
Beberapa hari sebelum kematian Sang Kekasih, dia menyempatkan diri untuk bertemu dengan Hanzhu secara diam-diam.
Dirinya sudah tahu jika kematian sudah di ujung tanduk, Hanzhu yang mendengar hal tersebut langsung murka dan berinisiatif untuk berlari sejauh mungkin.
Tetapi rencana itu ditolak oleh Sang Pria, malam itu pria memberikan sesuatu kepada Hanzhu yaitu sebuah teknik yang sedang diciptakan olehnya.
Sebenarnya teknik ini masih belum sempurna, tetapi kekuatannya begitu mengerikan.
Pria itu menjelaskan jika teknik ini tidak memerlukan energi kultivasi, tetapi menggunakan kekuatan langit.
Hanzhu sedikit bingung dengan penjelasan kekasihnya, tetapi pria itu menjelaskan secara perlahan kepada Hanzhu.
Dalam satu malam Hanzhu yang awalnya manusia biasa menjadi seorang kultivator dengan kekuatan langit, tetapi kemampuannya masih terbilang rendah.
Pria itu mengajari Hanzhu menggunakan formasi waktu, formasi ini bertujuan untuk memperlambat dunia di luar agar Hanzhu dapat belajar lebih lama.
Hanzhu diajari tentang pola dasar dari pembentukan teknik yang pria itu ciptakan sendiri, karena dasar merupakan awal dari pengetahuan pengembangan.
Dia berharap jika Hanzhu telah menguasai gerakan dasar, teknik ini dapat disempurnakan sendiri oleh wanita itu.
Setelah merasa Hanzhu mampu memahami secara dasar, pria itu memutuskan untuk kembali ke langit, dia juga memberitahu kepada Hanzhu jika nama dari teknik itu adalah Seni Langit.
Hingga tiba hari kematian bagi kekasihnya, pada saat itu tidak ada kata yang dapat mewakili perasaan Hanzhu selain rasa ingin membalas dendam.
Singkat cerita Hanzhu berhasil mengembangkan teknik Seni Langit ke tahap sempurna, dia berlatih secara diam-diam setiap hari.
Tidak ada satupun waktu baginya untuk bermain-main, meskipun tidak jarang dia mendapatkan perlakuan tidak adil dari langit, tetapi hal itu tidak menjadikannya alasan untuk menyerah.
Setelah Hanzhu merasa dirinya telah menguasai Seni Langit dengan baik, dia bersama hewan peliharaannya mengajak golongan kiri untuk bergabung dan membentuk pasukan besar.
Pasukan ini nantinya akan terjun melawan golongan kanan di langit, sebenarnya golongan kiri memang tidak menyukai arogansi dari penjuru langit, hal ini menjadi dasar bagi mereka untuk bergabung dengan Hanzhu.
Seluruh pasukan yang dibentuk Hanzhu berasal dari golongan kiri, hanya Hanzhu sendiri yang berasal dari golongan netral.
Pada hari itu peperangan tidak dapat dihindari lagi, kekuatan tempur Hanzhu mampu mengalahkan petinggi penjuru langit hingga mencapai puncaknya, meskipun begitu pasukan Hanzhu juga telah mencapai batas.
Saat kedua kekuatan tidak dapat saling menyerang, Hanzhu yang memiliki kekuatan tiada batas mengarahkan energinya ke pemimpin tertinggi langit.
Pada saat itu kekalahan telak bagi seluruh penjuru langit, tetapi di sisi lain Hanzhu harus menerima efek samping dari penggunaan kekuatan yang berlebihan.
Sebelum itu Hanzhu mendapatkan informasi jika ada beberapa pengkhianat dari pasukannya, rahasia kekuatan Hanzhu juga tersebar ke penjuru langit.
Tidak sedikit juga dari golongan kiri yang terprovokasi tentang Hanzhu, mereka menyebar informasi jika Hanzhu memanfaatkan mereka untuk menaklukan langit.
Di sisi lain kemampuan Hanzhu untuk bertarung sudah mencapai batasnya, dia kemudian memutuskan untuk membagi Seni Langit menjadi beberapa bagian.
Hanzhu menyuruh hewan peliharaannya untuk mencari penerusnya dari golongan netral, dia yakin teknik tersebut akan membantu banyak golongan netral untuk berkembang.
Puluhan tahun beralalu kini seluruh penjuru langit dan beberapa pihak golongan kiri bersatu mengalahkan Hanzhu.
Penjuru langit menuntut kekalahan perang pada saat itu, sedangkan pengkhianat golongan kiri memiliki niat untuk merebut kekuatan Hanzhu.
Mereka tidak mampu untuk merebut kekuatan wanita itu, sehingga membutuhkan bantuan untuk mendapatkannya.
Hingga pada akhirnya mereka menemukan Hanzhu di atas gunung tertinggi, wanita itu seakan sedang menunggu seluruh pasukan.
Hanzhu hanya duduk di sebuah kursi sederhana merasakan desiran angin, sambil ditemani oleh seekor monyet besar miliknya.
Hanzhu tidak dapat melakukan perlawanan lagi, bahkan untuk menggerakkan tubuhnya dia membutuhkan bantuan dari Sang Monyet.
Meskipun Hanzhu tidak dapat bergerak kekuatan langit masih ada pada dirinya, dan Sang Monyet juga memiliki kekuatan yang besar.
Tidak ada yang berani menyerang Hanzhu meskipun dia terlihat lemah, ucapan terakhir Hanzhu yang disaksikan oleh golongan kiri dan kanan adalah, "Aku merasa bersyukur dapat merasakan kehidupan, dapat merasakan cinta untuk sesaat, dan dapat merasakan kepahitan untuk sesaat."
Perkataan Hanzhu seolah menjadi penghinaan bagi pemimpin pasukan, dia membalas ucapan Hanzhu, "Kepahitan sesaat? Omong kosong, kau akan merasakan kepahitan aba...." Belum lagi salah satu pemimpin pasukan langit menghabiskan kalimat, seorang pendekar dari golongan netral memotong kepalanya dengan cepat.
Seluruh prajurit langit dan bumi melihat kejadian tersebut, mata mereka terfokus dengan kepala sang Jenderal yang telah jatuh.
"Berani sekali kau menyela ucapan guru," timpal pendekar sambil membersihkan pedangnya dari darah.
Ketujuh pendekar dari golongan netral muncul tiba-tiba, mereka mengetahui jika guru mengalami hal buruk.
Pertarungan kembali terjadi kali ini kedua pihak sama-sama mengalami kekalahan besar, Hanzhu juga mendapatkan luka serius di tubuhnya.
Sebelum Hanzhu mati dia meletakkan kewibawaannya kepada monyet peliharaannya, mulai saat itu seluruh monster yang masih setia dengan Hanzhu menjadi tunduk kepada monyetnya tersebut.
Kematian Hanzhu menjadi kabar terburuk bagi ketujuh pendekar, mereka tidak dapat melindungi guru untuk terakhir kalinya.