi gemetaran hebat.
Pikirannya melayang kemana-mana.
Kenapa Ferdinand berkhianat?
Kenapa ingin sekali menangkap dirinya?
Kemana Sebastian?
'Jangan berpikir negatif! Mungkin Sebastian diberi obat tidur juga.' kata Gaea dalam hati.
Dor! Dor! Dor!
"Gaea!" Ferdinand yang berada di luar berseru frustrasi.
Gaea mencari sesuatu yaitu kursi panjang, menaruhnya di depan pintu.
"Kau sungguh menyusahkan sekali," kata Ferdinand suaranya terdengar murung.
"Kau sendiri kenapa melakukan ini!?" seru Gaea.
"Aku tidak memiliki pilihan lain! Dia menyandera kekasihku! Aku harus menuruti semua perintahnya!" seru Ferdinand frustrasi.
Gaea terkejut bukan main; menyandera kekasih? "Dia siapa?"
Hening sesaat ...
"Kervyn. Aku tidak bisa kehilangan kekasihku Gaea, dia sedang mengandung anakku," kata Ferdinand. "Aku tidak memiliki pilihan di sini."
Gaea terkejut mendengarnya dan tertunduk; sepertinya Ferdinand tak berbohong sebab Alex bercerita mengenai kekasih Ferdinand tadi.
Mungkin itulah sebabnya Ferdinand memilih untuk menidurkan mereka semua, mencoba memperkecil kemungkinan perkelahian tak berarti.
"Lalu kenapa kau melukai Lola!?" seru Gaea emosi.
"Aku panik," sesal Ferdinand. "Aku sudah memberikan pertolongan pertama padanya agar dia tidak kekurangan darah, namun harus tetap cepat diberi penanganan medis."
Gaea merasa bersimpati sekarang, "Tetapi kenapa aku?"
"Aku juga tidak tahu, aku hanya diminta untuk membawamu," kata Ferdinand. "Dengan begitu kekasihku bisa kembali padaku lagi."
Mendengar pengakuan Ferdinand membuat Gaea ingin sekali membantu, namun itu berarti ia harus menyerahkan dirinya, ia agak ragu soal ini, "Aku—"
Terdengar suara sirine Polisi dari kejauhan.
"Shi—" Ferdinand mengumpat lalu segera lari.
Gaea dapat mendengar langkah Ferdinand yang menjauh dari pintu, ia duduk pasrah di lantai, "Apa yang sudah kulakukan ...?"
Ferdinand telah pergi, seharusnya ia senang, tetapi yang ada hatinya justru kegundahan ...
Beruntung sekali ia kali ini bisa menahan Ferdinand, ia rasa belajar krav maga sebagai pertahan dan jeet kune do sebagai penyerang, ajaran Chief Charles yang awalnya ia kira takkan terpakai, menyelamatkannya ...
Kervyn yang memerintahkan Ferdinand untuk menangkapnya, dan Kervyn adalah saudara kandung Eryk.
Tangannya terkepal perlahan.
Kali ini ia akan meminta kebenaran meskipun Eryk menolaknya.
***
Note :
Krav maga itu saya tahu dari game awalnya 😅 ini bela diri dari Israel tapi dipakai militer Amerika 😅 mereka ngandelin pertahanan dan refleks tubuh mereka saat bertarung #cmiiw
Jeet kune do itu diciptakan Bruce Lee, kenapa saya pakai? Karena saya penggemarnya 💕 ini juga buat serangan Gaea 😅
Jangan lupa tinggalkan like, komentar dan vote ya 😊
💕💕💕